Liputan Jatim Bersatu

Forum Pemuda Solidaritas Merah Putih Desak Eri Cahyadi Mundur dari Jabatannya

 

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Suasana di depan Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9), mendadak ramai dengan kehadiran puluhan massa dari Forum Pemuda Solidaritas Merah Putih (FPSMP). Dalam aksinya, mereka mendesak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk segera mundur dari jabatannya karena dianggap gagal memimpin Kota Pahlawan.

 

Koordinator aksi Aqyas Sholeh menegaskan bahwa tuntutan ini lahir dari rasa keprihatinan mendalam terhadap kondisi pemerintahan Kota Surabaya yang dinilai semakin jauh dari harapan masyarakat. Menurut mereka, dugaan praktik korupsi yang marak, lemahnya transparansi anggaran, serta berbagai persoalan birokrasi menjadi bukti nyata kegagalan kepemimpinan Eri.

 

“Surabaya sedang darurat korupsi. Kita tidak bisa lagi hanya diam. Pemuda harus bersuara, rakyat harus bergerak. Eri Cahyadi sudah tidak layak memimpin Surabaya. Jalan terbaik adalah mundur dari jabatannya,” teriak salah satu orator dengan lantang melalui pengeras suara.

 

Selain menyuarakan tuntutan, massa juga membentangkan sejumlah spanduk berisi sindiran keras. Di antaranya bertuliskan “Turunkan Wali Kota yang Gagal”, “Surabaya Butuh Pemimpin Bersih”, hingga “Eri Cahyadi Mundur Sekarang Juga”. Poster-poster itu dikibarkan tinggi di depan pagar Balai Kota, menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

 

Forum Pemuda Solidaritas Merah Putih menuding kepemimpinan Eri tidak berpihak pada kepentingan masyarakat kecil. Banyak kebijakan yang dinilai justru lebih menguntungkan kelompok tertentu. Mereka juga mengkritik minimnya penindakan terhadap dugaan praktik korupsi yang belakangan marak diperbincangkan publik.

 

“Bagaimana mungkin Surabaya bisa maju kalau pemimpinnya dikelilingi masalah dan diduga melakukan pembiaran terhadap dugaan korupsi? Kami tidak ingin Surabaya yang dikenal sebagai kota pahlawan berubah menjadi kota yang dikendalikan oleh kepentingan gelap,” lanjut seorang perwakilan massa.

 

Aksi yang berlangsung beberapa jam ini dijaga ketat aparat kepolisian. Meski sempat terjadi ketegangan kecil antara massa dan aparat, aksi berjalan kondusif. Para pengunjuk rasa berjanji akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak ditanggapi serius oleh Wali Kota maupun DPRD Surabaya.

 

“Kami beri peringatan keras. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, kami akan mengepung kantor wali kota dengan jumlah massa yang lebih banyak. Jangan salahkan pemuda jika Surabaya terus bergolak,” tegas koordinator lapangan aksi tersebut.

 

Forum Pemuda Solidaritas Merah Putih memastikan bahwa desakan mereka bukan semata-mata agenda politik, melainkan suara nurani rakyat yang sudah muak dengan praktik-praktik pemerintahan yang dinilai gagal menjaga integritas.

 

Mereka menekankan, langkah mundur dari Eri Cahyadi akan menjadi jalan terbaik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kota Surabaya.

 

Anugrah

More To Explore

Fashion

Kemacetan Jalan Demak Tak Kunjung Terurai, Kinerja Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jadi Sorotan

  Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di sepanjang Jalan Demak, Surabaya, kembali menuai keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan. Padatnya arus kendaraan, terutama truk kontainer yang keluar masuk kawasan pelabuhan dan pergudangan, menyebabkan antrean panjang yang berdampak pada aktivitas warga maupun distribusi logistik. Meski petugas lalu