Lamongan, LiputanJatimBersatu,com. Maraknya aksi pencurian Kabel Tanah Tanam Langsung (KTTL) atau kabel primer yang merupakan aset milik PT Telkom Indonesia kembali memicu kekhawatiran publik. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaqi Akbar, mendesak Kepolisian Lamongan untuk segera bergerak cepat mengamankan para pelaku yang diduga terlibat.
Baihaqi Akbar menilai, aksi pencurian kabel primer yang terus berulang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu layanan telekomunikasi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut, gangguan jaringan akibat pencurian kabel telah dirasakan di berbagai wilayah dan sangat meresahkan.
“Kami meminta Polres Lamongan untuk lebih sigap dan tidak membiarkan para pelaku berkeliaran. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Aparat harus segera bertindak sebelum kerugian semakin besar,” tegas Baihaqi.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta melaporkan apabila ditemukan aktivitas mencurigakan, khususnya pekerjaan galian yang dilakukan pada malam hari tanpa pengawasan resmi.
Baihaqi Menurutnya, partisipasi publik sangat penting dalam menekan ruang gerak sindikat pencurian kabel yang diduga semakin nekat.
Baihaqi berharap kepolisian segera melakukan penyisiran lokasi rawan, memperketat pengawasan, serta membongkar jaringan yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut.
“Penindakan tegas harus dilakukan agar memberikan efek jera. Jangan sampai kerugian negara terus bertambah karena tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Lamongan masih belum memberikan keterangan resmi terkait langkah terbaru dalam penanganan kasus pencurian kabel primer di wilayah tersebut.
Anugrah

