Liputan Jatim Bersatu

Iptu Hariyo : Benar Ada Pemohon SIM D, Lolos Uji Teori – Uji Praktek, dan Sudah Siap Cetak Card SIM

SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Menurut Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penerbitan Dan Penandaan Surat Izin Mengemudi, ada dua jenis SIM bagi penyandang disabilitas. Yakni SIM D dan SIM DI.

 

Pembuatan SIM D dan DI pada dasarnya sama dengan proses pembuatan SIM lainnya, namun terdapat penyesuaian sesuai kondisi penyandang disabilitas.

 

Program ini merupakan upaya Polri untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Menurut keterangan Kanit Regidet Satpas SIM Colombo – Polrestabes Surabaya yakni AKP Tri Arda Meidiansyah, S.TR.K, Sik, melalui Kasubnit Iptu Hariyo mengatakan, Kamis (18/12/2025), SIM D adalah Surat Izin Mengemudi khusus untuk penyandang disabilitas di Indonesia, yang terbagi menjadi SIM D (untuk sepeda motor) dan SIM D1 (untuk mobil), berfungsi memberikan legalitas berkendara bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu mengemudi dengan aman, sesuai dengan prinsip kesetaraan transportasi yang inklusif,” katanya.

 

Masih kata Kasubnit Iptu Hariyo, persyaratannya meliputi usia minimal 17 tahun, administrasi, tes kesehatan (fisik, pendengaran, penglihatan), psikologi, serta uji teori dan praktik khusus.

 

“Tujuan untuk Memberikan hak dan legalitas bagi penyandang disabilitas untuk mengemudi, Menciptakan sistem transportasi yang lebih setara dan inklusif, dan Memungkinkan pengemudi disabilitas mengakses kendaraan modifikasi agar dapat mengemudi secara mandiri,” ujarnya.

 

Iptu Hariyo menambahkan, dengan memiliki SIM D, penyandang disabilitas memiliki hak untuk mengemudi dan mendapatkan perlindungan hukum saat berada di jalan, sama seperti pengemudi lainnya.

 

“Dan Saya berharap penyandang disabilitas yang sudah mendapatkan SIM D ini, agar berhati-hati jalan saat berkendara, serta selalu mentaati peraturan lalulintas,” tutupnya.

 

Terpisah di waktu yang sama, awak media menemui pemohon SIM D yang sudah lulus proses uji Teori dan praktek yakni Agus Hafenda, warga Jl Bulak Banteng Bandarejo, Surabaya mengatakan, Saya merasa senang dan bersyukur atas pelayanan yang petugas di Satpas Colombo, sangat humanis, ramah tama.

 

“Memiliki SIM ini sangat penting untuk berkendara dengan tertib dan mematuhi aturan lalu lintas,” ucapnya.

 

Sekali lagi, lanjut kata Agus Hafenda, pelayanan yang diberikan sangat baik. SIM ini sangat penting bagi saya agar bisa berkendara dengan aman dan sesuai aturan.

 

Dengan adanya layanan SIM D khusus ini, di Satlantas Polrestabes Surabaya, Saya berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat mengurus SIM sehingga tercipta ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayahnya,” pungkas pemohon SIM penyandang disabilitas.

More To Explore

Fashion

Satlantas Polres Kuningan Bersinergi dengan Dinas Pertanian Pantau Ketahanan Pangan di Desa Cibulan

Kuningan, LiputanJatimBersatu.com – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan terus memperkuat sinergi dengan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan monitoring rutin perkembangan tanaman jagung di lahan pertanian milik Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. ​Dalam kegiatan

Fashion

Bukan Sekadar Wacana, Polres Kuningan Amankan Swasembada Pangan dari Hulu ke Hilir

Kuningan, LiputanJatimBersatu.com – Polres Kuningan menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam membantu program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Komitmen itu dibuktikan langsung oleh Kapolres Kuningan beserta jajaran, termasuk Kasat Reskrim yang turun ke lapangan mulai dari lahan pertanian hingga ke gudang/pabrik pengolahan hasil panen, khususnya untuk komoditas strategis seperti padi