Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Camat Kenjeran Surabaya Bungkam Soal Bangunan Liar di Tambak Wedi Tengah 5, Warga Kian Mendesak Penertiban

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Keberadaan bangunan liar di kawasan Tambak Wedi Tengah 5, Kecamatan Kenjeran, Surabaya terus menjadi sorotan publik. Berbulan-bulan warga melayangkan keluhan dan permintaan penertiban, namun hingga kini tidak ada tindakan tegas maupun penjelasan resmi dari Camat Kenjeran. Sikap bungkam tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

 

Warga menilai sikap kecamatan terkesan pilih kasih, mengingat kawasan Tambak Wedi Baru 12 sebelumnya telah ditertibkan, sementara bangunan liar di Tambak Wedi Tengah 5 justru dibiarkan berdiri tanpa proses yang jelas.

 

Bangunan liar yang berdiri di atas lahan yang diduga tidak sesuai peruntukan ini dinilai mengganggu ketertiban umum, akses jalan lingkungan, hingga memicu kekhawatiran terhadap potensi persoalan sosial di kemudian hari. Aktivitas pembangunan yang terus berlanjut membuat warga mempertanyakan pengawasan dan ketegasan pihak kecamatan.

 

“Kami sudah capek melapor. Bangunan itu jelas-jelas tidak sesuai, tapi tidak ada langkah nyata dari kecamatan. Camat juga tidak pernah memberikan klarifikasi. Kami hanya ingin lingkungan ini tertib seperti dulu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa bangunan tersebut diduga tidak mengantongi IMB maupun izin resmi lainnya. Masyarakat heran mengapa pembangunan bisa terus berjalan tanpa hambatan, seolah terdapat pembiaran dari pihak terkait.

 

Keresahan warga kian meluas, terutama bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan lokasi bangunan. Kekhawatiran muncul bahwa jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu sengketa lahan, kerawanan sosial, hingga konflik antarwarga.

 

Hingga berita ini dipublikasikan, upaya konfirmasi kepada Camat Kenjeran masih belum mendapatkan respons. Sikap diam tersebut menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai alasan tidak adanya tindakan nyata dari pemerintah kecamatan.

 

Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya turun tangan untuk mengevaluasi persoalan ini, sekaligus memastikan bahwa seluruh pembangunan di wilayah Kenjeran tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

 

“Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang melanggar aturan, ya harus ditertibkan. Jangan sampai warga kecil seperti kami yang dirugikan,” tegas warga lainnya.

 

Desakan untuk dilakukan penertiban semakin menguat. Warga bahkan menyatakan siap mengajukan laporan resmi ke tingkat kota jika kecamatan tetap tidak mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan liar di Tambak Wedi Tengah 5.

 

Redaksi

More To Explore

Fashion

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Kapolres Sampang Salurkan 120.000 Liter Bantuan Air Bersih ke Ponpes Al-Mubarok Lanbulan Tambelangan

Sampang, LiputanJatimBersatu.com- Kapolres Sampang Polda Jatim, AKBP Anang Hardiyanto, S.IK., melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan bantuan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Desa Barorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Kedatangan rombongan Kapolres Sampang bersama PJU

Fashion

Peringati Hari Santri 2026, Polsek Pujer Salurkan 400 Al-Qur’an ke 20 TPQ dan Musala

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com-Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Polsek Pujer Polres Bondowoso menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan melalui penyaluran 400 Al-Qur’an ke 20 lokasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan musala di Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pujer IPTU Hendri Maulana, S.H., M.H., bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap para