Surabaya – LiputanJatimBersatu.com – Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Manyar Surabaya diduga menjadi lahan basah bagi praktik percaloan pengurusan surat-surat administrasi kendaraan bermotor.
Meski di lokasi terdapat banyak petugas, para calo terlihat bebas menawarkan jasa kepada para pemohon, baik di dalam maupun di luar area kantor. Dugaan adanya kerja sama atau “MOU terselubung” antara calo dan oknum petugas pun menguat, mengingat aktivitas ini seolah dibiarkan tanpa penindakan.
Pantauan LiputanJatimBersatu.com menunjukkan, calo dengan percaya diri mendekati warga yang datang untuk mengurus STNK atau dokumen kendaraan lainnya. Mereka menawarkan kemudahan proses tanpa syarat berbelit, tentu dengan biaya yang jauh lebih tinggi dari ketentuan resmi.
Seorang warga Surabaya yang tengah mengurus perpanjangan STNK mengeluhkan proses yang dianggap berbelit jika dilakukan secara resmi.
“Saya tadi masuk ke halaman Samsat Manyar untuk mengurus perpanjangan STNK motor saya. Tapi prosesnya sulit, harus bawa KTP sesuai nama di STNK atau bikin surat kuasa. Kalau lewat calo justru gampang, tapi biayanya mahal,” ujarnya (18/03/2025).
Ia mempertanyakan keadilan pelayanan publik tersebut.
“Entah apa bedanya calo dengan saya yang mengurus motor sendiri. Kalau calo dipermudah, kenapa pemohon resmi dipersulit? Apa ini bentuk pelayanan masyarakat yang sebenarnya?” tegasnya.
Sementara itu, Paur Samsat Manyar, Iptu Hardian, belum memberikan klarifikasi saat dimintai keterangan mengenai dugaan adanya pembiaran percaloan di instansinya. Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi belum memperoleh jawaban resmi dari pihak terkait.
Praktik percaloan seperti ini bukan hanya merugikan masyarakat secara finansial, tetapi juga mencoreng integritas pelayanan publik dan membuka celah korupsi. Tanpa tindakan tegas, “bisnis” ilegal ini dikhawatirkan akan semakin subur.
Kalima

