Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Etika dan Moral dalam Pertemanan serta Berorganisasi: Fondasi Membangun Kepercayaan dan Kebersamaan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Dalam kehidupan sosial, baik dalam lingkup pertemanan maupun organisasi, etika dan moral menjadi fondasi utama yang tidak bisa diabaikan. Tanpa keduanya, hubungan yang terjalin berpotensi rapuh dan mudah dilanda konflik.

Etika dalam pertemanan bukan sekadar sikap sopan santun, tetapi juga mencerminkan sikap saling menghargai, menjaga kepercayaan, serta mampu menempatkan diri dengan baik dalam setiap situasi. Seorang sahabat yang baik tidak hanya hadir saat senang, tetapi juga mampu menjaga rahasia, tidak saling menjatuhkan, dan tetap menjunjung tinggi rasa hormat.

Begitu pula dalam sebuah organisasi. Moral dan etika menjadi kompas yang mengarahkan setiap anggota agar berjalan dalam koridor yang benar. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang dibangun di atas prinsip kejujuran, tanggung jawab, serta keterbukaan dalam komunikasi.

Ketua DPW Jawa Timur Fast Respon Indonesia Center (FRIC), Imam Arifin yang akrab disapa Imam Anugrah, menegaskan bahwa etika dalam berorganisasi merupakan kunci menjaga soliditas dan kepercayaan antar anggota.

“Dalam pertemanan maupun organisasi, kita harus menjunjung tinggi etika dan moral. Jangan sampai kepentingan pribadi merusak kebersamaan yang sudah dibangun. Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang saling menghargai, bukan saling menjatuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun perbedaan tersebut seharusnya diselesaikan dengan cara yang bijak dan penuh kedewasaan, bukan dengan konflik terbuka yang justru merusak citra organisasi.

Ia juga menekankan bahwa menjaga nama baik organisasi merupakan tanggung jawab bersama. Setiap anggota dituntut mampu menjaga sikap, baik di dalam forum organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Organisasi bukan tempat mencari panggung pribadi. Organisasi adalah wadah untuk belajar, berkontribusi, dan membangun kebersamaan. Jika etika dan moral dijaga, maka organisasi akan berjalan dengan baik dan dihormati oleh masyarakat,” tambahnya.

Dengan menjunjung tinggi nilai etika, kejujuran, dan rasa saling menghargai, hubungan pertemanan maupun organisasi diharapkan mampu menjadi ruang yang sehat untuk tumbuh bersama, memperkuat solidaritas, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

H. Julianto

More To Explore

Fashion

Ratusan Warga Padati Pengajian Akbar Maulid Nabi di Musholla Nurul Hidayah Tarik Sidoarjo

Sidoarjo, LiputanJatimBersatu.com – Musholla Nurul Hidayah Dusun Centong RT 01 RW 01, Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dipadati ratusan warga dalam Pengajian Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (08/2026).   Acara ini juga dihadiri tamu undangan dari berbagai wilayah.Panitia menghadirkan penceramah utama KH. Amrullah yang akrab disapa Gus

Fashion

Polri dan Bhayangkari Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Jakarta – Liputanjatimbersatu.com. Polri terus memperkuat penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Berbagai bantuan logistik dari jajaran Polri dan Bhayangkari terus dikirimkan melalui jalur laut maupun udara untuk menjangkau sejumlah wilayah terdampak.   Salah satunya melalui KP BIMA-7014 Korpolairud Baharkam