Liputan Jatim Bersatu

Ketua AMI Nilai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Hadirkan Arah Baru untuk Indonesia

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com — Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menghadirkan arah perubahan baru yang positif bagi Indonesia.   Menurut Baihaki, duet Prabowo–Gibran mampu menunjukkan kinerja cepat dan terukur dalam berbagai sektor strategis, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.   “Kami melihat pemerintahan Prabowo–Gibran bekerja dengan cepat, tegas, dan terarah. Dalam waktu satu tahun, berbagai kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat kecil mulai terlihat hasilnya,” ujar Baihaki Akbar kepada awak media, Rabu (16/10/2025).   Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah terhadap kemandirian pangan dan energi, penguatan pertahanan nasional, serta program ekonomi kerakyatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa.   “Kemandirian di sektor pangan dan energi adalah pondasi kedaulatan negara. Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang berani memperkuat dua sektor vital itu, sekaligus memperhatikan kesejahteraan masyarakat bawah,” tegasnya.   Baihaki juga menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas dan berwibawa, berpadu dengan semangat muda Gibran Rakabuming Raka yang membawa gagasan segar dalam tata kelola pemerintahan.   “Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda menjadi energi baru bagi bangsa ini. Prabowo membawa ketegasan, sementara Gibran menghadirkan inovasi dan perspektif generasi muda,” lanjutnya.   Ia menilai, berbagai terobosan di sektor digital, pendidikan vokasi, dan peran aktif generasi muda dalam pembangunan nasional menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menuju Transformasi Indonesia Emas 2045.   “Tahun pertama ini adalah fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, modern, dan bermartabat. AMI percaya, dengan sinergi seluruh elemen bangsa, visi besar pemerintahan Prabowo–Gibran akan menjadikan Indonesia semakin disegani di dunia internasional,” pungkas Baihaki.   Anugrah

Ketua AMI Nilai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Hadirkan Arah Baru untuk Indonesia

  Surabaya, LiputanJatimBersatu.com — Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menghadirkan arah perubahan baru yang positif bagi Indonesia.   Menurut Baihaki, duet Prabowo–Gibran mampu menunjukkan kinerja cepat dan terukur dalam berbagai sektor strategis, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.   “Kami melihat pemerintahan Prabowo–Gibran bekerja dengan cepat, tegas, dan terarah. Dalam waktu satu tahun, berbagai kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat kecil mulai terlihat hasilnya,” ujar Baihaki Akbar kepada awak media, Rabu (16/10/2025).   Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah terhadap kemandirian pangan dan energi, penguatan pertahanan nasional, serta program ekonomi kerakyatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa.   “Kemandirian di sektor pangan dan energi adalah pondasi kedaulatan negara. Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang berani memperkuat dua sektor vital itu, sekaligus memperhatikan kesejahteraan masyarakat bawah,” tegasnya.   Baihaki juga menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang tegas dan berwibawa, berpadu dengan semangat muda Gibran Rakabuming Raka yang membawa gagasan segar dalam tata kelola pemerintahan.   “Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda menjadi energi baru bagi bangsa ini. Prabowo membawa ketegasan, sementara Gibran menghadirkan inovasi dan perspektif generasi muda,” lanjutnya.   Ia menilai, berbagai terobosan di sektor digital, pendidikan vokasi, dan peran aktif generasi muda dalam pembangunan nasional menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menuju Transformasi Indonesia Emas 2045.   “Tahun pertama ini adalah fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, modern, dan bermartabat. AMI percaya, dengan sinergi seluruh elemen bangsa, visi besar pemerintahan Prabowo–Gibran akan menjadikan Indonesia semakin disegani di dunia internasional,” pungkas Baihaki.

5 TARUNA AKPOL CERDAS MENGUPAS INOVASI KAJIAN KRUSIAL PENDIDIKAN STEM SEBAGAI FONDASI GENERASI TANGGUH INDONESIA

Jawa Barat – LiputanJatimBersatu,com. Semangat Dharma, Bijaksana, Ksatria yang diemban Akademi Kepolisian (Akpol) tidak hanya tercermin di medan pengabdian, tetapi juga di kancah ilmiah. Lima Taruna/Taruni Akpol menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masa depan bangsa melalui penelitian esai inspiratif berjudul “Membangun Generasi Tangguh Melalui Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)”. Inisiatif ini membuktikan bahwa calon perwira Polri adalah bagian integral dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional, siap menghadapi tantangan Abad ke-21.   Tim peneliti yang merupakan representasi terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia ini terdiri dari Alifia Zahra Putri Ariesti (No. AK 200406013149, Jakarta, 21 tahun), Bagas Satya Rama Pribadi (No. AK 200502013211, Jabar, 20 tahun), Raja Aufa Mahasin (No. AK 200502013208, Kalteng, 20 tahun), Raja Luat Simanjuntak (No. AK 200409013168, Sumsel, 21 tahun), dan Sefrio Farhan Fadhillah (No. AK 200409013171, Yogyakarta, 21 tahun). Mereka menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama pembangunan SDM yang berkualitas , dan pendekatan STEM adalah jawaban paling relevan untuk menanggapi perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.   Penelitian yang menggunakan metode studi literatur ini secara gamblang menjelaskan peran sentral Pendidikan STEM, yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, dalam membekali siswa dengan keterampilan inti seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan literasi digital. Keterampilan ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi merupakan fondasi kuat untuk membentuk karakter resilien dan sikap mental yang adaptif terhadap perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Dengan pola pikir pemecahan masalah yang ilmiah, generasi muda akan tangguh menghadapi berbagai dinamika global, mulai dari perubahan iklim hingga krisis kesehatan.   Namun demikian, para Taruna/Taruni ini tidak memungkiri bahwa implementasi Pendidikan STEM di Tanah Air masih menghadapi tantangan serius yang harus segera diatasi. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep integratif STEM, minimnya fasilitas laboratorium dan perangkat teknologi, serta kesenjangan digital yang lebar antara sekolah di perkotaan dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Selain itu, rendahnya minat siswa pada bidang STEM serta kurangnya integrasi nilai karakter dalam proses pembelajaran juga menjadi hambatan signifikan.   Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Dampak dari penguatan Pendidikan STEM dinilai sangat luas, menyentuh pembangunan sosial dan ekonomi bangsa. Secara sosial, STEM membentuk pola pikir ilmiah, kritis, dan rasional yang krusial bagi masyarakat agar mampu memilah informasi di tengah disinformasi digital. Sementara di sektor ekonomi, investasi pada STEM berkorelasi langsung dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja dan mendorong transformasi ekonomi menuju industri berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Kegagalan dalam mengoptimalkannya dikhawatirkan akan berakibat pada rendahnya daya saing nasional dan stagnasi inovasi.   Taruna Akpol menyoroti berbagai studi kasus yang berhasil sebagai model untuk direplikasi. Salah satunya adalah keberhasilan penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis mitigasi bencana gempa bumi di salah satu sekolah, yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman sains sekaligus menumbuhkan keterampilan kolaborasi dan kreativitas siswa. Selain itu, pendekatan STEAM (yang menambahkan unsur Seni/Arts) berbasis nilai-nilai lokal, bahkan nilai keislaman, juga efektif dalam membentuk karakter religius, tanggung jawab sosial, dan memperkuat resiliensi peserta didik.   “Sebagai solusi strategis, tim peneliti merekomendasikan penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak melalui pelatihan rutin, khususnya yang berfokus pada integrasi lintas disiplin ilmu dan penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Langkah ini harus diiringi dengan upaya pemerataan penyediaan fasilitas dan sumber belajar berbasis teknologi, bahkan melalui kerja sama antara pemerintah, universitas, dan pihak swasta untuk menyediakan laboratorium STEM serta akses internet di seluruh sekolah.” ujar Kombes Hendra, Kamis (16/10/2025)   Selain itu, mereka menekankan pentingnya pengembangan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan menarik, seperti kurikulum berbasis proyek yang mengangkat isu-isu lokal, misalnya pengelolaan sampah atau energi alternatif. Krusial juga untuk mengintegrasikan penanaman karakter dan mindset technopreneurship sejak dini, mendorong siswa merancang produk inovatif yang dapat dipasarkan, sehingga mereka menjadi pencipta lapangan kerja.   Kolaborasi multipihak merupakan kunci keberhasilan jangka panjang. Penelitian ini mendorong terjalinnya kolaborasi erat antara sekolah, pemerintah, dunia industri, dan komunitas. Keterlibatan industri dapat berupa penyediaan mentoring, magang, atau kompetisi inovasi berbasis STEM, yang memberikan siswa gambaran nyata mengenai penerapan ilmu yang mereka pelajari di dunia kerja.   Sebagai penutup, tim Taruna/Taruni Akpol merekomendasikan perumusan kebijakan nasional yang lebih terintegrasi berupa Peta Jalan (roadmap) Pendidikan STEM jangka panjang. Kebijakan ini harus memuat target capaian yang terukur dan didukung oleh sistem monitoring, evaluasi, serta insentif yang berkelanjutan. Disimpulkan bahwa Pendidikan STEM adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang resilien, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global. Jika strategi ini dijalankan secara sistematis dan inklusif, Indonesia akan mampu melahirkan generasi pemimpin inovasi yang memajukan bangsa di era global.   Bandung, 16 Oktober 2025   Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Gabungan Mahasiswa Jambi Apresiasi Kapolda Jambi Respon dan Keterbukaan Komunikasi Dengan Mahasiswa, ” Dan Berkomitmen Jaga Kamtibmas”  

