TANJAB TIMUR — Liputanjatimbersatu.com. Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, Selasa (25/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau sekaligus memastikan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut berjalan secara cepat dan terpadu.
Rangkaian pengamanan kunjungan kerja diawali sekitar pukul 09.50 WIB dengan apel personel Polres Tanjab Timur di Mako Polsek Geragai. Apel dipimpin Kabag Ops Polres Tanjab Timur Kompol Muhammad Firdaus, S.H., selaku Koordinator Pengamanan, dan diikuti personel yang terlibat dalam pengamanan kunjungan Menteri Kehutanan.
Sekitar pukul 10.53 WIB, Menteri Kehutanan bersama rombongan meninggalkan Daops Manggala Agni Provinsi Jambi menuju lokasi Karhutla di Kabupaten Tanjab Timur untuk melihat secara langsung kondisi serta proses pengendalian kebakaran.
Rombongan tiba sekitar pukul 13.15 WIB di lokasi peninjauan dan pengendalian Karhutla di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wakil Bupati Tanjab Timur Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., Ketua DPRD Tanjab Timur Hj. Zilawati, jajaran Kejaksaan, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) dan perusahaan yang turut membantu penanganan Karhutla.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tanjab Timur Muslimin Tanja menyampaikan bahwa kondisi geografis Kabupaten Tanjab Timur menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut.
“Di Kabupaten Tanjab Timur sebagian besar lahannya bertanah gambut seluas 311.992,10 hektare atau sekitar 62,98 persen wilayah Kabupaten Tanjab Timur,” ujar Muslimin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan langkah cepat setiap kali terjadi Karhutla agar api tidak merambat dan meluas ke wilayah lainnya.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur, BPBD, Manggala Agni, MPA, TNI, Polri, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Menurutnya, kecepatan respons dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.
“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah membesar, tetapi harus mengedepankan langkah pencegahan, deteksi dini, serta kesiapsiagaan bersama agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” tegasnya.
Raja Juli juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, MPA, TNI, Polri, dan masyarakat. Seluruh unsur diminta terus membangun komunikasi dan bekerja sebagai satu kesatuan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.
Ia turut mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap Kabupaten Tanjab Timur dapat terhindar dari kejadian Karhutla yang lebih luas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat kita cegah,” ujarnya.
Karhutla Meluas dari 6 Menjadi 8 Hektare
Daops Manggala Agni Bukit Tempurung, Sandi Prabowo, menjelaskan bahwa kebakaran yang ditinjau Menteri Kehutanan tersebut mulai terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026, di titik koordinat 1,142738 LS dan 103,657867 BT.
Tim gabungan bersama instansi terkait langsung melakukan upaya pemadaman dengan memanfaatkan sumber air dari sumur bor serta sejumlah peralatan pemadam dan penampungan air.
Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan yang terbakar semula diperkirakan sekitar 6 hektare, kemudian berkembang menjadi sekitar 8 hektare. Hingga saat kunjungan berlangsung, petugas masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Penanganan Karhutla tersebut melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur, yakni Manggala Agni sebanyak 20 personel, MPA 25 personel, BPBD 15 personel, TNI 10 personel, dan Polri 76 personel.
Selain itu, turut terlibat personel dari PT WKS sebanyak 15 orang, PT Indonusa 25 orang, PT HNN 3 orang, PT EWF 11 orang, serta Petrocina sebanyak 5 orang.
Keterlibatan lintas instansi dan berbagai unsur tersebut menunjukkan upaya bersama dalam mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain.
Setelah melakukan peninjauan dan menerima paparan terkait kondisi Karhutla, sekitar pukul 14.00 WIB Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta rombongan kembali menuju Kota Jambi.
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

