Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Terduga Pelaku Pengeroyokan di Jember Masih Bebas, Korban Mengaku Dipanggil Polres Jember

JEMBER, LiputanJatimBersatu.com.  Penanganan kasus dugaan pengeroyokan di Kabupaten Jember menuai kritik tajam. Hingga kini, para terduga pelaku masih bebas berkeliaran, meski identitas mereka disebut telah diketahui. Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani perkara tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para terduga pelaku diduga berasal dari kalangan debt collector serta oknum marinir. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan langkah hukum tegas dari pihak berwenang.

Korban, Saeri, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekannya telah dipanggil oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember pada Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 13.00 WIB untuk dimintai keterangan.

“Iya mas, kami dipanggil oleh Unit Pidum Polres Jember dan dimintai keterangan terkait pengeroyokan yang kami alami,” ujar Saeri kepada media LiputanJatimBersatu.com.

Dalam pemeriksaan tersebut, korban mengaku diminta menjelaskan kronologi kejadian pengeroyokan yang terjadi pada 24 Maret 2026 di sekitar selatan Hotel 99 Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Namun yang menjadi sorotan, menurut Saeri, penyidik justru menanyakan apakah kasus tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

“Penyidik menanyakan kronologi, tapi juga bertanya apakah kasus ini mau diproses lanjut atau seperti apa,” ungkapnya.

Pertanyaan tersebut dinilai janggal oleh sejumlah pihak, mengingat perkara dugaan pengeroyokan merupakan tindak pidana yang seharusnya diproses sesuai hukum yang berlaku, bukan bergantung pada kehendak korban semata.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada penyidik yang disebut bernama Romi melalui sambungan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan respons. Kondisi ini semakin memperkuat kesan adanya sikap tertutup dalam penanganan kasus tersebut.

Hingga kini, Polres Jember juga belum memberikan keterangan resmi, termasuk terkait dugaan keterlibatan oknum marinir dan debt collector yang disebut-sebut dalam insiden tersebut.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: mengapa para terduga pelaku masih bebas, dan sejauh mana komitmen aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan?

Jika tidak segera ditangani secara transparan dan profesional, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan semakin tergerus.

(Anugrah/ Red)

More To Explore

Fashion

Bantuan Kapolri Tiba di Labuan Bajo, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

LABUAN BAJO, NTT — Liputanjatimbersatu.com.  Kepedulian untuk warga terdampak gempa bumi di Flores terus diwujudkan Polri.   Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, pesawat Polri jenis CN-295 mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, membawa bantuan logistik dari Kapolri. Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT, Kombes Pol Bayu

Fashion

Pusdokkes Polri Berikan Layanan Kesehatan Gratis, 120 Warga Terdampak Gempa di Reo Telah Dilayani

REO, NTT — Liputanjatimbersatu.com. Di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur, kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting. Untuk membantu warga, Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT. Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri