Liputan Jatim Bersatu

Sedekah Bumi dan Santunan Anak Yatim Piatu RW 09 Tambak Asri Morokrembangan, Wujud Syukur dan Kepedulian Sosial Warga

Surabaya – LiputanJatimBersatu,com. Warga Tambak Asri RW 09, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, menggelar acara Sedekah Bumi dan Santunan Anak Yatim Piatu dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

 

Acara Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintahan setempat. Turut hadir para sesepuh kampung, di antaranya KH. Moch Adam Sinni, pengasuh Pondok Pesantren Sholawat Daruttaubah, beserta sejumlah kyai undangan yang memberikan doa dan nasihat spiritual kepada warga.

 

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Hadir langsung Lurah Morokrembangan Ahmad Khusairi, S.Psi, serta Camat Krembangan Harun Ismail, yang mengapresiasi kekompakan dan kepedulian sosial warga RW 09 Tambak Asri.

 

Seluruh perangkat wilayah, mulai dari RT 01 hingga RT 09, bersama warga dan undangan turut berpartisipasi demi kelancaran acara.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan ceramah agama yang disampaikan oleh para kyai. Dalam tausiyahnya, para penceramah menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, menjaga persatuan dan kerukunan antarwarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak yatim piatu.

 

Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud nyata kepedulian sosial warga Tambak Asri RW 09.

 

Santunan tersebut disambut dengan penuh kebahagiaan oleh anak-anak, diiringi doa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

 

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Morokrembangan, khususnya RW 09 Tambak Asri.

 

Sedekah Bumi tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga warisan budaya dan nilai spiritual yang sarat makna. Melalui kegiatan ini, warga diajak untuk selalu mengingat bahwa segala rezeki dan keselamatan berasal dari Allah SWT, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan.

 

Dalam sambutannya, Camat Krembangan Harun Ismail menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi dan santunan sosial seperti ini patut dijadikan contoh bagi wilayah lain karena mampu memadukan unsur agama, sosial, dan budaya dalam satu kegiatan yang positif dan bermanfaat.

 

Kegiatan ini juga menjadi pesan motivasi bagi generasi muda agar terus menjaga nilai-nilai luhur, menghormati para sesepuh, serta aktif berperan dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

 

Kebersamaan dan kepedulian sosial dinilai sebagai modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera.

 

 

Dengan terselenggaranya acara ini, warga RW 09 Tambak Asri berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan dan menjadi sumber keberkahan bagi seluruh masyarakat Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

 

 

Redaksi

More To Explore

Fashion

Aroma Tangkap-Lepas di Keromengan: Empat Diamankan, Isu Rp40 Juta Mengemuka

MALANG, LiputanJatimBersatu.com – Dugaan praktik “tangkap-lepas” kembali mencuat. Empat warga Desa Jambuer, Kecamatan Keromengan, yang sempat diamankan Satreskoba Polres Malang terkait pil double L, dikabarkan telah dilepaskan. Yang menjadi sorotan bukan penangkapannya, melainkan isu pelepasan. Sejumlah sumber menyebut masing-masing terduga diduga diminta Rp10 juta agar bebas. Jika benar, totalnya mencapai

Fashion

Polres Trenggalek Amankan 2 Tersangka Penipuan Modus Pencairan Dana Rp150 juta

TRENGGALEK – LiputanJatimBersatu.com. Kepolisian Resor Trenggalek, Polda Jawa Timur akhirnya mengamankan Dua orang tersangka pelaku penipuan modus pencairan dana fiktif yang merugikan warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, senilai Rp150 juta.   Korban inisial WA, diduga ditipu dua pria masing-masing MR(43) alias warga Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan AK(51), warga Kabupaten