Liputan Jatim Bersatu

Benang di Jembatan Suramadu Terungkap, Begini Penjelasan Kasatreskrim Polres Bangkalan 

 

 

 

*Bangkalan*, LiputanJatimBersatu,com, Polres Bangkalan melalui Satreskrim Polres Bangkalan terus lakukan penyelidikan adanya pengendara motor yang terluka akibat terjerat tali pada beberapa pekan lalu.

 

Kejadian yang sempat viral di jagad medsos tersebut kini berhasil diungkap.

 

Hal tersebut terungkap usai personel Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Sukolilo melakukan lidik di TKP dan beberapa Desa di Kecamatan Labang, yang lokasinya berdekatan dengan bentang Jembatan Suramadu sisi Madura.

 

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H., menyatakan bahwa barang bukti benang yang dibawa dari TKP diduga mirip dengan benang layangan yang digunakan anak-anak di Dusun Kesek, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan yang hobi bermain layangan di pantai.

 

“Kami terus lakukan penyelidikan dan pengecekan tempat yang sering digunakan untuk bermain layang layang di Dusun Kesek dan ditemukan anak-anak yang bermain layang-layang juga disana banyak ditemukan benang bekas layang-layang yang tertinggal di pinggir laut. Seperti diketahui bahwa desa tersebut memang berdekatan dengan Jembatan Suramadu sisi Madura,” jelas AKP Hafid saat dikonfirmasi pada Selasa (28/1) siang.

 

Selain itu pihaknya sempat menemui beberapa tokoh masyarakat setempat, diantaranya Sekdes Sukolilo Barat Muhammad Hakim, serta tokoh masyarakat Dusun Kesek Moch. Mohtar.

 

“Kami juga melakukan konfirmasi apakah masyarakat sekitarnya ada yang gemar bermain layang-layang. Ternyata kedua tokoh masyarakat tersebut membenarkan,” imbuh AKP Hafid.

 

Kemudian, Hafid bersama kedua tokoh masyarakat tersebut menuju pantai yang biasa dijadikan anak-anak bermain layangan.

 

Ternyata benar, setiba di lokasi pantai tampak banyak anak-anak tengah mengudarakan layangan.

 

Selain itu ditemukan pula banyaknya benang kusut dan beberapa kerangka layangan yang berserakan di pantai.

 

Menurut pengakuan Pak Hakim, acapkali ada saja layangan putus yang terbawa angin ke Jembatan Suramadu.

 

“Kami akan lakukan pencocokan dan pengecekan ke Labfor Polda Jatim antara barang bukti benang TKP kejadian dengan benang yang digunakan oleh anak-anak ,” tegas AKP Hafid.

 

Selanjutnya, kasatreskrim mengumpulkan para anak-anak penggemar layangan tersebut untuk diberikan edukasi.

 

 

“Intinya kami mengimbau untuk tidak bermain layang-layang karena apabila layangannya putus dan nyangkut di tiang atau pagar jembatan, bisa membahayakan / melukai pengendara sepeda motor di Jembatan Suramadu,” pesan Hafid.

 

Hafid berharap, semoga kejadian pengendara motor yang terluka saat melintas di Jembatan Suramadu bukan bagian dari modus baru dari praktik tindak kejahatan seperti yang diduga sebagian masyarakat.

 

 

(Redaksi)

More To Explore

Fashion

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Salurkan Tandon Air 5 Ribu Liter untuk Warga Klabang Tegal Ampel

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com – Menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menggelar bakti sosial dengan menyalurkan tandon air berkapasitas 5 ribu liter kepada masyarakat Dusun Sumber Biru RT 16 RW 07, Desa Klabang, Kecamatan Tegal ampel. Wilayah tersebut selama ini

Fashion

Atasi Krisis Air Saat Kemarau, Kapolres Bondowoso Bangun Sumur Bor di Masjid Nurul Hasan Sekar Putih

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com – Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menyerahkan bantuan pengeboran sumur bor di Masjid Nurul Hasan RT 22 RW 06, Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Bondowoso, Jumat (19/06/2026). Bantuan tersebut disambut antusias oleh takmir masjid dan warga sekitar. Pasalnya, setiap musim kemarau Masjid Nurul Hasan