TANJUNGPERAK – LiputanJatimBersatu,com. Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat (kamtibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengambil langkah strategis dengan menghidupkan kembali program Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa). Inisiatif ini bertujuan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat agar juga aktif dalam menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.
Instruksi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, dalam kegiatan Arah kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas di wilayah hukumnya. Acara tersebut digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (9/9/2025).
Dalam arahannya, AKBP Wahyu Hidayat menekankan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tengah masyarakat sangat krusial. Ia memerintahkan jajarannya untuk membangun kembali partisipasi warga dalam menjaga keamanan secara mandiri dan terkoordinasi.
“Hidupkan lagi Pam Swakarsa, rangkul semua lapisan masyarakat,” tegas Kapolres di hadapan para peserta yang terdiri dari Kasat Binmas, personel Satuan Binmas, dan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas.
Lebih lanjut, Kapolres memberikan empat Arah utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh para Bhabinkamtibmas di lapangan.
Pertama, mengaktifkan kembali Pam Swakarsa dengan mendorong dan memfasilitasi warga untuk membentuk sistem keamanan mandiri di lingkungannya.
Kedua, secara proaktif memadukan perkembangan situasi di wilayah binaan melalui media sosial untuk mendeteksi dini potensi gangguan kamtibmas.
“Ikut dan terus memantau kondusifitas wilayah. Selain patroli juga memantau media sosial (medsos),” katanya.
Poin ketiga, Kapolres meminta Bhabinkamtibmas untuk mengidentifikasi dan memetakan lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kumpul atau arena tawuran antar-kelompok maupun aksi gangster.
Untuk berempati, AKBP Wahyu Hidayat meminta Bhabinkamtibmas melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Petakan daerah rawan tawuran hingga gangster. Selain itu, mulai melakukan pemantauan daerah mana saja yang menjadi lokasi rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor),” jelasnya.
AKBP Wahyu Hidayat menyatakan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dengan pemetaan data yang akurat dan partisipasi aktif warga melalui Pam Swakarsa, diharapkan tindak kejahatan jalanan seperti tawuran, gangsterisme, dan curanmor dapat ditekan secara signifikan.
“Kami untuk tidak hanya bertindak represif, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama kepolisian,” tutupnya.
