Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Klarifikasi Resmi Bupati Aceh Tengah Terkait Informasi Hoaks Penjualan Beras di Masa Bencana

Takengon – LiputanJatimBersatu,com. Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, Kamis (4/12/2025) mengeluarkan klarifikasi resmi terkait informasi hoaks yang beredar mengenai dugaan penjualan beras bantuan bencana oleh Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah.

 

Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan kesalahpahaman publik serta memastikan bahwa informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa beras yang dijual kepada masyarakat bukanlah beras bantuan bencana, melainkan beras dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang merupakan stok reguler Bulog dan memang diperuntukkan untuk menjaga stabilitas harga di tengah keadaan darurat.

 

Dalam pernyataan resminya, Bupati menyampaikan sejumlah poin penting sebagai berikut:

 

1. Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah tidak pernah memperjualbelikan beras bantuan bencana.

 

2. Keterlibatan personel TNI–Polri hanya sebatas membantu proses penyaluran dan penjualan beras murah GPM dari gudang Bulog untuk masyarakat.

 

3. Langkah ini merupakan keputusan bersama Forkopimda Aceh Tengahdan Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan mencegah gejolak harga selama masa bencana.

 

Bupati menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah gudang Bulog Takengon dipadati masyarakat akibat informasi mengenai ketersediaan beras GPM. Sementara itu, akses menuju Aceh Tengah sempat terputus total akibat bencana, menyebabkan distribusi bahan pokok terhambat dan kebutuhan masyarakat semakin mendesak.

 

Untuk mencegah kepanikan, antrean panjang, hingga potensi kericuhan, Forkopimda bersama Bulog memutuskan agar proses penyaluran dibantu oleh aparat Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106. Dengan cara ini, masyarakat tetap dapat memperoleh beras murah secara tertib, aman, dan terkontrol.

 

Dengan demikian, informasi yang beredar bahwa aparat TNI–Polri menjual beras bantuan bencana adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Bupati Aceh Tengah mengimbau masyarakat agar bijak dalam menerima informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

 

@listyosigitprabowo

@marzukialba_bd91

@sahabatomjuki

@kapolda_aceh

@spripimpoldaaceh

@spripim.polri

@bidhumaspoldaaceh

@divisihumaspolri

@polisi_peduli

@halo_polisi

@polisi_indonesia

@polisirepublikindonesia

 

#bidhumaspoldaaceh #poldaaceh #polripresisi #poldaacehmeutuah #kapoldaaceh #PoldaAcehSiagaBencana Klarifikasi Resmi Bupati Aceh Tengah Terkait Informasi Hoaks Penjualan Beras di Masa Bencana

 

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, Kamis (4/12/2025) mengeluarkan klarifikasi resmi terkait informasi hoaks yang beredar mengenai dugaan penjualan beras bantuan bencana oleh Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah.

 

Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan kesalahpahaman publik serta memastikan bahwa informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa beras yang dijual kepada masyarakat bukanlah beras bantuan bencana, melainkan beras dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang merupakan stok reguler Bulog dan memang diperuntukkan untuk menjaga stabilitas harga di tengah keadaan darurat.

 

Dalam pernyataan resminya, Bupati menyampaikan sejumlah poin penting sebagai berikut:

 

1. Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106 Aceh Tengah tidak pernah memperjualbelikan beras bantuan bencana.

 

2. Keterlibatan personel TNI–Polri hanya sebatas membantu proses penyaluran dan penjualan beras murah GPM dari gudang Bulog untuk masyarakat.

 

3. Langkah ini merupakan keputusan bersama Forkopimda Aceh Tengahdan Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan mencegah gejolak harga selama masa bencana.

 

Bupati menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah gudang Bulog Takengon dipadati masyarakat akibat informasi mengenai ketersediaan beras GPM. Sementara itu, akses menuju Aceh Tengah sempat terputus total akibat bencana, menyebabkan distribusi bahan pokok terhambat dan kebutuhan masyarakat semakin mendesak.

 

Untuk mencegah kepanikan, antrean panjang, hingga potensi kericuhan, Forkopimda bersama Bulog memutuskan agar proses penyaluran dibantu oleh aparat Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106. Dengan cara ini, masyarakat tetap dapat memperoleh beras murah secara tertib, aman, dan terkontrol.

 

Dengan demikian, informasi yang beredar bahwa aparat TNI–Polri menjual beras bantuan bencana adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Bupati Aceh Tengah mengimbau masyarakat agar bijak dalam menerima informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

 

@listyosigitprabowo

@marzukialba_bd91

@sahabatomjuki

@kapolda_aceh

@spripimpoldaaceh

@spripim.polri

@bidhumaspoldaaceh

@divisihumaspolri

@polisi_peduli

@halo_polisi

@polisi_indonesia

@polisirepublikindonesia

 

#bidhumaspoldaaceh #poldaaceh #polripresisi #poldaacehmeutuah #kapoldaaceh #PoldaAcehSiagaBencana

More To Explore

Fashion

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Kapolres Sampang Salurkan 120.000 Liter Bantuan Air Bersih ke Ponpes Al-Mubarok Lanbulan Tambelangan

Sampang, LiputanJatimBersatu.com- Kapolres Sampang Polda Jatim, AKBP Anang Hardiyanto, S.IK., melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan bantuan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Desa Barorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Kedatangan rombongan Kapolres Sampang bersama PJU

Fashion

Peringati Hari Santri 2026, Polsek Pujer Salurkan 400 Al-Qur’an ke 20 TPQ dan Musala

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com-Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Polsek Pujer Polres Bondowoso menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan melalui penyaluran 400 Al-Qur’an ke 20 lokasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan musala di Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pujer IPTU Hendri Maulana, S.H., M.H., bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap para