Sampang, LiputanJatimBersatu.com – Warga Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang dikejutkan kabar duka. Tiga anak kakak beradik tewas tenggelam di sumur atau embung air pada Minggu, 14 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, S.H., membenarkan peristiwa tersebut.
“Ada laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di sumur,” jelas AKP Eko kepada awak media, Minggu (14/6/2026).
Ketiga korban merupakan saudara kandung. Mereka adalah AH, laki-laki, 3 tahun; MH, laki-laki, 3 tahun; dan Z, perempuan, 4 tahun. Ketiganya beralamat di Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.
Peristiwa bermula saat saksi Alfiya, 45 tahun, warga Dusun Laok Sabe, Desa Junok, melihat salah satu korban mengambang di sumur. Sontak ia berteriak meminta tolong warga sekitar.
Karena ketiga anak tersebut diketahui berangkat bersama, warga langsung melakukan pencarian dengan menyelam ke dalam sumur. Hasilnya, dua korban lain ditemukan di dasar sumur.
“Ketiga korban langsung dibawa ke Puskesmas guna memastikan apakah masih bisa ditolong. Namun nyawa ketiganya sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” terang AKP Eko.
Setelah kejadian, Ahmad Fatoni, 54 tahun, warga Dusun Sabu’uk, Desa Junok, melapor ke pihak kepolisian.
Polisi juga meminta keterangan saksi lain, yakni Madinatul Munawaroh, 30 tahun, warga Dusun Sabu’uk, Desa Junok.
Berdasarkan keterangan awal, ketiganya celaka saat bermain di pinggir sumur. Lokasi sumur atau embung tersebut biasa digunakan warga untuk mengambil air keperluan sehari-hari.
Meski demikian, lokasi TKP memang dilarang untuk mandi ataupun mencuci baju.
Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah atau kecelakaan tunggal.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, S.H., mengimbau masyarakat agar lebih waspada.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan dan mengawasi putra-putrinya yang sedang bermain, terutama di dekat area berbahaya seperti sumur atau sungai,” pungkasnya.
(Red)

