Liputan Jatim Bersatu

Keamanan Club Ibiza Jadi Sorotan, Imam Arifin: “Lebih Bijak Kalau Ditutup Saja”

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Hadirnya pihak manajemen Club Ibiza ke rumah duka serta disiapkannya ambulans di area hiburan malam tersebut tidak lantas menghentikan proses hukum yang tengah berjalan. Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang menyebabkan MRY, warga Taman, Sidoarjo, kehilangan nyawa.

 

Ketua FRIC DPW Jawa Timur, Imam Arifin, menegaskan bahwa langkah utama yang seharusnya dilakukan oleh manajemen Club Ibiza adalah pembenahan sistem keamanan, baik di dalam maupun di luar area yang menjadi tanggung jawab mereka.

 

Menurut Imam Arifin, keberadaan ambulans di lokasi hiburan malam menimbulkan tanda tanya besar.

 

“Menurut saya, sangat janggal jika manajemen Club Ibiza menyiapkan ambulans. Seolah-olah mereka sudah mengantisipasi kericuhan yang kerap terjadi di dalam klub. Atau jangan-jangan memang sering terjadi kericuhan sehingga harus disiapkan ambulans,” ujarnya.

 

Ia meminta instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh, terutama terhadap sistem keamanan di Club Ibiza yang dinilai tidak responsif.

 

“Instansi terkait harus melakukan investigasi secara mendalam. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Terutama tim keamanan Club Ibiza yang menjadi sorotan. Saya melihat tim keamanan kurang responsif dan tidak ada petugas yang memantau CCTV. Seharusnya ada operator yang memantau CCTV agar potensi gesekan antar tamu bisa langsung diantisipasi atau dikeluarkan sebelum memakan korban,” tegasnya.

 

Imam Arifin juga mendesak agar Club Ibiza ditutup sementara hingga proses investigasi tuntas dan standar keamanan benar-benar dibenahi.

 

“Jika manajemen dinilai lalai dan tim keamanan tidak bisa ditingkatkan, lebih bijak jika Club Ibiza ditutup saja. Tempat hiburan itu untuk mencari kesenangan dan melepas penat, bukan justru menjadi tempat kehilangan nyawa,” pungkasnya.

 

 

Bersambung

More To Explore

Fashion

Digempur Habis! 41 Kasus Narkoba Dibongkar Sebulan, 55 Tersangka Disikat Satresnarkoba Tanjung Perak

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Peredaran narkoba di Surabaya kembali diguncang. Sepanjang Januari 2026, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak membongkar 41 kasus dalam tempo hanya 30 hari. Sebanyak 55 orang ditetapkan sebagai tersangka terdiri dari pengedar, kurir, hingga bandar yang diduga menjadi penggerak utama jaringan.   Angka ini bukan sekadar capaian penindakan, tetapi

Fashion

Peredaran Narkoba di Tambaksari, Polisi Amankan 109 Gram Sabu dan 2.000 Pil LL

Surabaya – LiputanJatimBersatu.com. Upaya tanpa kompromi dilakukan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam memutus mata rantai narkoba yang menyasar lingkungan permukiman padat penduduk. Kali ini, pengungkapan terjadi di kawasan Tambaksari Surabaya, pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.   Dari operasi tersebut, dua pemuda asal Tambaksari berinisial M.S berusia (21