Jambi – LiputanJatimBersatu,com. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melaksanakan kegiatan Silaturahmi bersama Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus, Aliansi BEM, Paguyuban Mahasiswa Kabupaten/Kota, dan OKP Provinsi Jambi di Rumah Kebangsaan Siginjai, Kamis (16/10/2025).   Turut hadir mendampingi Kapolda Jambi, Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Dr. Edi Fariyadi, Dirintelkam Kombes Pol Hendri Hotuguan Siregar, Dirbinmas Kombes Pol Henky Poerwanto, serta sejumlah pejabat utama Polda Jambi lainnya.   Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para mahasiswa yang hadir, serta menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan membawa perubahan positif bagi Provinsi Jambi.   “Adik-adik sekalian adalah aset Jambi yang memiliki idealisme untuk membawa perubahan. Unjuk rasa merupakan media untuk menyampaikan aspirasi, namun hendaknya dilakukan secara elegan tanpa merusak fasilitas negara,” ujar Kapolda Jambi.   Kapolda juga menegaskan bahwa Kepolisian tidak akan menghalangi aksi unjuk rasa mahasiswa selama dilakukan dengan tertib.   “Kami akan selalu siap mengawal setiap aksi aspirasi. Yang penting, jangan sampai disusupi pihak-pihak yang ingin merusak makna perjuangan kalian,Kita lakukan komunikasi dan kerjasama yang baik agar dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa selanjutnya dapat rekan-rekan lakukan dengan baik dan tujuan dapat tercapai,” tambahnya   Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Ketua Umum BADKO HMI Jambi Ozi Saifirman, menyampaikan rasa bangganya dapat berdialog langsung dengan Kapolda. Ia berharap pertemuan seperti ini dapat menjadi wadah komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pihak kepolisian.   “Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolda Jambi yang telah memberikan ruang silaturahmi ini. Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin agar persoalan-persoalan mahasiswa dan masyarakat dapat diselesaikan bersama,” tutur Ozi.   Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa menyoroti isu-isu penting seperti maraknya tambang ilegal, geng motor, serta tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Kapolda Jambi menanggapi dengan tegas bahwa Polda Jambi terus melakukan langkah-langkah preemtif dan represif sesuai prioritas, serta berkomitmen menyalurkan aspirasi mahasiswa kepada stakeholder terkait.   “Kami tidak tinggal diam. Penegakan hukum terhadap tambang ilegal dan kejahatan jalanan terus dilakukan. Kami juga membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan dialog,” ungkap Kapolda.   Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara Kepolisian dan mahasiswa, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan Jambi yang lebih baik.     #poldajambi #kapoldajambi #irjenpolkrisnosiregar #jambi #polriuntukmasyarakat #polripresisi #powerisforservice

Kasus Pengeroyokan Berujung maut di Konser Hardcore Terungkap, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Empat Pelaku.

TANJUNG PERAK – LiputanJatimBersatu,com. Empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang saat konser euforia musik hardcore di Pasar Tunjungan, diamankan Kepolisian Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.   Salah satu korban seorang pemuda yang menjadi sasaran RPAF, (22) warga Surabaya, meregang nyawa setelah dikeroyok oleh sekelompok orang yang menuduhnya memalsukan tiket masuk konser.   Kasus itu sempat menjadi perhatian publik sebelum anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak mengungkap para pelaku pengeroyokan yang terjadi pada Kamis, (25/09) silam, di kawasan Gadukan Utara V-A, Bozem Surabaya.   Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Prasetya melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan awal kejadian bermula pada Rabu, (24/09), ketika itu RPAF mendatangi konser hardcore di Pasar Tunjungan, Surabaya.   “Saat korban masuk, panitia yakni D (21) mencurigai adanya tiket palsu karena adanya perbedaan ukuran kabel ties yang digunakan,” tutur Iptu Suroto, pada Kamis (16/9).   Iptu Suroto mengatakan korban kemudian dipanggil dan diinterogasi. Namun, ketika ia membantah tuduhan tersebut, D bersama Z (18) langsung memukul korban di lokasi. Aksi kekerasan itu sempat ditegur oleh penyelenggara acara agar tidak menimbulkan keributan.   Namun, amarah para pelaku tak berhenti di sana. Setelah kejadian di lantai dua Pasar Tunjungan, korban dibawa secara paksa ke kawasan Bozem Gadukan, Surabaya, oleh D, Z, FA (22), FS (22), dan H. Di tempat itu, korban kembali diinterogasi dan dihajar secara brutal.   “Pelaku menampar, memukul, hingga menendang korban secara bergantian. Mereka menuntut korban mengembalikan uang sebesar Rp500 ribu hasil penjualan tiket yang dianggap palsu,” jelas Iptu Suroto.   Korban akhirnya mengakui bahwa tiket yang dijualnya palsu. Namun, pengakuan itu justru membuat para pelaku semakin beringas.   Usai dianiaya, korban dalam kondisi lemas dan penuh luka. Para pelaku kemudian membawa korban ke rumah FS dengan alasan ingin memberikan pertolongan medis sederhana. Luka-lukanya dibersihkan seadanya, hingga ayah FS menyadari kondisi korban yang kritis dan mendesak mereka agar segera dibawa ke rumah sakit.   Setibanya di rumah sakit, korban langsung dimasukkan ke ruang IGD. Namun, petugas medis menyampaikan kabar duka bahwa korban telah meninggal dunia.   Alih-alih bertanggung jawab, para pelaku justru meninggalkan korban di rumah sakit dengan alasan hendak menghubungi keluarga dan melapor ke polisi. Namun, mereka tidak pernah kembali.   Menindaklanjuti laporan dari keluarga korban, polisi segera menggelar penyelidikan. Melalui rekaman CCTV, barang bukti pakaian berdarah, dan keterangan saksi, kemudian polisi berhasil menangkap Z. Disusul D pada (2/10), FA pada (9/10), dan FS pada (11/10). Sementara pelaku H (DPO) saat ini dalam pengejaran petugas.   Iptu Suroto menyatakan bahwa para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.   “Kami berkomitmen menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi,” tegas Iptu Suroto.   Motif utama para pelaku emosi dan kekecewaan ekonomi. Mereka tidak terima dengan dugaan penjualan tiket palsu yang dilakukan korban dan menuntut pengembalian uang sebesar Rp500 ribu.   Sayangnya, tindakan main hakim sendiri itu justru merenggut nyawa seseorang. Polisi mengimbau masyarakat agar menyerahkan segala bentuk perselisihan kepada aparat hukum dan tidak bertindak di luar batas.   Dari lokasi kejadian, polisi menyita, antara lain pakaian korban yang berlumuran darah, beberapa potong pakaian milik tersangka, dan uang tunai Rp500 ribu. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk penyidikan lanjutan.

Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB Berikan Komentar atas Pidato Wilson Lalengke

  New York — Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (Fourth Committee of the United Nations) mengadakan konferensi ke-80 bertempat di Conference Room #4 Markas Besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada tanggal 08-10 Oktober 2025. Dalam sesi konferensi penting di Komite Keempat PBB yang diadakan pada hari pertama, Rabu (08 Oktober 2025), Mr. José Alberto Briz Gutiérrez, Ketua pertemuan ke-80, menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Wilson Lalengke, delegasi petisioner dari Indonesia, atas kehadiran dan pidatonya di sesi tersebut yang berdampak dalam membahas pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp pengungsi Tindouf dan wilayah lainnya.   Wilson Lalengke, seorang jurnalis terkemuka dan pejuang hak asasi manusia Indonesia yang banyak terlibat dalam advokasi untuk kebebasan sipil dan keadilan kemanusiaan, menyampaikan pernyataan yang tegas dan meyakinkan peserta konferensi, terutama para diplomat dan pejabat PBB yang hadir. Dalam pernyataannya di depan sekitar 400 peserta konferensi, Wilson Lalengke meminta perhatian komunitas international atas penderitaan penduduk Sahrawi di kamp pengungsi Tindoef di gurun pasir Sahara di wilayah Aljazair.   Rekomendasinya, yang digambarkan oleh Ketua Konferensi sebagai “menginspirasi,” dipuji karena kedalaman dan relevansinya dengan upaya PBB yang sedang berlangsung. “Wawasan yang dibagikan oleh petitioner Wilson Lalengke menjadi masukan penting bagi penyusunan kebijakan kami,” ujar Briz Gutiérrez langsung kepada Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu usai konferensi, Rabu, 08 Oktober 2025 lalu.   Pidato Wilson Lalengke, tambah diplomat dari Guatemala ini, menjadi penambah energy bagi badan dunia itu dalam menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan PBB dalam mengatasi masalah pelanggaran HAM. “Suara Anda semakin menguatkan upaya kolektif kita untuk mewujudkan keadilan dan penghormatan atas martabat manusia bagi semua orang yang terdampak konflik dan pengungsian,” tambah Briz Gutierrez.   Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB itu menekankan bahwa kontribusi dari masyarakat sipil sangat penting untuk membentuk kerangka kerja hak asasi manusia yang responsif dan inklusif dalam sistem PBB. Pernyataan dan rekomendasi para petisioners seperti yang disampaikan Wilson Lalengke di forum PBB diharapkan dapat memberikan masukan bagi pertimbangan dan resolusi di masa mendatang terkait pengawasan dan perlindungan kemanusiaan.   Komite Keempat, yang membahas berbagai isu terkait dekolonisasi dan politik, termasuk upaya penyelesaian konflik dan pemeliharaan perdamaian, terus menjadi wadah bagi beragam perspektif dalam dialog global tentang hak asasi manusia dan pembangunan politik. Secara lengkap, berikut ini dikutipkan isi pidato Wilson Lalengke pada konferensi ke-80 Komite Keempat PBB lalu dalam versi Bahasa Inggris.   _ _ _ _ _ Good afternoon, ladies and gentlemen.   I am Wilson Lalengke, a journalist and human rights activist from Indonesia. It is an honour for me to be in this very noble forum.   I am here to deliver my statement and testimony on the extrajudicial executions in the Tindouf refugee camps by Polisario as a practice contrary to jus cogens and to international human rights law.   These extrajudicial executions are not isolated incident. They are systematic violations carried out against civilians, people stripped of liberty, silenced, and denied due process. The Tindouf camps, located on Algerian soil, house over 170,000 Sahrawi refugees under the control of the Polisario Front. According to United Nations Human Rights Council reports, there have been numerous of extrajudicial execution, arbitrary detentions, and torture in Tindouf camps.   Let us be clear: the right to life is not negotiable. It is protected by the Universal Declaration of Human Rights, the International Covenant on Civil and Political Rights, and by jus cogens norms; those peremptory rules of international law that bind all states and actors without exception. Extrajudicial killings are a direct affront to these norms. They are crimes that cannot be justified by politics nor hidden behind sovereignty.   What’s happening in Tindouf is not just a humanitarian crisis; it is a collapse of legal and ethical order. Civilians are executed without trial, without evidence, without defence. Algerian authorities, by hosting and enabling these acts, share responsibility.   We mulst ask: where is the accountability? Where is the international response? Silence means complicity. International community must demand independent investigations, prosecutions of those responsible, and protection for the vulnerable. Jus cogens norms are not theoretical; they are the foundation of justice.   My message is this: let’s come to action now. Please be in our mind that the rule of law must apply everywhere, even in the most remote corners of the desert. The Population of the Tindouf camps deserve justice, dignity, and freedom from fear.   I am Wilson Lalengke from Indonesia. Thank you very much. _ _ _ _ _   Rekaman video lengkap pidato Wilson Lalengke (menit ke 01:36:08) bersama petisioner lainnya dapat disimak di UN Web TV pada tautan ini: https://webtv.un.org/en/asset/k1f/k1fhhj3nq9.         (Pak Sahril)

Bawa Satu Koper Bukti ke KPK: LSM HJM Laporkan Dugaan Korupsi 100 Desa di Lamongan dan Dugaan Jual Beli Pokir DPRD Lamongan

Jakarta, LiputanJatimBersatu,com. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harmoni Jiwa Mandiri (HJM) resmi melaporkan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi besar-besaran di Kabupaten Lamongan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.   Dalam pelaporan tersebut, pihak HJM datang membawa satu koper penuh berisi dokumen dan bukti dugaan korupsi yang mencakup penggunaan dana desa dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak tahun 2019 hingga 2024. Berdasarkan hasil investigasi lembaga ini, kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp80 miliar.   Ketua Umum LSM Harmoni Jiwa Mandiri, Sukadi, S.H., mengatakan laporan ini mencakup sekitar 100 desa dari 13 kecamatan di Lamongan yang diduga kuat melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran publik.   “Kami datang ke KPK membawa satu koper penuh berisi bukti-bukti kuat dugaan penyalahgunaan dana desa dan PTSL di Lamongan. Berdasarkan hasil kajian kami, potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp80 miliar,” ujar Sukadi saat di gedung KPK kepada SKH Suara Publik, Rabu (15/10/2025).   Sukadi menegaskan, pihaknya memutuskan melapor ke KPK karena menilai praktik penyimpangan yang terjadi sudah terstruktur dan masif.   “Ini bukan masalah kecil. Indikasinya sudah sistematis. Karena itu, kami menilai KPK adalah lembaga paling tepat untuk menangani kasus ini,” imbuhnya.   Sementara itu, Suliono, S.H., selaku kuasa hukum pelapor, menjelaskan bahwa laporan HJM tidak hanya menyangkut dugaan korupsi di tingkat desa, tetapi juga mencakup lembaga legislatif di Lamongan.   “Selain laporan korupsi dana desa dan PTSL, kami juga melaporkan dugaan jual beli pokir di lingkungan DPRD Kabupaten Lamongan, yang melibatkan sekitar 50 anggota dewan. Dari hasil investigasi HJM, ditemukan bahwa para anggota dewan diduga mendapat keuntungan pribadi sekitar 35 persen dari nilai proyek pokir yang diberikan ke Desa,” ungkapnya.   “Ini jelas menyalahi aturan dan berpotensi merugikan keuangan negara,” imbuhnya.   Lebih lanjut, Suliono menegaskan bahwa pelaporan ini bukan diinisiasi langsung oleh Aliansi Alam Bersatu Jaya, melainkan oleh LSM Harmoni Jiwa Mandiri (HJM) yang merupakan bagian dari aliansi tersebut.   “Perlu kami luruskan, laporan ini bukan inisiatif langsung dari Aliansi Alam Bersatu Jaya. Ini murni langkah hukum dari LSM Harmoni Jiwa Mandiri yang memang berada di bawah naungan aliansi Alam Bersatu Jaya,” jelasnya.   Ia juga menambahkan bahwa Miftah Zaeni, yang selama ini dikenal sebagai Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, dalam konteks pelaporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai Kepala Divisi Investigasi LSM HJM.   “Bapak Miftah Zaeni memang ikut dalam tim pelaporan, namun posisinya di sini bukan sebagai presiden aliansi, melainkan sebagai kepala divisi investigasi LSM HJM,” tegas Suliono.   Ia menambahkan, laporan ke KPK ini merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya klarifikasi dan advokasi di tingkat daerah tidak mendapatkan tanggapan serius.   “Kami sudah coba dorong penyelesaian di tingkat kabupaten, tapi tidak ada progres. Karena itu, kami memilih jalur hukum melalui KPK agar semuanya terang benderang,” pungkasnya.     (Pak Sahril)

POLDA JABAR GAGALKAN PEREDARAN NARKOBA JARINGAN INTERNASIONAL DAN LOKAL, 17,6 KG SABU, 19,5 KG GANJA, DAN SENJATA API ILEGAL DISITA

Jabar – LiputanJatimBersatu,com. melalui Dit Resnarkoba Polda Jabar berhasil melumpuhkan jaringan peredaran gelap narkotika skala besar, yang melibatkan rute internasional dan pasokan lokal, dengan menyita total barang bukti yang sangat masif: lebih dari 17,6 kilogram (kg) sabu dan sekitar 19,5 kg ganja. Pengungkapan yang dirilis pada 16 Oktober 2025 di Polda Jabar ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jabar untuk mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika, demi mencapai visi Indonesia Emas 2045. Kasus ini dikategorikan sebagai extraordinary crime, mengingat dampaknya yang merusak bangsa.   Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar melakukan serangkaian penyelidikan dan penangkapan yang melibatkan tujuh tersangka dalam kasus sabu yaitu RD, D, RKA, JW, AEN, DAA, dan S. Jaringan ini diketahui beroperasi dari kawasan Cina, Malaysia, hingga Indonesia, dengan sabu yang disita diidentifikasi sebagai “grade terbaik” dari jaringan Golden Triangle. Operasi penangkapan dilakukan secara bertahap di empat lokasi lintas provinsi, dimulai dari Sukabumi (24 September 2025) , kemudian meluas ke Gerbang Tol Kalikangkung Semarang (1 Oktober 2025) , Surakarta (2 Oktober 2025) hingga berakhir di Citeureup, Kabupaten Bogor (4 Oktober 2025).   Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Total barang bukti sabu yang berhasil disita mencapai 17.657,78 gram. Modus operandi para pelaku sangat beragam, termasuk menyembunyikan 5 kg sabu dalam kemasan teh Cina dan 2 ons sabu yang disamarkan dengan dibalut popok bayi di dalam bungkus plastik pembalut, serta penyitaan 34 butir ekstasi (inek)   “Selain sabu, jajaran Satresnarkoba Polres Bogor juga mengungkap peredaran ganja lokal dari Aceh, menyita 15,5 kg ganja dari tersangka ID dan MF, ditambah 4 kg ganja dari Polrestabes Bandung, sehingga total ganja yang disita mencapai sekitar 19,5 kg.” ujarnya, Kamis (16/10/2025)   Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD. S.Sos., S.I.K., M.Si menyatakan bahwa Aspek yang paling mengkhawatirkan adalah temuan senjata api (senpi) rakitan beserta peluru tajam asli kaliber 7,62 (peluru AK-47) yang dimiliki oleh para bandar, menunjukkan tingkat bahaya dan resistensi mereka terhadap aparat. Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.   “Ancaman hukuman yang menanti para pelaku adalah maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara 20 tahun. Selain itu, mereka diancam denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. Polda Jabar juga menyoroti bahwa jaringan ini sebagian masih dikendalikan dari dalam Lapas, sehingga akan memperkuat koordinasi dengan Kemenkumham. Polda Jabar menutup rilis pers dengan pesan tegas: “Negara hadir, Negara tidak boleh kalah” oleh jaringan atau sindikat narkoba” tutupnya.   Bandung, 16 Oktober 2025   Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Launch of Ticketing for the TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations Morocco 2025: Update from the Organizing Committee

