Surabaya, LiputanJatimBersatu.com — Dugaan kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Kasus yang mencuat pada 22 September 2025 ini terjadi di kawasan Benowo, Surabaya, dan diduga kuat dikendalikan oleh seorang oknum aktif berinisial N, yang disebut-sebut memiliki pengaruh di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim LiputanJatimBersatu.com, aksi tersebut dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan beberapa orang yang berpura-pura sebagai pekerja resmi. Para pelaku diduga menggunakan alat berat berupa cangkul dan gergaji potong kabel, serta sarana transportasi seperti dump truk untuk mengangkut hasil curian.
Menurut keterangan warga, kejadian itu berlangsung pada malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB, di area yang sepi dan minim penerangan.
“Kami kira itu petugas Telkom, karena mereka pakai rompi dan alat kerja lengkap. Tapi setelah siang kami lihat, ternyata kabel di jalur itu sudah tidak ada,” ujar salah satu warga berinisial S, yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.
Aksi tersebut menyebabkan gangguan jaringan komunikasi dan internet di sejumlah titik di wilayah Benowo dan sekitarnya. Beberapa warga bahkan mengaku kehilangan akses telepon rumah selama beberapa hari setelah peristiwa itu.
“Sudah dua hari telepon rumah mati total. Kami baru tahu kalau kabelnya ternyata dicuri. Ini bukan yang pertama, sudah sering terjadi,” tambah warga lain berinisial H.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Benowo menegaskan bahwa lokasi kejadian tersebut ternyata tidak masuk dalam wilayah hukumnya, melainkan berada di bawah Polsek Pakal.
“Kalau wilayah itu bukan tanggung jawab kami, tapi masuk ke wilayah Polsek Pakal,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi awak media di kantornya.
Meski demikian, pihaknya menyebut tetap siap memberikan dukungan dan koordinasi apabila diperlukan, mengingat pencurian kabel jaringan merupakan tindak pidana yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat.
Masyarakat pun berharap pihak kepolisian, baik dari Polsek Pakal maupun jajaran Polrestabes Surabaya, dapat segera menindaklanjuti dugaan kasus ini secara serius. Sebab, menurut mereka, kasus pencurian kabel Telkom bukan lagi hal baru di wilayah barat Surabaya.
“Kalau dibiarkan, pasti terus terjadi. Harus ada tindakan tegas, apalagi kalau benar ada oknum yang terlibat,” tegas warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Pakal belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum aktif berinisial N dalam kasus pencurian kabel Telkom tersebut.

