Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Di tengah derasnya gelombang kritik yang menerpa institusi Polri, muncul satu suara lantang dari lapangan yang memilih menjawab segala cibiran dengan kerja nyata. Sosok itu adalah Aipda Sigit Dwi Susanto alias “Hellboy”, Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.
Di saat sebagian orang sibuk menghakimi dari balik layar telepon genggam, aparat di lapangan justru terus berpacu dengan waktu menghadapi para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat. Bagi Hellboy, menjadi polisi bukan soal popularitas, bukan soal pujian, dan bukan pula soal pencitraan.
Menjadi polisi adalah soal pengorbanan. Soal kesiapan mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi memastikan masyarakat tetap hidup aman dan tenang.
“Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami,” tegas Hellboy, Sabtu (20/6/2026).
Pernyataan tersebut bukan sekadar kalimat motivasi. Itu adalah gambaran nyata bagaimana aparat kepolisian sering kali berada dalam posisi serba sulit. Ketika berhasil mengungkap kejahatan, dianggap biasa. Ketika terjadi kesalahan oleh segelintir oknum, seluruh institusi menjadi sasaran amarah publik.
Namun bagi Hellboy, pengabdian tidak boleh berhenti hanya karena hujatan.
Saat masyarakat terlelap tidur, aparat masih berjaga di jalanan. Saat keluarga berkumpul menikmati waktu bersama, aparat masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku kriminal. Saat media sosial ramai dengan kritik dan tudingan, petugas di lapangan tetap bergerak memastikan keamanan tetap terjaga.
“Kalau polisi berhenti bekerja hanya karena takut dihujat, maka ruang bagi pelaku kejahatan akan semakin terbuka,” ujarnya.
Sebagai personel yang bertugas di jajaran Jatanras, Hellboy memahami betul bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat tidak pernah mengenal waktu. Kejahatan jalanan, pencurian, kekerasan, hingga berbagai tindak kriminal lainnya membutuhkan respons cepat dan kerja keras yang sering kali tidak terlihat oleh publik.
Karena itu, ia mengajak masyarakat melihat persoalan secara lebih objektif. Kritik memang penting sebagai bagian dari demokrasi, namun menurutnya jangan sampai kritik berubah menjadi kebencian yang justru melemahkan semangat menjaga keamanan bersama.
Lebih jauh, Hellboy menegaskan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dari para pelaku kriminal. Hoaks, fitnah, provokasi, ujaran kebencian, dan upaya adu domba yang menyebar masif melalui media sosial juga menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa.
Melalui semangat “Sabuk Kamtibmas”, Hellboy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi atau TNI. Ini tanggung jawab seluruh anak bangsa. Jika rakyat dan aparat bersatu, maka kejahatan akan kehilangan ruang untuk berkembang,” tegasnya.
Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak persatuan dibandingkan pertengkaran. Membutuhkan lebih banyak kepedulian dibandingkan saling menjatuhkan.
Hellboy menilai, sebesar apa pun kritik yang diterima aparat, tugas menjaga masyarakat tidak boleh berhenti. Sebab yang menjadi taruhan bukan nama pribadi ataupun institusi semata, melainkan rasa aman jutaan rakyat Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, Hellboy memilih tetap berada di garis depan. Tidak mencari simpati, tidak meminta belas kasihan, dan tidak berharap tepuk tangan.
Sebab baginya, pengabdian sejati bukan tentang seberapa sering nama seseorang disebut, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa banyak hujatan yang kita terima. Sejarah hanya akan mencatat apakah kita hadir ketika rakyat membutuhkan perlindungan. Biarkan kami dihantam, asalkan rakyat tetap aman,” pungkas Aipda Sigit Dwi Susanto.
Pernyataan itu menjadi pesan keras sekaligus pengingat bahwa di balik seragam yang kerap menjadi sasaran kritik, masih ada anggota-anggota Polri yang memilih menjawab segala tudingan dengan kerja, loyalitas, dan pengabdian tanpa batas demi keamanan masyarakat, bangsa, dan negara.
Anugrah