  Rabat – LiputanJatimBersatu,com. The Organizing Committee, on Tuesday (14-10-2025), wishes to inform the public and all stakeholders that ticket sales for the competition are now open and that 58,000 tickets have been sold as of today at 5:00 pm.   Regarding the Yalla App, 145,731 applications have been received and the total number of FAN ID issued as of today at 5:00 pm is 121,924 of which 31,058 are related to foreign nationalities, covering 108 countries.   In response to the exceptionally high volume of requests, all technical teams are working tirelessly and continuously to implement improvements and respond to the demand as quickly as possible.   We wish to remind the public that, to better support applicants, a dedicated customer service line (+212 5 30 30 20 30) has been made available. It operates in three languages (Arabic, English, and French) and is operated by a team of over 600 agents working 24 hours a day, 7 days a week, to answer inquiries and assist users.   Applicants may also contact the support team via email at: info@yallamorocco.ma   The Organizing Committee thanks all supporters, media representatives, delegations, and partners for their enthusiasm, and reaffirm his commitment to ensuring a smooth experience for all.       Anugerah

Tim DVI Polda Jatim Rampungkan Identifikasi Seluruh Korban Robohnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

  SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur akhirnya menuntaskan seluruh proses identifikasi terhadap korban robohnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.   Seluruhnya sebanyak 67 kantong jenazah yang diterima telah berhasil diidentifikasi, dengan tambahan 5 korban terakhir yang teridentifikasi hingga hari ini Rabu (15/10/2025).   Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses identifikasi hari ini menuntaskan seluruh data korban yang dilaporkan hilang oleh keluarga.   “Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 63 korban dari 67 kantong jenazah yang kami terima,” kata Kombes Pol Khusnan.   Ia mengatakan dari data ante mortem yang melaporkan hilang yaitu 63 korban hilang dan saat ini sudah teridentifikasi seluruhnya sebanyak 63 orang.   Adapun lima korban yang baru teridentifikasi hari ini yakni:   1. Sholihan (17 tahun), warga Dusun Konyek, Alas Rajah, Blega, Bangkalan, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.   2. Raihan Rafa Aldiyansyah (14 tahun), warga Dusun Langgar, Banyoneng Laok, Geger, Bangkalan, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.   3. Fairuz Shirojuddin (16 tahun), warga Jl. Singajaya, Singopadu, Tulangan, Sidoarjo, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti.   4. Moch. Defa Sharifuddin (17 tahun), warga Dusun Kaligede, Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk, teridentifikasi melalui DNA dan medis.   5. Zaky (12 tahun), warga Planggaran Timur, Lepelle, Robatal, Sampang, teridentifikasi melalui medis dan properti.   Kombes Pol Khusnan juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya para santri korban tragedi tersebut.   “Saya turut berdukacita atas adik-adik santri yang menjadi korban peristiwa ini. Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya.   Kombes Pol Kusnan menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan selama 24 jam tanpa henti, sejak hari pertama kejadian.   “Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, sehingga 24 jam ketika hari pertama, kedua, ketiga, kita full 24 jam,” jelasnya.   Dengan selesainya seluruh proses identifikasi, seluruh jenazah yang telah teridentifikasi malam ini langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.   Kombes Pol Khusnan menutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran operasi.   “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak, sehingga operasi DVI dapat berjalan dengan baik dan berhasil mengidentifikasi seluruh korban. Semoga menjadi amal ibadah bagi seluruh rekan yang terlibat,” pungkasnya.