Liputan Jatim Bersatu

Keamanan Club Ibiza Jadi Sorotan, Imam Arifin: “Lebih Bijak Kalau Ditutup Saja”

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Hadirnya pihak manajemen Club Ibiza ke rumah duka serta disiapkannya ambulans di area hiburan malam tersebut tidak lantas menghentikan proses hukum yang tengah berjalan. Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang menyebabkan MRY, warga Taman, Sidoarjo, kehilangan nyawa.   Ketua FRIC DPW Jawa Timur, Imam Arifin, menegaskan bahwa langkah utama yang seharusnya dilakukan oleh manajemen Club Ibiza adalah pembenahan sistem keamanan, baik di dalam maupun di luar area yang menjadi tanggung jawab mereka.   Menurut Imam Arifin, keberadaan ambulans di lokasi hiburan malam menimbulkan tanda tanya besar.   “Menurut saya, sangat janggal jika manajemen Club Ibiza menyiapkan ambulans. Seolah-olah mereka sudah mengantisipasi kericuhan yang kerap terjadi di dalam klub. Atau jangan-jangan memang sering terjadi kericuhan sehingga harus disiapkan ambulans,” ujarnya.   Ia meminta instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh, terutama terhadap sistem keamanan di Club Ibiza yang dinilai tidak responsif.   “Instansi terkait harus melakukan investigasi secara mendalam. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Terutama tim keamanan Club Ibiza yang menjadi sorotan. Saya melihat tim keamanan kurang responsif dan tidak ada petugas yang memantau CCTV. Seharusnya ada operator yang memantau CCTV agar potensi gesekan antar tamu bisa langsung diantisipasi atau dikeluarkan sebelum memakan korban,” tegasnya.   Imam Arifin juga mendesak agar Club Ibiza ditutup sementara hingga proses investigasi tuntas dan standar keamanan benar-benar dibenahi.   “Jika manajemen dinilai lalai dan tim keamanan tidak bisa ditingkatkan, lebih bijak jika Club Ibiza ditutup saja. Tempat hiburan itu untuk mencari kesenangan dan melepas penat, bukan justru menjadi tempat kehilangan nyawa,” pungkasnya.     Bersambung

Polisi Amankan Pelaku Dugaan Curanmor di Babakan Manggung

Seorang pria berinisial RR warga Desa Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul berhasil diamankan warga setelah diduga melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kampung Babakan Manggung, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 18.40 WIB.   Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Pelaku di pergoki oleh korban, Dian, saat hendak membawa kabur sepeda motor Honda Vario milik korban yang terparkir di halaman belakang rumah. Korban sebelumnya melihat pelaku berjalan mencurigakan ketika ia pulang dari rumah adiknya yang berdekatan dengan lokasi kejadian.   Saat korban hendak menggunakan motornya, ia mendapati lubang kunci kendaraan sudah rusak. Tidak lama kemudian, pelaku kembali menghampiri motor tersebut sambil membawa dua buah kunci astag, hingga akhirnya langsung di amankan oleh warga yang sedang berada di sekitar lokasi.   Petugas yang sedang melakukan Patroli tidak jauh dari lokasi segera mengamankan Pelaku bersama barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan dua kunci palsu yang digunakan untuk melakukan aksinya.   Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rangkaian tindakan kepolisian. “Pelaku berhasil di amankan berkat kesigapan warga yang segera melaporkan kejadian tersebut. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat merespons saat melihat aksi mencurigakan.” Ujarnya, Sabtu (29/11/2025)   “Pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan, dan saat ini proses penyidikan terus kami dalami karena pelaku merupakan seorang residivis pada kasus yang sama,” katanya.   Polsek Tarogong Kidul menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian terdekat.   Bandung 29 Nopember 2025   Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

JAKARTA — LiputanJatimBersatu,com. Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.   Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.   Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry—seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.   Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.   Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.   Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.   “Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujarnya.   Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang polwan.   “Waktu itu belum ada dokter polisi wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh,” tuturnya sambil tersenyum.   “Tapi itu semua yang nanti diceritakan di film—perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.”   Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.   “Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini—mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegasnya.   Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.   “Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat,” ungkapnya.   Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.   “Semua kita lihat dari POV beliau—ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya,” katanya.   Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.   “Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat,” jelasnya. “Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story.”   Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman—sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.   Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran.

Peduli Bencana Sumatera, Paguyuban Tathya Dharaka Akpol 2005 Salurkan Ratusan Paket Sembako

SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Sebagai wujud nyata empati dan solidaritas terhadap korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera, Paguyuban Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 2005 Tathya Dharaka menggelar aksi bakti sosial dengan mengirimkan bantuan logistik secara masif.   Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Markas Komando Armada (Koarmada) II, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu sore (29/11/2025).   Dalam kegiatan ini, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, SIK MH yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Alumni Akpol 2005 Tathya Dharaka, memimpin langsung penyerahan bantuan.   Bantuan tersebut diterima oleh Kadister Koarmada II, Kolonel Laut (P) Andi Susanto, selaku penanggung jawab satgas kemanusiaan yang akan bertolak menggunakan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat.   Bantuan yang diserahkan meliputi 500 paket sembako lengkap dan 100 dus mie instan. Secara rinci, paket bantuan tersebut terdiri dari 500 pack Beras Premium; 500 pack Minyak Goreng; 500 pack Gula Pasir Rose Brand; 500 pack Mie Telur Burung Dara; 100 dus Mie Instan.   AKBP Wahyu Hidayat menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian mendalam dari rekan-rekan seangkatan Tathya Dharaka atas musibah yang menimpa saudara sebangsa di Sumatera.   “Kegiatan ini merupakan inisiatif Paguyuban Tathya Dharaka Akpol 2005. Melalui Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kami menyalurkan bantuan ini sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada masyarakat korban bencana alam di wilayah Sumatera,” ujar AKBP Wahyu di dermaga Pangkoarmada II.   Seluruh bantuan logistik tersebut akan diangkut menggunakan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat yang dijadwalkan menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Sumatera Utara.   Kapal bantu rumah sakit milik TNI AL ini memang disiagakan untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.   Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak beserta jajaran pejabat utama Polres, mendampingi prosesi penyerahan simbolis kepada pihak Koarmada II.   “Harapan kami, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan berdoa agar kondisi di sana segera pulih,” tutup AKBP Wahyu Hidayat.   Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini berlangsung lancar dan ditutup dengan prosesi pemuatan barang bantuan ke atas geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat.

WAKAPOLRI TINJAU SPPG DI NTT, POLRI SIAP BANGUN 98 SPPG BARU DI WILAYAH 3T

Kupang, 29 November 2025 — LiputanJatimBersatu,com. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau pelaksanaan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/11/2025). SPPG yang berlokasi di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini telah berjalan sekitar empat bulan dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik secara baik, konsisten, serta tersaji dengan menu yang layak dan sesuai standar pemenuhan nutrisi.   “Saya melihat SPPG yang baru beroperasi sekitar empat bulan. Alhamdulillah bagus dan menu-menunya cukup baik,” ucap Wakapolri usai peninjauan.   Selain menu yang variatif, SPPG juga dikembangkan agar dapat menyesuaikan cita rasa lokal di setiap daerah. Hal ini dirancang agar pemenuhan gizi tidak hanya berorientasi pada kesehatan dan standar nutrisi, tetapi juga tetap dekat dengan budaya kuliner masyarakat setempat.   “Menu SPPG ini bisa disesuaikan dengan kekhasan daerah masing-masing. Ke depan akan dibuatkan Buku Menu Resep Nusantara SPPG Polri yang menghimpun ragam kuliner khas dari berbagai wilayah,” tegas Komjen Dedi.   Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam pengelolaan dan pelayanan SPPG. Ucapan tersebut ditujukan kepada Kepala SPPG, seluruh staf, tenaga pengelola, serta relawan yang selama ini bekerja secara disiplin dan konsisten menerapkan standar operasional prosedur (SOP), menjaga food security, mempertahankan kekhasan layanan gizi Polri, dan terus bersemangat melayani para penerima manfaat.   “Kami berterima kasih kepada Ka SPPG, staf, dan para relawan yang telah bekerja dengan SOP yang kuat, menjaga keamanan pangan, tetap menghadirkan ciri khas Polri dalam pelayanan, serta melayani penerima manfaat dengan penuh dedikasi,” ungkap Dedi.   Polri Siapkan 98 SPPG di Wilayah 3T   Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polri mendapat mandat untuk membangun 98 SPPG tambahan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Upaya ini menjadi langkah strategis pemerataan pemenuhan gizi dan pembangunan generasi unggul di seluruh Indonesia.   “Ada rencana sesuai permintaan Bapak Presiden. Bapak Kapolri memerintahkan untuk membangun SPPG di wilayah 3T, dan Polri mendapat mandat untuk membangun 98 SPPG,” ujar Wakapolri.   Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, pembangunan akan dilakukan pada 16 SPPG di kawasan 3T serta 12 SPPG reguler, sehingga total 28 SPPG baru akan direalisasikan di NTT. Target pelaksanaan dimulai pekan depan melalui peletakan batu pertama pembangunan.   Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, pembangunan akan dilakukan pada 16 SPPG di kawasan 3T serta 12 SPPG reguler, sehingga total 28 SPPG baru akan direalisasikan di NTT. Target pelaksanaan dimulai pekan depan melalui peletakan batu pertama pembangunan.   “Target di NTT minggu depan sudah peletakan batu pertama,” ungkapnya.   Selain pembangunan SPPG, Polri juga menyiapkan 264 fasilitas operasional lain yang akan diresmikan secara nasional guna memperkuat pelayanan dan dukungan kepada masyarakat.   Dengan hadirnya lebih banyak SPPG di berbagai wilayah, Polri berkomitmen memastikan pelayanan gizi merata, sehat, berkelanjutan, serta turut menjadi ruang pelestarian kekayaan kuliner bangsa. Melalui Buku Menu Resep Nusantara SPPG Polri, setiap wilayah dapat mengembangkan sajian gizi sesuai karakter daerah tanpa meninggalkan standar keamanan pangan dan identitas pelayanan Polri.

Kapal Slerek Di Camplong Diterjang Gelombang: Begini Kronologi Nya.

Sampang,- LiputanJatimBersatu,com. Mengejutkan Kapal slerek KM Mulya Desa Camplong, milik Ahmat Misdin karam di terjang gelombang Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Pada Sabtu (29/11/2025).   Menurut laporan BPBD Sampang, Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB gelombang laut di kawasan tersebut tiba-tiba meningkat dan menghantam badan kapal hingga menyebabkan kapal tenggelam.   “Kepala Pelaksana BPBD Sampang langsung mengerahkan satu tim selam ke lokasi untuk melakukan penyelaman serta mengecek kondisi kapal. Petugas juga berkoordinasi dengan pemilik kapal dan masyarakat setempat untuk melakukan pengangkatan menggunakan drum sebagai alat pengapung darurat.   Upaya pemasangan drum berhasil dilakukan, sehingga kapal dapat berada dalam posisi setengah mengapung dan siap ditarik menuju bibir pantai. Namun proses penarikan belum dapat dilakukan akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang masih terjadi di kawasan Camplong.   Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan 2 unit rescue car, 1 unit perahu karet beserta mesin tempel, serta 2 set alat selam (SCUBA). Unsur lain yang terlibat di lokasi meliputi Polsek Camplong, Pemerintah Desa Dharma Camplong, serta masyarakat.   “Hingga laporan terbaru, cuaca di wilayah Kabupaten Sampang dilaporkan cerah berawan, namun kondisi perairan Camplong masih cukup berisiko sehingga proses penarikan kapal menunggu situasi memungkinkan.” Tutupnya       (P. Sahril)

Menteri Imipas Beberkan Semua Awal Mula Gagas Tentang Ketahanan Pangan di Lapas

Jakarta, – LiputanJatimBersatu,com. menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto membeberkan awal mula gagasan Ketahanan Pangan di Lembaga permasyarakatan (lapas) muncul. Di awal dirinya menjabat, Kementerian Imipas memiliki ‘pekerjaan rumah’ atau PR yakni temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal banyaknya lahan tidur atau lahan idle yang tak dimanfaatkan. Temuan itu, kata Menteri Agus, berulang. Terjadi di masa Imigrasi dan Permasyarakatan masih berada di naungan Kementerian Hukum dan HAM.   “Kami dihadapkan dengan temuan BPK, ada banyak lahan idle yang tidak kita manfaatkan. Karena kita kementerian baru, jadi kita ada audit kesehatan organisasi. Kita buka, kelemahannya apa, kekurangannya apa, kendalanya apa, permasalahannya apa,” jelas Menteri Agus saat memberikan pembekalan terkait ketahanan pangan kepada perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas dan kelompok tani se-Blora di Pendopo Bupati Blora, Jawa Tengah pada Sabtu (29/11/2025).   Menteri Agus menjelaskan upaya penyelesaian PR tersebut kemudian ia selaraskan dengan visi Presiden Prabowo, sebagai kiblat, yakni mewujudkan Ketahanan Pangan.   “Oleh karena itu tentunya Bapak Presiden sudah memberi arah, maka kita semua pembantunya arah kiblatnya harus kepada apa yang menjadi orientasi Bapak Presiden,” ujar Menteri Agus.   Menteri Agus mengatakan semangat Ketahanan Pangan di lingkungan permasyarakatan kemudian dimunculkan dan ditumbuhkan, khususnya di jajaran permasyarakatan yang memiliki banyak lahan idle. Pun jika unit pelayanan teknis (UPT) tak memiliki lahan luas, tetap saja dapat turut berpartisipasi dalam Ketahanan Pangan seperti budidaya tanaman di polybag, budidaya lele dan sebagainya.   “Oleh karena itu kami di jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, khususnya di permasyarakatan, meskipun lapas di Blora ini lahannya sempit namun mereka berusaha membangun Ketahanan Pangan,” kata Menteri Agus.   Lalu ke mana hasil Ketahanan Pangan akan diserap? Menteri Agus menerangkan tiap wilayah bekerja sama dengan pihak ketiga atau vendor dalam menyediakan bahan dasar makanan untuk lapas. Para vendor penyedia bahan makanan inilah yang diwajibkan menyerap minimal lima persen hasil kegiatan Ketahanan Pangan di lapas.   “Yang lima persen hasilnya wajib diambil oleh penyedia bahan makanan,” sambung Menteri Agus.   Dengan demikian, maksud Menteri Agus, hasil Ketahanan Pangan lapas ini memiliki nilai ekonomi. Dan hasil penyerapan dari vendor bahan makanan menghasilkan rupiah untuk pihak lapas.   Pendapatan dari hasil Ketahanan Pangan, dibagi untuk kesejahteraan para petugas lapas dan narapidana yang turut serta dalam program ketahanan pangan. Adapun Menteri Agus membuat aturan bahwa penyedia bahan makanan harus pengusaha lokal, untuk menggerakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di area sekitar lapas, agar merasakan dampak ekonomi.   “Bahan makanan ini harus dikelola oleh pelaku usaha lokal, bukan Jakarta (atau terpusat). Dulu pengelola bahan makanan dari Jakarta bisa mengelola Jambi, mengelola Kalimantan. Dari Jatim mengelola ke daerah Sulawesi, sehingga pengusaha lokal tidak punya kesempatan karena tidak punya pengalaman,” ungkap Menteri Agus.   Menteri Agus menuturkan pengusaha lokal yang tak memiliki pengalaman dalam penyediaan bahan makanan lapas tak perlu berkecil hati. Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) akan membimbing para pengusaha lokal.   “Oleh karena itu kami rubah syarat-syarat penyedia bahan makanan. Tddak punya pengalaman tidak apa-apa, kita bimbing dan kita arahkan, sekaligus juga untuk bisa menyerap hasil Ketahanan Pangan yang menjadi atensi Bapak Presiden,” tutur Menteri Agus.   Terakhir, Menteri Agus menekankan pentingnya menghidupkan Ketahanan Pangan bagi bangsa Indonesia. “Artificial intelijen bisa menggantikan berbagai macam profesi. Yang nggak bisa diganti hanya pangan,” pungkas dia.