Liputan Jatim Bersatu

Kapolresta Jambi Berikan Pembinaan Secara Tegas Kepada Pelaku Tawuran Viral di Jambi Timur Disaksikan Orang Tua dan Pihak Sekolah 

JAMBI – LiputanJatimBersatu,com. Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar SIK MH memanggil Para orangtua dan pihak sekolah , pasca Tim gabungan dari Resmob Polda Jambi, Jatanras Polresta Jambi, dan Unit Reskrim Polsek Jambi Timur mengamankan sembilan pelajar yang terlibat tawuran di kawasan Jalan Baru, Kota Jambi.   Para pelajar tersebut diamankan tak lama setelah bentrok antar kelompok motor pada Jumat malam, 10 Oktober 2025.   Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar SIK MH didampingi Kapolsek Jambi Timur AKP Edi Mardi Siswoyo dan Kasi Humas Polresta Jambi.   Kapolresta Jambi mengumpulkan Walimurid dan pihak sekolah di ruang Jatantras Polresta Jambi   Kaporlesta Jambi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari video amatir yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu tampak sejumlah remaja mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis enggrek di Jalan Lingkar Timur II, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah” ungkap Kapolres   Kapolsek Jambi Timur menyampaikan “Begitu video itu viral, tim gabungan langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sembilan orang pelajar yang diketahui baru saja melakukan tawuran pada Sabtu, 11 Oktober 2025.   Dari tangan para pelajar, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam, telepon genggam, dan beberapa unit sepeda motor. Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa mereka tergabung dalam kelompok motor bernama SPRIPAT, beranggotakan sekitar 12 orang.   Mereka diketahui bentrok dengan kelompok lawan, yang jumlahnya mencapai sekitar 20 orang. “Karena kalah jumlah, kelompok SPRIPAT melarikan diri setelah tawuran berlangsung singkat. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata Kapolsek.   Usai diamankan, orang tua para pelajar dipanggil ke Polsek Jambi Timur untuk menyaksikan langsung proses pembinaan. Suasana haru sempat menyelimuti ruang Jatantras ketika salah satu pelajar menangis dan memohon maaf kepada orang tuanya atas perbuatannya.   Sambung Kapolres ” Kalian membuat orang tua dan guru kalian malu atas perilaku kalian ,kalian anak -anakku merupakan generasi penerus , maka jangan lagi melakukan hal yang melanggar kriminal dan meresahkan , jika diulangi lagi Polisi akan menindak tegas karena kalian menggunakan Sajam yang sangat berbahaya , tugas kalian seharusnya belajar bukan tawuran   Pembinaan ini agar kalian sadar bahwa perilaku kalian tidak mengulangi lagi dan kepada orang tua dan pihak sekolah dan guru untuk mengontrol Meraka anak anak nya mari bersama menciptakan situasi Kamtibmas   Pihak kepolisian mengimbau agar para orang tua dan pihak sekolah lebih aktif melakukan pengawasan serta pembinaan kepada anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan maupun kelompok motor yang meresahkan masyarakat.   “Kasus seperti ini tidak boleh terulang. Kami akan terus berkoordinasi dengan sekolah dan pihak terkait untuk mencegah tawuran pelajar di Kota Jambi,, setelah memberikan arahan dan pembinaan secara tegas Kapolresta Jambi meminta para pelaku tawuran dan membuat pernyataan dan perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan mereka dan membubarkan kelompok mereka ”tegas Kaporlesta Jambi

Kinerja Terbaik Gerak Cepat Ungkap Kasus Pembunuhan, DPW FRIC Jambi Berikan Penghargaan Kepada Polresta Jambi

Jambi-FRIC – LiputanJatimBersatu,com. Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi memberikan penghargaan kepada Polresta Jambi atas keberhasilan gerak cepat ungkap kasus pencurian dan pemberatan serta pembunuhan di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan   Ketua DPW Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi mewakili masyarakat memberikan penghargaan Atas kinerja terbaik Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan dan Polresta Jambi serta di backup Polda Jambi ungkap kasus curat dan pembunuhan beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 2 September 2025 dengan Pelaku Dede Maulana alias Diki   Penghargaan berupa piagam diserahkan langsung oleh Ketua DPW FRIC Jambi Dody Candra didampingi Bendahara FRIC Basri Andi kepada Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar SIK MH pada Selasa 14 Oktober 2025 diruang kerja beliau   ” Polresta Jambi dan jajaran layak mendapat apresiasi dan penghargaan atas kinerja terbaiknya dalam waktu 72 jam berhasil mengungkap kasus curat mobil Pajero putih dan pembunuhan terhadap korban Nindia warga Jambi Selatan, sekali lagi apresiasi untuk Polresta Jambi   Berdasarkan kinerja terbaik dan komentar masyakarat berupa Pujian dan apresiasi terhadap kinerja Polri Polresta Jambi dan Polda Jambi maka kita berikan piagam penghargaan dari FRIC   Semoga Polri selalu memberikan kinerja terbaik dalam menjaga , melayani , mengayomi dan melindungi , bahwa Polri Untuk Masyarakat ” ungkap Dody

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu di Pelabuhan Dumai

  *Nasional,-* LiputanJatimBersatu,com. Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram di Pelabuhan Roro Dumai, Kota Dumai, Minggu (12/10).   Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira di Pekanbaru menjelaskan dua orang tersangka telah diamankan dalam pengungkapan tersebut, masing-masing berinisial DE (32) dan LH (33). Keduanya berasal dari Sumatera Selatan.   “Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait rencana pengiriman sabu dari wilayah Rupat, Bengkalis, menuju Palembang. Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Lanal Dumai,” ujar Kombes Putu, Senin (13/10).   Ia menjelaskan, tim gabungan kemudian melakukan pemantauan di Pelabuhan Roro Dumai dan menemukan mobil Avanza putih dengan nomor polisi BN 1747 RQ yang dicurigai membawa barang haram tersebut.   Saat diperintahkan berhenti, pengemudi sempat berusaha kabur hingga akhirnya mobil tersangkut di pembatas jalan kawasan pelabuhan.   “Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 30 bungkus besar berlogo teh hijau yang diduga berisi sabu, disembunyikan di beberapa bagian mobil,” papar Kombes Putu.   Dari hasil pemeriksaan sementara, DE mengaku sabu tersebut akan diantarkan ke Palembang. Ia dijanjikan upah sebesar Rp5 juta per kilogram dan telah menerima Rp15 juta yang dikirim ke rekening milik LH.   Barang bukti yang diamankan antara lain 30 bungkus sabu seberat sekitar 30 kilogram, satu unit mobil Avanza putih, serta empat unit telepon genggam berbagai merek.   “Barang bukti dan para tersangka sudah kami amankan di Mapolda Riau. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk siapa pemesan dan penerima barang,” tambahnya. *(Tim)*

POLDA JABAR MENGHIMBAU SISWA SEKOLAH TIDAK TERPROVOKASI AJAKAN DEMO ANARKIS

Jabar – LiputanJatimBersatu,com.  Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan terhadap para siswa, khususnya di wilayah yang terindikasi rawan terprovokasi ajakan unjuk rasa ke Jakarta. Langkah ini diambil setelah aparat berhasil mengamankan 417 siswa yang berencana mengikuti aksi demonstrasi pada bulan lalu di wilayah hukum Polda Jabar.   Wilayah yang menjadi fokus pembinaan meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta, di mana ditemukan adanya upaya provokasi terhadap pelajar melalui media sosial dan jaringan komunikasi tertentu.   Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa yang melibatkan pelajar tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan mereka. “Pelajar seharusnya fokus pada pendidikan dan masa depan, bukan terseret dalam agenda-agenda kelompok tertentu yang ingin menunggangi isu sosial dan politik,” ujarnya.   Menurut Hendra, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tersebut terprovokasi melalui flyer digital dan ajakan yang beredar di media sosial, yang dibuat dengan narasi menyesatkan untuk menarik simpati generasi muda. “Kami menemukan banyak konten provokatif yang sengaja dibuat untuk membangkitkan emosi dan sentimen negatif terhadap pemerintah,” tambahnya.   Sebagai langkah preventif, Polda Jabar telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, guru, serta pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan mental dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis agar para siswa tidak mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak benar.   “Pembinaan karakter, nasionalisme, dan literasi digital sangat penting untuk mencegah munculnya generasi yang mudah tersulut provokasi dan bertindak anarkis,” tegas Kabid Humas, Selasa (14/10/2025)   Selain itu, Polda Jabar juga mengingatkan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kami tetap mengedepankan langkah pembinaan, tetapi bila ditemukan pihak-pihak yang sengaja memobilisasi pelajar, akan kami tindak tegas,” katanya.   Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kondusifitas wilayah Jawa Barat, terutama menjelang momentum-momentum nasional yang sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan provokasi.   “Harapan kami, sekolah dan orang tua berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.   Bandung, 14 Oktober 2025   Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

Ketua FRIC DPW Jatim Berharap Polisi Menindak Tegas Pelaku Dugaan Pencurian Kabel Telkom

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com- Viralnya pemberitaan dugaan pencurian kabel milik Telkom oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang terjadi hampir di seluruh wilayah Kota Surabaya, serta lemahnya penegakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum (APH), terutama Kepolisian, membuat Ketua Fric Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur, Imam Arifin angkat bicara.   Imam Arifin yang kerap disapa dengan Imam Anugrah menilai APH yang ada di Kota Surabaya, khususnya pihak kepolisian terkesan takut untuk melakukan penindakan terhadap para pelaku yang diduga melakukan pencurian kabel Telkom.   “Sekarang kita bicara secara logika. Pengambilan kabel dilakukan malam hari hingga dini hari. Bahkan, terjadi secara terang – terangan. Ya tidak salah dong kalau masyarakat menilai pihak APH diduga tutup mata atau terkesan melempem,” terangnya.   Selain diduga merugikan negara, pencurian kabel Telkom yang dilakukan secara terang – tetangan ini juga merusak fasilitas umum (fasum) terutama jalan dan berujung pihak pemerintah yang memperbaiki.   “Banyak jalan yang rusak akibat tindakan para pelaku yang diduga pencuri kabel Telkom ini. Kalau perbaikan, tentu menggunakan uang rakyat yang disetorkan kepada pemerintah melalui pembayaran pajak,” lanjutnya.   Imam Anugrah berharap, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Silistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., dan juga Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, S.H., M.H., selaku pimpinan kepolisian di Kota Surabaya bisa menindak tegas para pelaku yang diduga pencuri kabel Telkom tersebut.   “Bahkan yang terbaru, ada video yang diduga pencurian kabel Telkom di Pacar Kembang. Videonya ada, pelakunya kelihatan dan yang diduga membackup juga ada disana. Saya rasa tidak sulit bagi pihak kepolisian menangkap atau setidaknya melakukan pemeriksaan dahulu terhadap semua orang yang ada di video tersebut.   Tinggal pihak kepolisian berniat tidak membersihkan orang – orang yang meresahkan masyarakat Kota Surabaya ini. Kalau niat, pasti tidak akan lama, mereka yang ada didalam video itu ada di kantor polisi,” pungkasnya.   Team

Kepercayaan A, Diduga Terlibat Pencurian Kabel Telkom: SK Akui Berada di Lokasi untuk Benahi Paving

Surabaya,LiputanJatimBersatu.com —Dugaan keterlibatan salah satu orang kepercayaan A berinisial SK dalam kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia di kawasan Pacar Kembang, Surabaya, semakin menguat. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (14/10/2025) itu kini menjadi sorotan publik dan memunculkan tanda tanya besar terkait legalitas aktivitas yang dilakukan para pelaku di lapangan.   Menurut kesaksian warga, beberapa orang terlihat tengah menggali tanah di tepi jalan menggunakan alat berat. Saat ditanya, para pekerja tersebut mengaku telah mengantongi izin dari Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya.   “Katanya sudah izin polisi, makanya kami tidak berani ganggu. Tapi setelah tahu itu kabel Telkom, kami heran kok bisa sampai diambil,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/10/2025).   Belakangan terungkap, salah satu dari kelompok pekerja itu disebut-sebut merupakan orang kepercayaan A, yang diduga menjadi pengendali lapangan dalam sejumlah proyek serupa di Surabaya. Nama A sendiri sebelumnya pernah disebut dalam beberapa laporan terkait aktivitas sejenis yang menimbulkan keresahan warga.   Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, SK membenarkan dirinya berada di lokasi saat kejadian.   “Itu aku ikut untuk pembenahan paving aja. Begitu tahu ada media, aku langsung kabur,” ujar SK saat dikonfirmasi terpisah.   Sementara itu, Ketua Fart Respon Indonesia Counter (FRIC) Jawa Timur, Imam Arifin, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan pencurian aset negara tersebut. Ia menilai, tindakan yang mengatasnamakan izin institusi negara harus diusut secara transparan.   “Kami minta Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya segera bertindak. Jangan biarkan ada pihak yang menggunakan nama institusi untuk membenarkan tindakan melawan hukum. Ini menyangkut aset negara yang nilainya tidak sedikit,” tegas Imam Arifin.   Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait klaim izin yang disebut para pelaku. Sementara, Angga maupun orang kepercayaannya belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan.   Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat Surabaya. Warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan tegas, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di wilayah lain.     @ Anugrah

Hadirkan Eks Napiter Poso, Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi

  Sigi – LiputanJatimBersatu,com. Divisi Humas Polri melalui Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Kontra Radikal, salah satu program prioritas Kapolri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Sulawesi Tengah.   FGD dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Ia didampingi Ketua Tim Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Sigi, Senin (13/10/2025).   Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Ustadz Imron, eks narapidana terorisme yang kini aktif sebagai Ketua Yayasan Lingkar Perdana Poso dan menjadi figur inspiratif dalam gerakan deradikalisasi di Sulawesi Tengah.   Dengan mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama”, kegiatan FGD juga dihadiri Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono dan Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga.   Selain itu, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir, menandai komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan memperkuat ketahanan sosial di daerah yang pernah menjadi episentrum konflik beberapa waktu lalu yang kini sudah aman dan kondusif.   Dalam sambutannya, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmi Kwarta menegaskan bahwa aktivitas terorisme di wilayah Gunung Biru, Kabupaten Poso, kini sudah tidak ada lagi. Namun, ia mengingatkan bahwa paham dan ideologi radikalisme masih berpotensi tumbuh jika tidak diantisipasi bersama.   “InsyaAllah di Sulawesi Tengah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menangkal paham dan ideologi radikalisme. Mari kita jaga kampung yang kita cintai ini, siapa yang mo jaga kampung yang kita cintai ini kalau bukan torang,” ucap Brigjen Helmi dihadapan para tokoh.   Brigjen Helmi Kwarta juga menyoroti perlunya menghapus stigma bahwa terorisme identik dengan umat Islam. Menurutnya, terorisme adalah persoalan individu manusianya, bukan agama.   “Kita harus hilangkan pandangan bahwa terorisme itu identik agama Islam. Semua yang berperilaku buruk, yang menebar ketakutan, itulah terorisme,” tegasnya.   Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan bahwa program Kontra Radikal merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun ketahanan ideologis masyarakat.   “Kontra radikal adalah upaya membangun personal untuk mencegah paham radikalisme dan separatisme yang kini banyak dihembuskan melalui berbagai elemen sosial, budaya, dan politik,” ujarnya.   Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, termasuk Forkopimda, tokoh agama, masyarakat, adat, dan pemuda.   “Kami berharap peserta FGD dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, menyimak materi dengan baik, dan menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar,” pesan Kombes Erdi.   Dalam kesempatan itu, Ustadz Imron turut berbagi pengalaman hidupnya melalui materi bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Cahaya Kebangsaan.” Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu terjerumus dalam jaringan terorisme, hingga akhirnya sadar dan bertekad membantu negara melawan radikalisme dan terorisme musuh kita bersama.   “Alhamdulillah saya ucapkan kepada Divisi Humas Polri yang telah memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan pengalaman sebagai Eks Napiter. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pelajaran sehingga kedepannya indonesia ini terlepas dari paham radikalisme dan aksi terorisme, pungkasnya.

Sambut HKGB ke-73, Bhayangkari Bojonegoro Gelar Bakti Sosial di SLB Putra Harapan

  BOJONEGORO – LiputanJatimBersatu,com. Dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 Tahun 2025, Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama Bhayangkari Cabang Bojonegoro menggelar kegiatan bakti sosial di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Harapan, Jalan Rajekwesi, Kecamatan Kota Bojonegoro, Senin (13/10/2025).   Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro selaku Pembina Bhayangkari, AKBP Afrian Satya Permadi didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian.   Turut hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, para ketua seksi, serta kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa SLB Putra Harapan.   Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, Kapolres Bojonegoro dan Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan sosial kepada pihak sekolah serta para siswa.   Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar terus berprestasi dan mandiri.   AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.   “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak SLB, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat,” ujarnya.   AKBP Afrian menambahkan, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HKGB ke-73 tahun 2025.   “Momentum HKGB kami maknai dengan kegiatan positif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Kapolres Bojonegoro.   Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Putra Harapan, Endar Dwi Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bojonegoro dan Bhayangkari atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.   “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bhayangkari dan jajaran Polres Bojonegoro. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami,” ujarnya.   Endar berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk menumbuhkan semangat dan motivasi bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus.   “Kehadiran bapak dan ibu dari Polres serta Bhayangkari menjadi penyemangat bagi kami semua,” tambahnya.   Kegiatan bakti sosial ini ditutup dengan foto bersama serta penyerahan simbolis bantuan kepada pihak sekolah dan siswa. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai seluruh rangkaian acara tersebut.

