Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Pesan Polisi untuk 368 Calon Warga Baru PSHT Cabang Kota Kediri*

 

 

KOTA KEDIRI -LiputanjatimBersatu,com. Sinergisitas TNI-Polri terus terjalin, kali ini Polres Kediri Kota bersama Kodim 0809/Kediri dan Kesbangpolinmas memberikan pembekalan kepada sejumlah calon warga Baru PSHT Cab. Kota Kediri – Pusat Madiun tahun 2025

 

Bertempat di Padepokan PSHT di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, SH, SIK, M.Si. melalui Kabagops AKP Iwan Setyo Budhi, SH, memberikan materi tentang wawasan persahabatan dan pentingnya menjaga harkamtibmas

 

AKP Iwan Setyo Budhi, SH dihadapan 368 warga baru PSHT mengatakan perlunya menanamkan jiwa bela negara dan tidak mempengaruhi calon berita hoax yang belum jelas sumbernya

 

“Yang harus diwaspadai adalah berita hoax yang belum jelas sumbernya di media sosial. Untuk itu saya sampaikan kepada calon warga PSHT baru yang memiliki ilmu beladiri jangan sampai dimanfaatkan dengan hal yang negatif,” kata Kabag Ops Polres Kediri Kota.

 

Di Kediri raya PSHT merupakan salah satu Perguruan silat yang memiliki warga terbanyak.

 

Seperti di wilayah lain yang sering terjadi saat ini, diantaranya pengeroyokan dan pengerusakan yang dilakukan oleh oknum pesilat.

 

“Saya yakin perguruan PSHT mempunyai aturan dan konsekuensi yang tegas bila ada warganya yang melakukan pelanggaran berat di perguruan dan ada konsekuensi hukum yang diterima,” ucapnya.

 

Undang undang telah mengatur semuanya, segala perbuatan, perbuatan, ada sanksi hukumnya.

 

“Kami mengingatkan dan meminta agar adik – adik memahami, semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik, jangan main hakim sendiri,” tambahnya.

 

Lebih lanjut AKP Iwan Setyo Budhi menjelaskan perlunya menanamkan jiwa bela negara kepada generasi-generasi muda agar di zaman milenial ini bisa berkontribusi melalui kegiatan yang positif

 

“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh keluarga besar PSHT, karena sampai hari ini bisa menjaga situasi kambtibmas, tentu ini adalah bagian dari bela negara,” ucapnya.

 

Sementara Kasatbinmas Polres Kediri Kota Iptu Cahyo Widodo, SH tekanan selalu mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak melakukan perbuatan yang tidak baik kemudian pentingnya tidak mengecewakan orang tua karena masa depan adek adek menjadi harapan bagi orang tua.

 

“Kami mengingatkan agar seluruh anggota PSHT turut serta dalam mewujudkan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta untuk tidak tertipu oleh pergaulan negatif serta jauh dari pengaruh miras dan narkoba,” kata Iptu Cahyo Widodo.

 

Ia meminta kepada warga pesilat, jaga nama baik masing – masing, jaga keluarga dengan selalu mengingat kedua orang tua, dan jaga organisasi dengan selalu mengingat ajaran dan pengurus PSHT.

 

Turut hadir Kabag Ops Polres Kediri Kota AKP Iwan SH, Danramil Mojoroto Kapten Cko Mulyon, Kepala Kesbangpolinmas Kota Kediri Indun Munawaroh S.Spt, Kasat Binmas Polres Kediri Kota Iptu Cahyo W.S, Ketua PSHT Cab. Kota Kediri Agung Sediana, Dewan Penasehat Kang Mas Yususf Supanuju, Angota Dewan Pengesahan serta Pengurus PSHT Cabang Kota Kediri.(**)

More To Explore

Fashion

AS Dibebaskan, Isu Puluhan Juta Dibantah Polisi: Publik Menanti Terang Proses Penanganan Perkara

Mojokerto, LiputanJatimBersatu.com- Penanganan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Polres Mojokerto kembali menjadi sorotan. Bukan semata karena seorang warga Surabaya berinisial AS yang disebut diamankan pada 21 September 2026 kemudian telah berada di luar tahanan pada 23 September 2026, melainkan karena muncul pertanyaan mengenai proses hukum yang mendahului pembebasan tersebut. Informasi

Fashion

FRIC MENDUKUNG PENUH POLRI & TNI DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN KAMTIBMAS SIAP TANGKAL HOAX, BERSAMA WUJUDKAN NEGERI AMAN DAN DAMAI

    *JAKARTA -* Di tengah derasnya arus informasi dan ancaman perpecahan akibat berita hoax, *Fast Respon Indonesia Center (FRIC)* menyatakan sikap tegas: MENDUKUNG PENUH APARAT TNI DAN POLRI    Ini bukan sekedar dukungan lisan. Ini adalah ikrar setia dari organisasi yang dibentuk para Jenderal dan digerakkan oleh wartawan militan