Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Ini Profil Kanit Jatanras Polres Tanjung Perak Banyak Penghargaan Diraih

 

Surabaya – LiputanJatimBersatu,com. Dua tahun lamanya Inspektur Dua (Ipda) Muhammad Mustofa, S.H., menjadi Kepala Opsnal di Unit Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, banyak kasus kriminal yang berpotensi meresahkan masyarakat berhasil diungkap dengan cepat dan profesional.

 

Bukti keberhasilannya yang disudut-sudut banyak aksi kejahatan kriminal yang berhasil diungkap. Perwira berdarah Madura tersebut, membuktikan dengan penghargaan yang didapat dari Kepala Kepolisian di Resort Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun dari tokoh masyarakat.

 

Lalu siapa sosok Ipda Muhammad Mustofa, S.H.,? Berikut kami sampaikan secara singkat hasil wawancara beliau saat berada diruang kerjanya, termasuk rekam jejaknya sebelum menjadi Kepala Unit Jatanras di Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Ipda Muhammad Mustofa, S.H., berasal dari Kota Surabaya bagian Utara, yang notabenya suku asli Madura. Dan memiliki dua orang putra dari pasangan wanita asal Trenggalek Jawa Timur, yang dinikahinya pada tahun 2008 silam.

 

Sebelum resmi memimpin Opsnal di Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ipda Muhammad Mustofa, S.H., menjabat sebagai Opsnal di Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada tahun 2012 hingga tahun 2022 silam.

 

Pada pertengahan tahun 2023 yang lalu. Perwira dengan satu balok emas dipundaknya itu, diresmikan menjabat sebagai Kepala Unit Jatanras di Kesatuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Dalam 2 tahun berjalan hingga kini, banyak kasus berpotensi kriminalitas berat lainnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, berhasil diungkap. Termasuk kasus pembunuhan baru-baru ini yang gempar di wilayah Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

 

Menurut Ipda Muhammad Mustofa, S.H., keberhasilan ungkap kasus pembunuhan yang baru-baru ini gempar tepatnya di Jalan Kedinding lor, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, tidak luput dari upaya kekompakan kerja keras Tim Opsnal yang dipimpinnya.

 

“Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak luput dari suport yang diberikan oleh pimpinan dan rekan-rekan opsnal lainnya. Termasuk support yang diberikan oleh keluarga besar kami,” ucap Ipda Muhammad Mustofa, S.H., melalui wawancara eksklusifnya, pada Sabtu (22/06/2025).

 

Beberapa penghargaan yang diberikan oleh pimpinan kepala Kepolisian atas prestasi diraihnya. Pak Mustofa sapaan lekatnya, tidak berhenti untuk berprestasi kedepannya demi menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) di Kota Surabaya. Khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

 

“Penghargaan-penghargaan yang kami peroleh ini, nantinya akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas kedepannya,” tuturnya.

 

“Kami berterima kasih kepada pimpinan, khususnya Bapak Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H., atas pemberian penghargaan. Kami akan terus berkomitmen menjaga Sitkamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya agar kondusif,” imbuhnya.

More To Explore

Fashion

AS Dibebaskan, Isu Puluhan Juta Dibantah Polisi: Publik Menanti Terang Proses Penanganan Perkara

Mojokerto, LiputanJatimBersatu.com- Penanganan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Polres Mojokerto kembali menjadi sorotan. Bukan semata karena seorang warga Surabaya berinisial AS yang disebut diamankan pada 21 September 2026 kemudian telah berada di luar tahanan pada 23 September 2026, melainkan karena muncul pertanyaan mengenai proses hukum yang mendahului pembebasan tersebut. Informasi

Fashion

FRIC MENDUKUNG PENUH POLRI & TNI DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN KAMTIBMAS SIAP TANGKAL HOAX, BERSAMA WUJUDKAN NEGERI AMAN DAN DAMAI

    *JAKARTA -* Di tengah derasnya arus informasi dan ancaman perpecahan akibat berita hoax, *Fast Respon Indonesia Center (FRIC)* menyatakan sikap tegas: MENDUKUNG PENUH APARAT TNI DAN POLRI    Ini bukan sekedar dukungan lisan. Ini adalah ikrar setia dari organisasi yang dibentuk para Jenderal dan digerakkan oleh wartawan militan