Polres Lamongan Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Dua Lokasi

LAMONGAN – LiputanJatimBersatu,com. Tegas berantas perjudian, jajaran Polres Lamongan Polda Jatim bongkar arena judi sabung ayam di Dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Pucuk dan Kecamatan Brondong, pada Jumat (10/10) pekan yang lalu.   Penggerebekan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, di area jalan sawah perbatasan antara Desa Padenganploso dan Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.   Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd mengatakan pembongkaran arena judi sabung ayam itu setelah Polisi menerima laporan dari masyarakat.   “Petugas langsung melaksanakan pengecekan ke TKP dan memang benar ditemukan adanya kegiatan sabung ayam di lokasi yang dilaporkan lalu melakukan penggerebekan dan penangkapan.” ungkap Ipda Hamzaid,Senin (13/10).   Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 3 buah sangkar ayam, 2 ekor ayam, 1 buah bandang (alat adu ayam), dan 1 buah kiso (alat membawa ayam).   Karena lokasi hanya memiliki satu akses jalan dan kondisi sudah mulai gelap, petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti tanpa pelaku.   Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kegiatan sabung ayam di lokasi tersebut tidak dilakukan setiap hari, melainkan pada waktu-waktu tertentu.   Sementara itu, beberapa jam sebelumnya penggerebekan juga dilakukan oleh Polsek Brondong pada Jumat siang (10/10) sekitar pukul 13.30 WIB.   Petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas sabung ayam di belakang sebuah Warung di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong.   Menindaklanjuti laporan tersebut, Dua anggota melakukan pengecekan lapangan dan mendapati adanya kegiatan sabung ayam di TKP.   Petugas kemudian menghubungi Kapolsek Brondong untuk melakukan tindakan.   Tak lama berselang, Kapolsek Brondong bersama anggota mendatangi lokasi menggunakan mobil patroli 802.   Namun, saat petugas tiba di depan warung, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan arena.   Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 4 ekor ayam jantan, 2 buah kandang ayam bundar, 1 unit HP Oppo warna hitam, 1 buah area sabung ayam (kalangan) warna biru muda, dan 2 buah kiso (tempat ayam).   Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Brondong untuk proses lebih lanjut.   Menanggapi dua penggerebekan tersebut, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd menegaskan bahwa Polres Lamongan tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian, termasuk sabung ayam.   “Polres Lamongan berkomitmen menindak tegas segala bentuk praktik perjudian. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dan segera melaporkan bila mengetahui kegiatan serupa agar dapat ditindaklanjuti.” tegasnya.

DPW FRIC Jambi. Berikan Penghargaan Kepada Polsek Jambi Selatan, Apresisasi Tangkap Pelaku Pencurian dan Pembunuhan Di Talang Bakung 

Jambi-FRIC LiputanJatimBersatu,com. Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi memberikan penghargaan kepada Polsek Jambi Selatan Polresta Jambi atas keberhasilan ungkap kasus pencurian dan pemberatan serta pembunuhan di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan   Ketua DPW Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi mewakili masyarakat memberikan penghargaan Atas kinerja terbaik Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan dan Polresta Jambi serta di backup Polda Jambi ungkap kasus curat dan pembunuhan beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 2 September 2025 dengan Pelaku Dede Maulana alias Diki   Penghargaan berupa piagam diserahkan langsung oleh Ketua DPW FRIC Jambi Dody Candra didampingi Bendahara FRIC Basri Andi kepada Kapolsek Jambi Selatan AKP Helrawati Siregar SH dan Kanit Reskrim Iptu Junaidi di Mako Polsek Jambi Selatan pada Selasa 14 Oktober 2025   ” Polsek Jambi Selatan layak mendapat apresiasi dan penghargaan atas kinerja terbaiknya dalam waktu 72 jamb berhasil mengungkap kasus curat mobil Pajero putih dan pembunuhan terhadap korban Nindia warga Jambi Selatan   Berdasarkan kinerja terbaik dan komentar masyakarat berupa Pujian dan apresiasi terhadap kinerja Polisi Polsek Jambi Selatan Polresta Jambi dan Polda Jambi maka kita berikan piagam penghargaan dari FRIC   Semoga Polri selalu memberikan kinerja terbaik dalam menjaga , melayani , mengayomi dan melindungi , bahwa Polri Untuk Masyarakat ” ungkap Dody