Liputan Jatim Bersatu

Silaturahmi Polda Jambi bersama Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Provinsi Jambi Sepakat Terjalin Komunikasi dan Komitmen Ciptakan Sitkamtibmas 

Jambi. LiputanJatimBersatu,com. Kepolisian Daerah Jambi melalui Direktorat Intelkam Polda Jambi bersama Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Provinsi Jambi yang digelar di Rumah Ke angsaan Siginjai, pada Jum’at 17 Oktober 2025   Hadir dalam kegiatan tersebut langsung Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol. Hendri H. Siregar, S.I.K, Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Jambi AKBP Ali Sadikin. S.E, Ketua Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KORWIL KSBSI) Provinsi Jambi Roida Pane, S.H, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Jambi Asnawi Alamsyah, Sekretaris Komite Wilayah Serikat Buruh Kerakyatan (KOMWIL SERBUK) Indonesia Provinsi Jambi Surya Tambunan, Anggota Serikat Buruh/Pekerja Provinsi Jambi yang hadir sekitar 20 orang.   Kegiatan dalam rangka silaturahmi dan diskusi guna mewujudkan Jambi aman damai dan kondusif   Kegiatan diawali Penyampaian Dirintelkam Polda Jambi “Terimakasih atas pertemuan silaturahmi Polda Jambi dengan Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Provinsi Jambi ” Dengan silahturahmi ini bisa bersama sama kita mencari langkah langkah yang baik bagi Polri dan Serikat Buruh / Pekerja   Kita akan siap memfasilitasi setiap permasalahan yang ada pada teman – teman Buruh untuk diselesaikan demi kesejahteraan buruh dan pekerja, Kami akan merencanakan suatu kegiatan bersama Ditkrimsus Polda Jambi, stek holder dan Serikat Buruh untuk membahas mekanisme penyelesaian permasalahan Buruh / Pekerja di Provinsi Jambi” ungkap Dirintelkam   Penyampaian Ketua DPD KSPSI Provinsi Jambi “Kami siap mendukung Polda Jambi dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Provinsi Jambi   Dalam melaksanakan penyampaian pendapat dimuka umum, dari kami selaku KSPSI Provinsi Jambi tetap melaksanakan kegiatan dengan santun dan Kondusif”.   Penyampaian Korwil KSBSI Provinsi Jambi “Kami selaku KSBSI Prov. Jambi tetap akan menjaga situasi kamtibmas yang Kondusif pada saat melakukan penyampaian pendapat di muka umum   Meminta bisa di fasilitasi pertemuan terkait Desk Ketenagakerjaan yang ada di Polda jambi untuk dilakukan Seminar terkait bagaimana cara pelaporan permasalahan yang ada di Serikat Buruh / Pekerja dengan pihak Perusahaan Prov. Jambi   Untuk Isu Nasional atau daerah sampai saat ini kami belum ada intruksi dari Pusat   Saat ini kami masih fokus dan menunggu terkait Upah minimum, yang kami harapkan kenaikan UMP dapat berpihak kepada kami”.KSPSI   KOMWIL SERBUK Provinsi Jambi menyampaikan “Terimakasih Polda Jambi yang senantiasa membersamai Serikat Pekerja dan Buruh di Jambi, Kami sangat mendukung Polda Jambi dalam menjaga situasi yang Kondusif di Provinsi Jambi   Kami juga meminta kepada pihak Polda Jambi dalam dilaksanakan FGD bersama Ditkrimsus dan Akademisi untuk membahas tata cara penyelesaian permasalahan di Serikat Buruh dengan Perusahaan” ungkap Komwil Serbuk Provinsi Jambi   Hasil pertemuan sepakat terjalin komunikasi dan komitmen bersama menciptakan situasi Jambi aman damai dan kondusif (Dody)

Hadapi Blank Spot, Kemenko Polkam Galang Sinergi Pusat-Daerah Dongkrak Konektivitas Aceh

  BANDA ACEH– Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa pemerataan akses digital di Aceh merupakan agenda strategis ketahanan nasional, menyusul masih adanya 149 desa yang belum terjangkau sinyal internet.   Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Konektivitas Internet yang digelar Kemenko Polkam di Banda Aceh, Kamis (16/10). Rapat dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk pejabat kementerian, kepala daerah, serta perwakilan asosiasi dan operator telekomunikasi.   Meski cakupan jaringan internet di Aceh telah mencakup 87% desa, wilayah pegunungan dan kepulauan seperti Simeulue, Gayo Lues, dan Subulussalam masih menjadi tantangan utama. Hambatan meliputi geografi ekstrem, pasokan listrik terbatas, dan minimnya infrastruktur pendukung.   “Pemerataan akses digital bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian dari misi besar kedaulatan digital Indonesia. Kita membangun masa depan yang inklusif dan berdaya saing bagi seluruh rakyat Aceh,” tegas Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polkam dalam pernyataannya.   Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat   Untuk menutupi celah tersebut, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat sinergi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkominfo) memaparkan sejumlah kebijakan, termasuk lelang spektrum baru, open access, infrastructure sharing, dan roadmap fiberisasi hingga 2029.   Sementara itu, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melaporkan progres pembangunan BTS 4G di empat kabupaten prioritas dan program akses internet untuk 1.000 dayah dan 1.000 masjid. Pada 2025, kapasitas VSAT akan ditingkatkan menjadi 8 Mbps, dengan target jaringan terestrial 30 Mbps untuk area ber-trafik tinggi.   Pemerintah Aceh, melalui Dinas Kominfo, menyiapkan strategi pembiayaan multiskema yang melibatkan APBA, APBD, dan Dana Desa. Program Quick Win seperti Wi-Fi publik, akses gratis di ruang publik, serta literasi digital bagi UMKM juga akan diakselerasi.   Kepala Daerah Siap Dukung Perizinan dan Lahan   Komitmen juga datang dari para kepala daerah. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, menyatakan kesiapan pemerintah daerah memberikan perizinan gratis, menyediakan lahan, dan mendukung pembangunan menara BTS.   “Pemerataan konektivitas adalah kebutuhan mendesak masyarakat, bukan sekadar proyek,” ujarnya.   Dukungan serupa disampaikan Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid Banchin, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, dan Bupati Bireuen H. Mukhlis yang hadir langsung dalam rapat.   Rapat ini menghasilkan kesepakatan untuk segera menyusun peta jalan konkret yang mencakup verifikasi data blankspot, sinkronisasi kebijakan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak menuju Aceh yang terkoneksi penuh dan mendukung kedaulatan digital Indonesia.***

Polres blitar memberikan sarana kontak berupa HT kepada pos kampling

  BLITAR – Dalam upaya meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Blitar memberikan bantuan sarana kontak berupa Handy Talky (HT) kepada Pos Kamling di dua wilayah, yakni Desa Sragi, Kecamatan Talun dan Desa Ploso, Kecamatan Selopuro. Masing-masing pos kamling menerima dua unit HT, Kamis (16/10/25).   Penyerahan sarana kontak tersebut dilakukan oleh Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si melalui Wakapolres Blitar, Kompol Fadillah Langko Kasim Panara, S.I.P., S.I.K., M.M, pada Kamis malam.   Kegiatan ini berlangsung secara sederhana namun penuh makna, disaksikan oleh PJU Polres Blitar perwakilan perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat yang aktif menjaga keamanan lingkungan.   Dalam sambutannya, Wakapolres Blitar menyampaikan bahwa pemberian alat komunikasi tersebut merupakan bentuk perhatian Polres Blitar kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kamtibmas melalui kegiatan ronda malam di Pos Kamling.   Kami berharap dengan adanya bantuan HT ini, komunikasi antara warga dengan pihak kepolisian bisa semakin cepat dan efektif, terutama dalam merespons setiap kejadian atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujar Kompol Fadillah Langko.   Lebih lanjut, Wakapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat di Desa Sragi dan Desa Ploso yang masih aktif menjalankan ronda malam secara bergiliran.   Sementara itu, perwakilan warga dari kedua desa menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Polres Blitar. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.   Dengan adanya sarana komunikasi ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan kepolisian semakin erat, serta peran aktif warga dalam menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Blitar dapat terus meningkat.

Ketua FRIC DPW Jatim Soroti Kinerja Polisi, Diduga Lamban Tangani Kasus Pencurian Kabel di Pacar Kembang

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia di kawasan Pacar Kembang, Surabaya, kembali menjadi sorotan publik setelah video dugaan aksi pencurian tersebut viral di media sosial.   Dalam rekaman berdurasi sekitar 47 detik itu, terlihat beberapa orang membongkar paving dan menggali tanah di tepi jalanan Kampung Pacar Kembang V Surabaya, dan memotong kabel primer berisi tembaga aset milik PT. Telkom Indonesia.   Menanggapi viralnya peristiwa itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji disebut turut menyoroti langsung kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk perusakan atau pencurian di fasilitas umum yang dapat menghambat akses komunikasi warga.   “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar kasus ini segera diusut tuntas. Kabel jaringan Telkom merupakan aset strategis, dan kerusakannya berdampak pada layanan internet maupun telepon masyarakat,” ujarnya.   Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum juga berhasil mengungkap aktor utama di balik aksi pencurian tersebut, padahal kasus ini telah menjadi perhatian luas dan bahkan sempat disorot oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat.   Kondisi ini kemudian mengundang kritik dari berbagai kalangan, salahsatunya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fart Respon Indonesia Center (FRIC) Jawa Timur, Imam Arifin, dirinya menilai penanganan dalam perkara tersebut, Polisi diduga lamban.   Bahkan Imam Arifin, menyebut bahwa lambannya pengungkapan kasus pencurian kabel tersebut, bisa menimbulkan persepsi negatif masyarakat terhadap kinerja Kepolisian.   “Kasus ini sudah viral dan meresahkan masyarakat. Tapi sampai sekarang pelaku utamanya belum ditemukan. Kami meminta Kapolrestabes Surabaya dan Kapolda Jatim turun langsung memastikan penanganan berjalan transparan dan profesional,” tegasnya, Kamis (16/10/2025).   Lebih lanjut, pihak FRIC mendesak agar kepolisian tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi juga menyelidiki kemungkinan adanya oknum tertentu yang diduga menjadi beking atau terlibat dalam jaringan pencurian kabel Telkom tersebut.   “Kami mendukung penuh langkah hukum, tapi juga menuntut keadilan. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum. Semua pihak yang terlibat, siapa pun dia, harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.   Selain menyoroti kinerja Kepolisian, Imam Arifin juga meminta PT. Telkom Indonesia untuk segera membuat laporan dan memperkuat pengamanan aset jaringannya, termasuk dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pencurian. Upaya pencegahan ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan maupun masyarakat.   Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Beberapa saksi juga disebut telah dimintai keterangan, namun hingga saat ini Polisi belum bisa mengungkap identitas para pelaku pencurian yang viral itu.   Kasus pencurian kabel Telkom di Surabaya ini menjadi catatan penting bagi penegak hukum, karena menyangkut keamanan infrastruktur digital dan pelayanan publik di era teknologi informasi. Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam menuntaskan kasus yang telah mencoreng wajah kota metropolitan tersebut.   Saniman

Tiga Pengguna Narkoba Diduga Dilepaskan Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota, Kasat Lempar Tanggung Jawab ke Kanit

Mojokerto, LiputanJatimBersatu.com —Isu tak sedap kembali mencuat di tubuh aparat penegak hukum wilayah Kota Mojokerto. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mojokerto Kota diduga melakukan praktik “tangkap lepas” terhadap tiga orang pengguna narkoba berinisial B, R, dan D, tanpa melalui proses hukum maupun asesmen Tim Asesmen Terpadu (TAT) sebagaimana diatur dalam peraturan penanganan penyalahgunaan narkotika.   Menurut informasi yang dihimpun redaksi, ketiga pengguna tersebut diamankan oleh anggota Satresnarkoba pada 18 Agustus 2025 dalam sebuah operasi rutin. Namun, tidak lama berselang, mereka dikabarkan telah kembali bebas tanpa proses hukum yang jelas, termasuk pemeriksaan medis dan asesmen yang seharusnya dilakukan oleh TAT.   “Iya bang, pada tanggal 18 Agustus ketiga terduga dibawa ke Polres Mojokerto Kota. Tapi sayangnya, proses hukumnya gak jelas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/10/2025).   Sumber tersebut juga menuturkan bahwa ketiganya hanya sempat diamankan beberapa hari di kantor Satresnarkoba. “Tak sampai seminggu, sudah dilepas begitu saja. Tidak ada kabar soal asesmen dari BNN atau TAT,” tambahnya.   Isu dugaan praktik tangkap-lepas itu pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, setiap penyalahguna narkotika wajib menjalani proses asesmen guna menentukan apakah yang bersangkutan layak direhabilitasi atau diproses hukum lebih lanjut.   Ketika dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Mojokerto Kota Iptu Arif Setiawan, S.H, M.H enggan memberikan penjelasan rinci. Ia justru melempar tanggung jawab kepada bawahannya.   “Silakan langsung ke Kanit Narkoba saja, biar lebih jelas,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.   Sementara itu, Kanit Narkoba Polres Mojokerto Kota belum dapat dimintai keterangan hingga berita ini diturunkan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon belum mendapat tanggapan.   Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Mojokerto Kota terkait isu tersebut. Masyarakat berharap kepolisian segera memberikan klarifikasi terbuka agar kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.   Anugrah

Kapolri Hadiri Kompolnas Award: Polri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri! 

  Jakarta – LiputanJatimBersatu,com. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat.   Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025).   “Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi,” kata Sigit dalam sambutannya.   Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.   “Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat,” ujar Sigit.   Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas.   “Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.   (Redaksi)

Momentum Sebelum Serah Terima Jabatan, KBP Budi Hermanto Dipenuhi Susana Persahabatan.!

Jakarta, LiputanJatimBersatu,com. Momentum sebelum serah terima jabatan secara resmi Kabid Humas Polda Metro Jaya dari Ketua Angkatan 1998 ke Ketua Angkatan 2000 dipenuhi dengan suasana persahabatan.   Nampak di dalam ruangan tersebut Kombes Pol Budi Hermanto yang baru mau menjabat terlihat belajar ‘Menimba Ilmu’ kepada Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi.   Buher, sapaan lekatnya yang berpengalaman dibidang reserse itu juga sangat antusias menerima motivasi sebagai bentuk menghargai perbedaan untuk membangun hubungan yang kuat dan saling menumbuhkan.   “Karena hal itu lah dasar dari rasa hormat, empati, dan komitmen timbal balik, di mana sahabat menerima apa adanya, menghargai perbedaan, dan mendorong satu sama lain untuk berkembang menjadi versi terbaik,” tutur Buher, Kamis (17/10/2025).   Ia menambahkan, jika seorang Sahabat itu harus bisa menerima satu sama lain apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangan, dan menghargai perbedaan pendapat maupun cara pandang.   “Komunikasi yang intensif dan terbuka sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kedekatan. Oleh karena itu, Persahabatan dapat menjadi cermin bagi diri sendiri untuk melihat diri secara objektif dan mendorong pertumbuhan pribadi,” jelasnya.   “Intinya, Persahabatan mencakup hubungan emosional yang mendalam berdasarkan saling percaya, pengertian, dan dukungan,” pungkas Buher.           (Pak Sahril)

Polda Jatim Peduli Masyarakat Gelar Baksos Salurkan Bantuan untuk Ribuan Warga

SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) bertajuk “Polda Jatim Peduli Masyarakat”, di Mapolda Jatim, Jumat (17/10/2025).   Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., dan dihadiri berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang.   Dalam sambutannya, Kapolda Jatim menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang terdiri dari komunitas ojek online (Ojol), koalisi masyarakat sipil, mahasiswa, pelajar, perwakilan buruh, suporter Bonek, serta musisi jalanan.   Kapolda Jatim menegaskan, Baksos ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat.   “Kami hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tapi juga untuk memastikan kesejahteraan dan rasa aman bagi warga Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.   Pada kegiatan ini, Polda Jatim menyalurkan 1.050 paket beras SPHP masing-masing seberat 5 kilogram dan 1.000 liter minyak goreng merek Kita.   Bantuan tersebut diserahkan secara gratis kepada seribu perwakilan masyarakat yang hadir.   Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari dukungan penuh pemerintah melalui Polri dalam meringankan beban masyarakat.   “Seluruh bantuan yang diberikan hari ini gratis. Ini wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat,” tegas Irjen Nanang.   Lebih lanjut, Irjen Pol Nanang menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Jawa Timur.   “Polda Jatim tidak bisa menjaga Kamtibmas sendirian. Peran serta seluruh komponen masyarakat adalah kunci utama. Jika keamanan terjaga, maka kesejahteraan ekonomi juga akan meningkat,”tutur Irjen Nanang.   Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat persatuan melalui filosofi “Jogo Jatim” dengan tagline Aman, Tentrem, Makmur, Tertib, Raharja.   “Jadikan Jawa Timur contoh kerukunan nasional. Mari kita jaga kebersamaan, hindari perpecahan, dan ciptakan kedamaian di bumi Majapahit ini,” pungkas Kapolda Jatim.

Kapolda Jawa Timur Ajak Masyarakat Jogo Jatim Aman, Tentrem, Makmur, Tertib dan Raharja

  SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol.Drs Nanang Avianto,M.Si kembali menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Jawa Timur.   Kapolda Jatim juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Jawa Timur untuk menjaga semangat persatuan melalui filosofi “Jogo Jatim”.   Hal itu disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto saat kegiatan Bakti Sosial (Baksos ) bertajuk “Polda Jatim Peduli Masyarakat”, di halaman Mapolda Jatim, Jumat (17/10/2025).   “Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat persatuan melalui filosofi “Jogo Jatim” dengan tagline Aman, Tentrem, Makmur, Tertib, Raharja,” tegas Irjen Pol Nanang.   Dihadapan para komunitas ojek online (Ojol), koalisi masyarakat sipil, mahasiswa, pelajar, perwakilan buruh, suporter Bonek, serta musisi jalanan yang menjadi peserta Baksos, Kapolda Jatim juga menekankan agar semua pihak dapat menghindari perpecahan, dan menciptakan kedamaian.   “Jadikan Jawa Timur contoh kerukunan nasional. Mari kita jaga kebersamaan, hindari perpecahan, dan ciptakan kedamaian di bumi Majapahit ini,” pungkas Kapolda Jatim.   Seperti diketahui, dalam rangka memperingati Satu tahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Polda Jatim menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) bertajuk “Polda Jatim Peduli Masyarakat”.   Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., dan dihadiri berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang.   Kapolda Jatim menegaskan, Baksos ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat.   Selain itu Baksos “Polda Jatim Peduli Masyarakat” ini juga bagian dari dukungan penuh pemerintah melalui Polri dalam meringankan beban masyarakat.   Pada kegiatan ini, Polda Jatim menyalurkan 1.050 paket beras SPHP masing-masing seberat 5 kilogram dan 1.000 liter minyak goreng merek Kita.   Adapun peserta Baksos terdiri dari komunitas ojek online (Ojol), koalisi masyarakat sipil, mahasiswa, pelajar, perwakilan buruh, suporter Bonek, serta musisi jalanan.

Program 10.000 CCTV Bantu Polres Pasuruan Kota Berhasil Ungkap Kasus Curanmor di 13 TKP

KOTA PASURUAN – Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berhasil mengungkap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di belasan tempat kejadian perkara (TKP).   Ada Lima tersangka yang terlibat. Tiga di antaranya sudah ditangkap, sementara dua pelaku masih berstatus dalam pencarian orang (DPO).   Ketiga tersangka tersebut adalah MS, warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Grati; MH warga Desa/Kecamatan Wonorejo, dan M warga Desa Pancur, Kecamatan Lumbang.   Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom melalui Kasat Reskrim, Iptu Choirul Mustofa di Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota,Kamis (16/10).   “Ketiga pelaku semuanya dari Kabupaten Pasuruan,”kata Iptu Choirul   Iptu Choirul menyebutkan dari hasil penyelidikan, terungkap para tersangka melakukan aksinya di sejumlah lokasi, seperti terminal wisata, penginapan, gudang, hingga perumahan warga di Kota Pasuruan.   Ia mengatakan, komplotan tersangka ini telah beraksi mencuri kendaraan bermotor di 13 TKP.   Selain menangkap 3 tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB),seperti STNK, BPKB, helm, jaket, kunci T, hingga beberapa unit sepeda motor.   Dalam proses penangkapan, Polisi melakukan upaya tindakan tegas terukur dengan menembakkan timah panas ke kaki kiri MH dan M saat mereka hendak melarikan diri.   “Tersangka pelaku disangkakan dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat). Dan ancaman hukumannya tujuh sampai sembilan tahun penjara,” kata Iptu Choirul.   Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota mengungkapkan, aksi para pelaku terungkap melalui closed circuit television (CCTV).   “Rekaman CCTV yang menjadi alat bukti penting untuk mengidentifikasi pelaku dan melacak kendaraan hasil curian, sudah kami amankan,” kata Iptu Choirul.   Ia menyebut jejak digital dari rekaman CCTV itu sangat membantu Polisi menelusuri pergerakan pelaku dari satu TKP ke TKP lainnya.   “Ini membuktikan bahwa teknologi CCTV adalah kunci dalam penegakan hukum modern,” katanya.   Iptu Choirul menegaskan bahwa program 10.000 CCTV yang digagas Kapolres Pasuruan Kota sangat membantu bagi keamanan warga di Kota Pasuruan.   “Ini selaras dengan visi bapak Kapolres Pasuruan Kota untuk membangun sistem keamanan berbasis teknologi dan partisipasi publik,” ujar Iptu Choirul.   Ia juga berharap warga dan pemilik usaha turut berperan aktif memasang kamera pengawas di lingkungan masing-masing.