Surabaya, LiputanJatimBersatu.com —
Kasus dugaan penggelapan mobil rental di wilayah hukum Polrestabes Surabaya semakin melebar. Setelah sebelumnya dua orang pelaku berinisial EH dan EE berhasil diamankan, kini aparat kepolisian turut mengamankan seorang oknum Kepala Desa Benangkah yang diduga ikut terlibat dalam jaringan penggelapan kendaraan tersebut.
Penangkapan terhadap oknum kepala desa ini merupakan hasil pengembangan dari penyidikan dua tersangka awal. Berdasarkan keterangan Iptu Herlambang, nama kepala desa tersebut muncul setelah petugas melakukan penelusuran terhadap jejak kendaraan yang dilaporkan hilang oleh pihak rental. Dari hasil pengembangan, diketahui bahwa salah satu unit mobil hasil penggelapan sempat berada di wilayah Benangkah, Madura.
“Benar, ada satu oknum kepala desa yang kami amankan. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan intensif untuk memastikan sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini,” ujar Iptu Herlambang ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (18/10/2025).
Menurut informasi sementara, modus yang digunakan para pelaku cukup rapi. Mereka menyewa mobil dari sebuah usaha rental di Surabaya dengan menggunakan identitas dan dokumen lengkap. Setelah mobil diterima, kendaraan tersebut tidak dikembalikan sesuai waktu yang disepakati, melainkan justru dipindah tangan ke pihak lain dengan dalih transaksi jual beli atau digadaikan.
Pemilik rental yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Dari laporan itu, tim Resmob langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku utama. Dari keduanya, penyidik mengantongi sejumlah nama lain yang diduga berperan membantu proses pengalihan kendaraan.
“Kerugian yang dialami pihak rental ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya jaringan lebih luas yang terlibat,” tambah sumber tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait status hukum oknum kepala desa Benangkah. Namun, sejumlah warga setempat membenarkan bahwa aparat kepolisian sempat datang ke rumah sang kades beberapa waktu lalu untuk melakukan pemeriksaan.
“Benar, ada beberapa polisi datang malam-malam. Katanya mau menjemput pak kades untuk dimintai keterangan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat keterlibatan seorang aparatur desa dalam tindak pidana penggelapan merupakan hal yang mencoreng citra pemerintah desa. Polisi berjanji akan menuntaskan kasus tersebut hingga tuntas dan menyeret semua pihak yang terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Surabaya. Pihak kepolisian juga terus menelusuri keberadaan beberapa unit mobil rental lain yang diduga masih berada di tangan jaringan penggelapan tersebut.

