Liputan Jatim Bersatu

Bantuan Kemanusiaan Alumni Akpol 1996 dan Bhayangkari Aceh Tiba di Polres Aceh Tamiang Lewat Helikopter Polri

Aceh, – LiputanJatimBersatu,com. Bantuan kemanusiaan dari Alumni Akpol Angkatan 1996 bersama Bhayangkari Daerah Aceh tiba di halaman Polres Aceh Tamiang, Senin (…). Bantuan tersebut dikirim menggunakan helikopter milik Polri sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat di wilayah Aceh Tamiang.

 

Helikopter Polri membawa berbagai paket bantuan, mulai dari sembako, air mineral, hingga pakaian layak pakai. Seluruh bantuan didrop langsung di halaman Polres Aceh Tamiang dan diterima oleh jajaran kepolisian setempat untuk segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

 

Pengiriman melalui jalur udara ini dipilih guna mempercepat distribusi sekaligus menjangkau lokasi yang sulit ditembus lewat jalur darat. Inisiatif ini menjadi wujud nyata solidaritas Alumni Akpol ’96 dan Bhayangkari Aceh dalam mendukung tugas kepolisian serta membantu masyarakat di daerah terdampak.

 

Semangat kebersamaan dan kepedulian ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan komunitas sosial dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka