Liputan Jatim Bersatu

Jebolnya TPT di Desa Sukolilo Timur Bangkalan Jadi Sorotan Berbagai Pihak

Bangkalan, LiputanJatimBersatu.com. Jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Pregih, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Bangkalan Sejahtera (LSM GARABS).

 

Sekretaris Jenderal LSM GARABS, Syaiful Anam, menilai jebolnya TPT tersebut menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek yang diduga dikerjakan secara asal-asalan.

 

“Kami menilai bahwa situasi ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan kecil atau sebatas kekeliruan teknis dalam pengerjaan,” ujar Anam kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).

 

Menurutnya, dugaan utama penyebab kerusakan berasal dari kualitas pembangunan yang buruk atau ketidaksesuaian dengan standar teknis. Penggunaan bahan bangunan di bawah spesifikasi RAB (Rencana Anggaran Biaya) disebut dapat membuat struktur TPT tidak kuat menahan tekanan tanah dan air.

 

“Proyek TPT memiliki peran vital dalam menjaga struktur tanah, mencegah longsor, serta mengatur stabilitas aliran air di lingkungan warga. Ketika dibangun dengan kualitas rendah atau menggunakan material tidak layak, indikasi penyimpangan anggaran semakin kuat,” tegasnya.

 

Anam menambahkan, ketahanan konstruksi yang seharusnya bisa bertahan bertahun-tahun, justru tampak rapuh dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan beberapa sikap tegas:

 

1. Pemerintah Desa Sukolilo Timur diminta memberikan keterangan terbuka kepada masyarakat terkait besaran anggaran, RAB, spesifikasi teknis, dan pihak pelaksana kegiatan TPT tersebut.

 

 

2. Inspektorat Kabupaten Bangkalan serta Aparat Penegak Hukum (APH) diminta melakukan audit investigatif untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam proses perencanaan maupun pembangunan.

 

 

3. Pelaksana kegiatan (TPK) dan Kepala Desa wajib bertanggung jawab apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada praktik pengurangan volume, penggunaan material tidak sesuai standar, atau penyalahgunaan wewenang.

 

“Dana Desa (DD) adalah amanah rakyat. Setiap kegiatan pembangunan harus benar-benar berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang, bukan sekadar memenuhi formalitas laporan administrasi,” tandas Anam.

 

Ia menegaskan, proyek TPT yang cepat rusak bukan hanya merugikan lingkungan dan masyarakat, tetapi juga merusak marwah pemerintah desa di mata publik.

 

“Apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah korektif yang transparan, kami akan menempuh langkah lebih lanjut berupa pelaporan resmi kepada APH Bangkalan,” ujarnya.

 

Anam menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen LSM GARABS untuk terus mengawal pengawasan dana publik.

 

“Kami berdiri untuk menjaga hak masyarakat. Pengawasan anggaran adalah tugas moral dan sosial, dan kami akan terus mengawal hingga terwujud pembangunan yang jujur, berkualitas, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

Anugrah

 

 

 

 

More To Explore

Fashion

Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi

JAKARTA, – LiputanJatimBersatu.com. Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Intensitas pemantauan meningkat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas,

Fashion

956 Pengunjung Padati Booth Polri, Raih Juara Terbaik 3 pada Pameran Kampung Hukum MA 2026

Jakarta – LiputanJatimBersatu.com. Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui keikutsertaan pada Pameran Kampung Hukum Mahkamah Agung (MA) Tahun 2026 yang digelar di halaman Mahkamah Agung RI, Selasa (10/2/2026). Dalam ajang tersebut, booth Polri berhasil meraih predikat Juara Terbaik 3 berkat tingginya antusiasme pengunjung.   Tercatat sebanyak