Sampang,||LiputanJatimBersatu.com. Desa Batukarang, Dusun Karang Dadak, Kabupaten Sampang, Sabtu (25/4/2026) berlangsung khidmat sekaligus meriah. Bapak Faisol menggelar hajatan turun tanah untuk putra tercintanya, Solihin.
Diawali Shalat Ghaib dan Istighosah
Rangkaian acara dimulai sejak pagi. Shalat ghaib berjamaah digelar di halaman rumah, dilanjutkan istighosah yang dipimpin tokoh agama setempat dan Ketua Ranting NU Ustadz Dilan. Lantunan doa dan dzikir menggema, diikuti keluarga, tetangga, dan jamaah dari berbagai dusun.
“Shalat ghaib dan istighosah kami gelar sebagai wujud syukur sekaligus mendoakan para leluhur dan umat Islam,” ujar Bapak Faisol kepada awak media liputanjatimbersatu.com
Prosesi Adat Penuh Makna
Tepat pukul 09.00 WIB, proses turun tanah dimulai. Solihin dituntun menapaki tujuh jenis jadah warna-warni dan jajanan tetel khas adat Madura. Prosesi diakhiri dengan memilih benda di atas tampah, sebagai simbol harapan dan cita-cita kelak.
Suasana kian syahdu saat mahalul qiyam dilantunkan. Para hadirin serentak berdiri membaca shalawat memuliakan Nabi Muhammad SAW, mengiringi langkah pertama Solihin menapaki bumi.
Dihadiri Tokoh dan Warga
Hajatan yang dihadiri, Ketua Ranting NU Ustadz Dilan, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat Batukarang, serta warga Dusun Karang Dadak dan sekitarnya. Silaturahmi terasa hangat sepanjang acara hingga ramah tamah.
“Tradisi ini harus kita rawat. Ada nilai syukur, pendidikan, dan kebersamaan di dalamnya,” tutur ketua Ranting NU Ustadz Dilan yang hadir.
Doa dan Harapan Orang Tua
Bapak Faisol menyampaikan, hajatan ini bentuk syukur atas karunia putra. “Semoga Solihin tumbuh sehat, panjang umur, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat untuk agama, bangsa, dan masyarakat,” ucapnya.
Rangkaian acara ditutup menjelang siang dengan makan bersama dan pembagian berkat kepada seluruh tamu. Hingga usai, suasana di Karang Dadak tetap hangat dengan doa dan tawa warga.
“Hajatan turun tanah yang dibalut shalat ghaib, istighosah, dan mahalul qiyam ini menjadi potret kuatnya tradisi, nilai keagamaan, dan kebersamaan warga Batukarang, Sampang,” tutupnya.
(P. Sahril)

