Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Senyum Ceria Driver Ojol Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Polresta Malang Kota Jelang Hari Bhayangkara ke -79

 

KOTA MALANG – LiputanJatimBersatu,com. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Malang Kota Polda Jatim menggelar kegiatan Bhakti Kesehatan (Bakkes) dengan memberikan pelayanan pengecekan kesehatan gratis kepada ratusan driver ojek online (Ojol).

 

Pengecekan gratis di kantor Go-Jek Kota Malang, Jl. RE Martadinata ini selama dua hari berturut-turut, dengan target 200 peserta selama pelaksanaan.

 

Dihari pertama, Kamis (12/06), Bakkes mendapat pengawasan langsung dari Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oskar Syamsuddin hadir didampingi Manajer Area Gojek Malang dan menyapa para driver yang tengah menunggu antrean pemeriksaan.

 

AKBP Oskar mengatakan Bakes gratis ini, salah satu dari bentuk kepedulian Polri pada kesehatan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan rentan terhadap gangguan kesehatan.

 

“Profesi driver ojol menuntut aktivitas tinggi di jalanan, dengan pengecekan kesehatan ini, kami ingin memastikan kondisi para driver tetap prima demi keselamatan diri mereka sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya,” terang AKBP Oskar, Jumat (13/6).

 

Ia menambahkan Bhakti Kesehatan ini salah satu rangkaian kegiatan Polresta Malang Kota memperingati Hari Bhayangkara ke-79, sekaligus implementasi semangat Polri Presisi yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Selama pelaksanaan Bakes, tim dari Sie Dokkes Polresta Malang Kota melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan mulai dari skrining, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, konsultasi dokter umum, hingga pemberian obat dan vitamin.

 

Jika ditemukan kondisi medis serius, para driver diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan di Klinik Polresta Malang Kota.

 

“Kami siapkan alur rujukan jika ditemukan penyakit berat seperti jantung atau TBC. Ini juga bentuk dukungan Polri terhadap program nasional pemberantasan TBC yang digalakkan pemerintah,” jelas AKBP Oskar.

 

Sementara itu, Kasi Dokkes Polresta Malang Kota, drg Akhmadi Prabowo, menyampaikan bahwa pada hari pertama, Kamis (12/06), jumlah peserta yang hadir sebanyak 101 orang.

 

Semua peserta menjalani pemeriksaan tensi, dan sebanyak 70 orang melakukan cek gula darah acak, 40 orang cek asam urat, serta 5 orang cek kolesterol.

 

Seluruh peserta juga menjalani konsultasi dengan dokter umum, dengan tiga keluhan dominan yakni myalgia, hipertensi, dan ISPA. Pemberian obat dan vitamin dilakukan kepada seluruh peserta.

 

Pada hari kedua, Jumat (13/06), tercatat 100 peserta mengikuti pemeriksaan seperti halnya dihari pertama, untuk diagnosa terbanyak dalam konsultasi dokter adalah myalgia, ISPA, dan alergi, sementara pemberian obat dan vitamin dilakukan kepada 82 orang.

 

“Total peserta pengecekan kesehatan selama dua hari, mayoritas mengeluhkan kelelahan otot akibat kerja di jalan, infeksi saluran pernapasan ringan, dan gangguan tekanan darah,” ujar drg Akhmadi.

 

Salah satu driver ojol peserta pemeriksaan, Levinus (46) warga Kecamatan Sukun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas layanan kesehatan gratis yang diberikan Polresta Malang Kota.

“Terima kasih Polresta Malang Kota, Pemeriksaan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga layanan Polri seperti ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan Bhakti Kesehatan ini, Polresta Malang Kota memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan kesehatan publik.

 

Bakkes Polresta Makang Kota dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 *”Polri Untuk Masyarakat”*, yang mencerminkan sinergi dan soliditas antara institusi kepolisian dan masyarakat.

 

Kalima

More To Explore

Fashion

AS Dibebaskan, Isu Puluhan Juta Dibantah Polisi: Publik Menanti Terang Proses Penanganan Perkara

Mojokerto, LiputanJatimBersatu.com- Penanganan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Polres Mojokerto kembali menjadi sorotan. Bukan semata karena seorang warga Surabaya berinisial AS yang disebut diamankan pada 21 September 2026 kemudian telah berada di luar tahanan pada 23 September 2026, melainkan karena muncul pertanyaan mengenai proses hukum yang mendahului pembebasan tersebut. Informasi

Fashion

Dugaan Tangkap Lepas Narkotika di Polres Mojokerto Disorot, Polisi Bantah Ada Penyelesaian dengan Uang

Mojokerto, LiputanJatimBersatu.com – Penanganan sejumlah perkara narkotika di wilayah hukum Polres Mojokerto Kabupaten menjadi sorotan. Sejumlah informasi dan keluhan yang beredar di masyarakat memunculkan pertanyaan terkait transparansi serta konsistensi proses penegakan hukum dalam penanganan perkara narkotika. Sorotan tersebut mencakup dugaan adanya proses penanganan perkara yang dinilai membutuhkan penjelasan lebih lanjut.