Liputan Jatim Bersatu

Gerakan Nasional Ananda Bersinar Program BNN Benteng Pertahanan Terhadap Narkotika 

Gerakan NasionalAnanda Bersinar Tujuan menjadikan keluarga sekolah dan komunitas sebagai sistem pertahanan yang Solid dan proaktif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini, mengintegrasikan pendidikan karakter dan pemahaman bahaya narkotika ke dalam kurikulum pendidikan nasional secara terstruktur dan berkelanjutan, menguraikan pendekatan pemulihan berbasis kemanusiaan yang memposisikan korban sebagai subjek pembangunan, membangun model sistem kolaborasi yang kuat lintas Kementerian lembaga TNI Polri dan masyarakat, menegakkan posisi Indonesia sebagai pusat rujukan regional dalam gerakan anti narkotika berbasis kemanusiaan

 

Pilar dan prinsip kerja Ananda Bersinar yakni pencegahan dan ketahanan pemulihan pemberdayaan kolaborasi adapun kegiatan Ananda bersinar BNNP Provinsi Jambi melaksanakan workshop ketahanan keluarga anti narkoba pada remaja, pelatihan pengembangan soft skill pada guru BK SMK dan Man di kota Jambi yang mana hasil pelatihan akan di implementasikan pada siswa untuk meningkatkan ketahanan diri

 

Rencana kegiatan Ananda bersinar yakni pentas seni budaya Danau Sipin bersama komunitas pada Siran Jambi dan field tril edukasi ke BNN Provinsi Jambi

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka