Liputan Jatim Bersatu

Resmi Dilaporkan ke Presiden, AMI Seret Abu Bakar Al Habsyi Lewat Setneg, PKS Didesak Bertindak Tegas

Jakarta, LiputanJatimBersatu.com. Aliansi Madura Indonesia (AMI) menunjukkan langkah tegas dalam merespons polemik yang melibatkan Abu Bakar Al Habsyi. AMI secara resmi melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden Republik Indonesia melalui Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg).

 

Langkah ini menjadi bentuk eskalasi serius setelah sebelumnya AMI melayangkan kritik keras dan desakan terbuka kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun dinilai belum menunjukkan sikap tegas terhadap kadernya tersebut.

 

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar SE, SH menegaskan bahwa pelaporan ke Presiden bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga marwah ulama dan kehormatan masyarakat Madura.

 

“Hari ini kami resmi melaporkan ke Presiden melalui Setneg. Ini bukan gertakan. Ini langkah nyata kami agar persoalan ini mendapat perhatian langsung dari kepala negara,” tegas Baihaki dalam keterangannya (17/4).

 

Menurutnya, polemik yang ditimbulkan telah melukai perasaan publik, khususnya kalangan ulama dan masyarakat Madura, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan klarifikasi atau permintaan maaf.

 

“Kami tegaskan, ini bukan persoalan sepele. Ini menyangkut kehormatan. Kalau hanya diselesaikan dengan kata maaf, maka ke depan akan menjadi preseden buruk,” lanjutnya.

 

AMI menilai, sikap PKS dalam merespons polemik ini akan menjadi tolok ukur komitmen partai terhadap etika publik dan penghormatan terhadap ulama.

 

“Kami minta DPP PKS tidak diam. Ini ujian moral. Kalau tidak ada tindakan tegas, maka publik bisa menilai ada pembiaran,” ujar Baihaki.

 

Dalam laporan yang disampaikan melalui Setneg, AMI turut meminta Presiden untuk memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut, guna mencegah potensi konflik sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.

 

Selain langkah pelaporan, AMI juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius oleh pihak terkait.

 

Adapun tiga tuntutan utama AMI dalam kasus ini meliputi :

 

Penindakan tegas terhadap Abu Bakar Al Habsyi

 

Permintaan maaf terbuka kepada ulama Madura

 

Komitmen menjaga etika publik serta persatuan bangsa

 

Pelaporan resmi melalui Setneg ini menjadi penanda bahwa AMI tidak hanya berhenti pada tekanan publik, tetapi juga menempuh jalur konstitusional untuk memastikan adanya penyelesaian yang dinilai berkeadilan.

 

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PKS terkait langkah pelaporan yang dilakukan AMI tersebut.

More To Explore

Fashion

Demo Dugaan Malapraktik RSIA Puri Bunda Memanas, Dinkes Pamekasan Didesak Jangan Jadi Tameng Rumah Sakit

PAMEKASAN, LiputanJatimBersatu.com – Gelombang protes terhadap dugaan malapraktik di RSIA Puri Bunda Madura semakin membesar. Puluhan massa dari Pemuda Indonesia menggeruduk Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Kamis (25/6/2026), menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas nasib seorang pasien yang diduga kehilangan rahim akibat tindakan medis yang kini dipersoalkan. Massa menilai persoalan ini

Fashion

Kortastipidkor Geledah Bea Cukai Juanda, Usut Dugaan Suap Kasus Ponsel Ilegal Rp 235 Miliar

Sidoarjo, LiputanJatimBersatu.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri melakukan penggeledahan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, (24/06/2026). Tindakan ini merupakan langkah pengembangan dari kasus pengungkapan penyelundupan 76.756 unit ponsel ilegal asal Tiongkok milik PT TSL, yang