Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Penangkapan Penyalahgunaan BBM Subsidi Oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya Tak Kunjung Dirilis ke Publik, Masyarakat Pertanyakan Transparan

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Kasus penangkapan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Resmob Polrestabes Surabaya, kini menuai sorotan tajam dari publik. Pasalnya, meski penangkapan tersebut sempat viral dan ramai diberitakan, hingga kini para tersangka yang diamankan belum juga dirilis secara resmi ke publik.

 

Peristiwa ini bermula dari keberhasilan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dikabarkan berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan BBM subsidi di salah satu ruas jalan tol di Kota Surabaya, beberapa hari lalu. Dalam operasi tersebut, petugas disebut mengamankan sopir beserta pengepul BBM yang diduga kuat terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

 

Namun yang menjadi sorotan, seorang kernet truk tangki Pertamina yang sebelumnya diamankan justru sempat dilepaskan dengan alasan hanya berstatus sebagai saksi. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pemerhati hukum, mengingat keterlibatan kernet dalam aktivitas pengiriman dan distribusi BBM sangat erat.

 

Lebih mengejutkan lagi, setelah kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan pemberitaan media, pihak Unit Resmob dikabarkan kembali memanggil kernet tersebut dan kemudian menetapkannya sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.

 

Hingga kini, publik masih mempertanyakan mengapa hasil penangkapan ini belum juga diumumkan secara resmi kepada masyarakat. Biasanya, Polrestabes Surabaya secara terbuka merilis pengungkapan kasus besar, termasuk menampilkan barang bukti dan para tersangkanya. Namun dalam kasus ini, informasi seakan tertahan tanpa kejelasan.

 

Saat dikonfirmasi SUARATEMPO.COM, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi hanya memberikan tanggapan singkat.

 

“Sek sabar, saya tanyakan,” ujar Rina saat dihubungi pada Jumat (10/10/2025).

 

Pernyataan singkat tersebut menandakan bahwa proses klarifikasi masih berjalan. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi mengenai status para tersangka dan kelanjutan penyidikan kasus tersebut.

 

Publik berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan perkara penyalahgunaan BBM subsidi ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di Kota Surabaya.

 

Redaksi

Sumber SUARA TEMPO

More To Explore

Fashion

Dugaan Pencurian Kabel Telkom di Pakisaji Jadi Sorotan, Polisi Diminta Usut Tuntas

MALANG LiputanJatimBersatu.com— Dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia di wilayah hukum Polsek Pakisaji, Kabupaten Malang, menjadi sorotan. Informasi yang dihimpun dari sumber dan keterangan seseorang yang mengaku mengetahui pekerjaan di lapangan menyebut nama Safi’i sebagai juragan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Messenger, Kapolsek

Fashion

Mengenang Sang Legendaris Putra Buana, Almarhum H. Salim Sang Maestro Panggung

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com-Dunia seni pertunjukan Madura kehilangan salah satu maestro terbaiknya. Sosok legendaris Orkes Putra Buana, Almarhum H. Salim yang akrab disapa Jamal, dikenang sebagai figur panggung dengan totalitas tanpa batas. Almarhum H. Salim asal Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, terjun ke dunia Orkes Putra Buana sejak tahun 1992.