Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Pengawasan Longgar, Sindikat Pencuri Kabel Primer Diduga Makin Bebas Beraksi di Jawa Timur

Kediri, LiputanJatimBersatu,com. Maraknya aksi pencurian Kabel Tanam Tanam Langsung (KTTL) atau kabel primer yang merupakan aset milik PT Telkom Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas pencurian yang semakin berani dilakukan, terutama pada malam hari, memunculkan dugaan bahwa lemahnya pengawasan aparat kepolisian membuat para pelaku kian leluasa beraksi.

 

Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah titik di wilayah Jawa Timur, mulai dari sepanjang jalur Babat, Lamongan, Kediri, Tuban, Jombang, Mojokerto, hingga beberapa kawasan lain dilaporkan mengalami aksi dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia. Kerusakan fasilitas umum tersebut diduga kuat dilakukan oleh kelompok terorganisir yang memanfaatkan minimnya patroli malam.

 

Peristiwa terbaru terjadi di sepanjang Jalan Ploso–Klaten, Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri 07/12/2025 . Sekelompok orang terlihat melakukan penggalian kabel milik PT Telkom Indonesia secara mencurigakan.

 

“Tadi malam puluhan orang menggali dan menarik kabel pakai truk. Diduga itu pencurian kabel Telkom,” ujar salah satu warga setempat.

 

Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku semakin resah. Selain mengakibatkan gangguan jaringan komunikasi, aksi pencurian yang dilakukan pada malam hari tersebut kerap berlangsung cukup lama dan menimbulkan suara bising. Namun, sangat jarang terlihat adanya patroli yang datang untuk memeriksa aktivitas mencurigakan tersebut.

 

“Biasanya mereka datang malam. Lampunya terang, tapi tidak ada aparat yang mengecek. Warga jadi curiga itu bukan petugas resmi,” ungkap warga lain yang enggan disebutkan namanya.

 

Dugaan kelonggaran pengawasan semakin menguat lantaran beberapa kasus serupa sebelumnya juga tidak ditangani tuntas. Publik pun mempertanyakan efektivitas pengawasan kepolisian, khususnya di wilayah yang rawan terhadap pencurian aset negara maupun aset perusahaan telekomunikasi.

 

Ketua Faat Respon Indonesia Center Informasi (FRIC) Jawa Timur menegaskan pentingnya tindakan cepat dari aparat kepolisian sebelum kerugian semakin membesar. Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih berani melapor apabila menemukan aktivitas galian atau pemotongan kabel yang dilakukan tanpa identitas resmi.

 

“Kejadian seperti ini sudah sering, dan kalau terus dibiarkan kerugiannya sangat besar. Kami minta kepolisian di Jatim memperketat pengawasan, terutama malam hari. Bila masyarakat melihat aktivitas galian mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Jatim dan Polres Kediri belum memberikan keterangan resmi terkait meningkatnya kasus pencurian kabel primer yang belakangan terjadi. .

 

Sementara itu, masyarakat dan pengguna layanan telekomunikasi berharap aparat kepolisian dapat mengambil langkah tegas untuk menumpas sindikat pencuri kabel yang semakin meresahkan tersebut.

 

Redaksi

More To Explore

Fashion

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Kapolres Sampang Salurkan 120.000 Liter Bantuan Air Bersih ke Ponpes Al-Mubarok Lanbulan Tambelangan

Sampang, LiputanJatimBersatu.com- Kapolres Sampang Polda Jatim, AKBP Anang Hardiyanto, S.IK., melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan bantuan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Desa Barorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Kedatangan rombongan Kapolres Sampang bersama PJU

Fashion

Peringati Hari Santri 2026, Polsek Pujer Salurkan 400 Al-Qur’an ke 20 TPQ dan Musala

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com-Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Polsek Pujer Polres Bondowoso menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan melalui penyaluran 400 Al-Qur’an ke 20 lokasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan musala di Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pujer IPTU Hendri Maulana, S.H., M.H., bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap para