Liputan Jatim Bersatu

Ketua DPC FRIC Cirebon Raya Sampaikan Apresiasi Setinggi-Tingginya kepada Aparat Kepolisian

Cirebon Raya — LiputanJatimBersatu,com.

Di tengah kondisi darurat akibat erupsi Gunung Semeru yang kembali mengguncang sejumlah wilayah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Fast Respon Indonesia Center (DPC FRIC) Cirebon Raya SUWARDY mengeluarkan pernyataan resmi yang penuh rasa hormat dan apresiasi mendalam kepada jajaran aparat kepolisian.

 

Sikap cepat tanggap Polri dalam mengevakuasi warga, melakukan penyelamatan, serta memastikan keamanan wilayah terdampak dinilai sebagai langkah strategis dan penuh kemanusiaan.

 

Dalam keterangannya, SUWARDY menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di garis depan penanganan bencana bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga menunjukkan kepedulian serta komitmen kuat terhadap keselamatan rakyat.

 

Polri terbukti menjadi garda terdepan yang bekerja tanpa mengenal lelah, menghadapi medan berat, cuaca ekstrem, hingga situasi yang berubah-ubah demi memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin.

 

“SUWARDY mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polsek, Polres, hingga satuan khusus yang turun langsung ke lokasi erupsi. Gerak cepat mereka dalam evakuasi, pendataan korban, penyaluran logistik, hingga pemulihan kondisi lapangan adalah bukti nyata bahwa Polri hadir sepenuh hati untuk rakyat. Kami benar-benar bangga dan berterima kasih sebesar-besarnya,” ujar Ketua DPC FRIC Cirebon Raya.

 

Beliau juga menambahkan bahwa sensitivitas aparat kepolisian dalam membaca situasi lapangan sangat membantu mengurangi risiko korban jiwa. Ketepatan koordinasi dengan berbagai unsur pemerintah, relawan, TNI, hingga masyarakat menjadi kekuatan besar dalam penanganan bencana kali ini.

 

Sinergitas tersebut mempercepat pembukaan jalur darurat, pendistribusian bantuan, serta menjamin keamanan lokasi yang berpotensi berbahaya akibat material vulkanik.

 

Lebih lanjut, Ketua DPC FRIC Cirebon Raya menilai bahwa peran kepolisian bukan hanya terbatas pada keamanan, melainkan juga pada sisi kemanusiaan.

 

Banyak petugas yang bekerja berjam-jam tanpa henti, berada di kawasan rawan, dan tetap memberikan semangat kepada warga yang terdampak. Beberapa petugas bahkan terlihat menggendong anak-anak, membantu lansia, hingga mengawal pendistribusian makanan dan obat-obatan ke titik pengungsian.

 

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan keberanian mereka. Semoga seluruh personel yang sedang bertugas diberikan kesehatan, kekuatan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. FRIC Cirebon Raya akan selalu mendukung dan bersinergi dengan aparat dalam setiap upaya kemanusiaan, kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

 

Menurutnya, suasana kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama dalam menghadapi bencana alam berskala besar.

 

Dengan adanya apresiasi ini, FRIC Cirebon Raya berharap semangat aparat kepolisian tetap kuat, dan seluruh proses evakuasi serta pemulihan dapat berjalan lancar. FRIC juga mengajak masyarakat luas untuk tetap waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, serta menjaga solidaritas demi keselamatan bersama.

More To Explore

Fashion

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Salurkan Tandon Air 5 Ribu Liter untuk Warga Klabang Tegal Ampel

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com – Menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menggelar bakti sosial dengan menyalurkan tandon air berkapasitas 5 ribu liter kepada masyarakat Dusun Sumber Biru RT 16 RW 07, Desa Klabang, Kecamatan Tegal ampel. Wilayah tersebut selama ini

Fashion

Atasi Krisis Air Saat Kemarau, Kapolres Bondowoso Bangun Sumur Bor di Masjid Nurul Hasan Sekar Putih

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com – Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menyerahkan bantuan pengeboran sumur bor di Masjid Nurul Hasan RT 22 RW 06, Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Bondowoso, Jumat (19/06/2026). Bantuan tersebut disambut antusias oleh takmir masjid dan warga sekitar. Pasalnya, setiap musim kemarau Masjid Nurul Hasan