Bangkalan, liputanJatimBersatu.com – Penanganan kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur di Kecamatan Blega, Bangkalan, memasuki bulan ke-9 tanpa kejelasan hukum. Laporan yang semestinya segera diproses justru mandek di tengah jalan, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Laporan Masuk Sejak Akhir Tahun Lalu
Menurut penuturan keluarga korban, kasus ini pertama kali dilaporkan ke Polres Bangkalan pada penghujung tahun lalu. Mereka berharap aparat segera bertindak cepat demi memberikan keadilan bagi anak yang menjadi korban. Namun, hingga kini, proses hukum yang diharapkan berjalan transparan justru terkesan jalan di tempat.
“Sejak awal kami sudah serahkan semua bukti dan keterangan. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar apakah terlapor sudah ditetapkan tersangka atau tidak. Kami hanya disuruh menunggu,” ujar orang tua korban dengan nada kecewa.
Sikap Bungkam Aparat
Harapan masyarakat untuk mendapat penjelasan resmi pun pupus ketika awak media mencoba mengonfirmasi perkembangan kasus ini. Kanit PPA Satreskrim Polres Bangkalan, Ipda Saka, memilih bungkam. Tidak ada keterangan, tidak ada klarifikasi, hanya diam. Sikap ini justru menimbulkan kecurigaan adanya tarik-ulur di internal kepolisian terkait penanganan kasus yang melibatkan anak.
“Ironis sekali. Kasus sebesar ini mestinya jadi prioritas. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, dibiarkan menggantung,” kata seorang tokoh masyarakat Blega.
Trauma Korban Semakin Dalam
Aktivis perlindungan anak di Bangkalan memperingatkan bahwa kelambanan aparat bisa membawa dampak serius. Menurut mereka, proses hukum yang berlarut-larut tidak hanya memperpanjang penderitaan korban, tetapi juga menambah beban psikologis.
“Korban masih anak-anak. Semakin lama kasus ini digantung, semakin besar trauma yang dia rasakan. Negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan malah membiarkan korban terkatung-katung,” ujar salah seorang pemerhati anak.
Publik Mulai Hilang Kepercayaan
Tak hanya keluarga korban, masyarakat luas juga mulai mempertanyakan integritas aparat penegak hukum. Pasalnya, ini bukan kali pertama kasus sensitif di Bangkalan mengalami keterlambatan penanganan. Situasi ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kepolisian.
“Kalau kasus anak saja bisa tersendat, bagaimana masyarakat bisa yakin hukum ditegakkan dengan adil? Jangan sampai ada kesan hukum bisa dipermainkan,” ucap aktivis lokal lainnya.
Menunggu Sikap Tegas Polres Bangkalan
Hingga berita ini diturunkan, Polres Bangkalan belum mengeluarkan keterangan resmi terkait alasan kasus ini tak kunjung selesai. Publik kini menunggu sikap tegas dari jajaran kepolisian, apakah benar-benar berkomitmen menuntaskan kasus pelecehan anak ini atau membiarkannya tenggelam dalam senyap.
Masyarakat berharap agar Kapolres Bangkalan turun tangan langsung, memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi dan keadilan bisa ditegakkan, terutama bagi korban yang masih di bawah umur.
Redaksi

