Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

LP Bocor & Transfer Janggal, Kasat Narkoba Disorot

Sidoarjo – Kasus yang menyeret Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polresta Sidoarjo, Kompol Riki Donaire Piliang, kian memanas. Dari dugaan penyebaran Laporan Polisi (LP) melalui status WhatsApp hingga transaksi keuangan mencurigakan, publik menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

 

Awalnya, kasus mencuat setelah Kompol Riki diduga menyebarkan LP ke status WhatsApp pribadinya. Tindakan tersebut dipandang sangat tidak etis bagi seorang perwira kepolisian karena menyangkut kerahasiaan dokumen resmi.

 

Klarifikasi kemudian disampaikan bukan oleh Kompol Riki secara langsung, melainkan melalui Wakasat Narkoba Polresta Sidoarjo, AKP Lailah, yang menyebut penyebaran itu terjadi “tidak disengaja”. Namun, alasan tersebut justru menuai kritik keras karena dinilai terlalu ringan untuk sebuah pelanggaran serius.

 

Persoalan semakin pelik ketika muncul dugaan transaksi keuangan janggal. Dalam keterangannya, AKP Lailah mengungkap adanya transfer sebesar Rp4.527.500 dari rekening Kompol Riki kepada seseorang bernama Tamtowi Yahya. Namun, setelah ditelusuri, nomor rekening yang disebutkan tidak sesuai dengan data perbankan. Fakta ini memunculkan kecurigaan adanya praktik tidak wajar yang melibatkan pejabat kepolisian.

 

Hingga kini, Kompol Riki belum pernah memberikan klarifikasi langsung di hadapan media. Setiap upaya konfirmasi selalu diwakili AKP Lailah, sehingga menimbulkan spekulasi publik bahwa ada sesuatu yang ditutupi di balik kasus ini.

 

Sejumlah pihak, termasuk kuasa hukum dari salah satu media, menilai persoalan ini menyangkut integritas institusi, bukan sekadar kesalahan pribadi. Mereka mendesak Propam Polda Jatim hingga Mabes Polri turun tangan agar kasus tidak dibiarkan berlarut-larut.

 

“Seorang perwira polisi sekelas Kasat Narkoba seharusnya menjaga integritas, bukan justru menimbulkan persoalan yang merusak citra Polri. Ini bukan hanya masalah personal, tapi menyangkut marwah institusi,” tegas salah satu kuasa hukum.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kapolresta Sidoarjo maupun Polda Jatim terkait tindak lanjut kasus tersebut. Publik kini menanti langkah tegas Polri untuk membuktikan transparansi serta memastikan dugaan “LP bocor” dan transfer Rp4,5 juta tidak berakhir tanpa kejelasan.

More To Explore

Fashion

Operasi Patuh Semeru 2026: Polda Jatim Fokus Edukasi Tertib Berkendara Demi Keselamatan di Jalan Raya

SURABAYA, LiputanJatimBersatu.com- Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Rahmat Hakim menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tidak digelar semata-mata untuk memperbanyak jumlah tilang. Operasi ini difokuskan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan mengutamakan keselamatan di jalan raya. “Operasi Patuh 2026 tidak dibangun hanya dengan pendekatan hukum.

Fashion

Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi

JAKARTA, LiputanJatimBersatu.com– Polri mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang perlu dihormati, sekaligus dijalankan dengan mengedepankan kepentingan bersama dan menghormati hak masyarakat lainnya. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian