Liputan Jatim Bersatu

FRIC Apresiasi Kinerja Terbaik Bareskrim Polri Atas Keberhasilan Ungkap 38.934 Kasus Narkotika dengan BB 197,71 Ton. 

 

Jakarta – LiputanJatimBersatu,com.

Fast Repson Indonesia Center sangat mengapresiasi pencapaian kinerja terbaik yang dilakukan Bareskrim Polri dalam perang terhadap narkotika

 

Komitmen tersebut diwujudkan dengan ungkap 38.934 kasus narkotika

 

Ketum FRIC H. Dian Surahman ” FRIC sangat bangga atas pencapaian kinerja terbaik Bareskrim Polri dibawah komando Komjen Pol. Syahardiantono MSi , dikarenakan sepanjang bulan Januari hingga Oktober berhasil ungkap 39 ribu kasus narkoba dengan total 51.763 tersangka , termasuk 157 tersangka merupakan Warga Asing .

 

Total barang bukti narkotika sebanyak 197,71 Ton terdiri dari 184,64 ton ganja, 6,95 ton sabu, dan 1,4 juta butir ekstasi

 

Bareskrim Polri juga menindak jaringan TPPU hasil kejahatan narkotika dengan menyita aset senilai Rp 221,38 milyar dari 22 kasus

 

Dijelaskan oleh Kabareskrim ” Selain Penindakan , sebanyak 1.072 pengguna narkoba dilakuan rehabilitasi Melalui Restorative Justice.

Keberhasilan ini tentunya sinergitas semua pihak terkait

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka