Liputan Jatim Bersatu

Instruksikan Pengawasan Penuh, Kapolres Lhokseumawe : Bantuan Banjir Harus Sampai ke Warga, Posko atau Dapur Umum

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. Dalam arahannya pada Selasa (2/11/2025), Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap jalur distribusi, mulai dari posko utama hingga dapur umum di wilayah terdampak.

 

Kapolres meminta seluruh personel yang bertugas untuk terus memantau, mengawal, dan mengamankan proses pendistribusian agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan. Ia juga memastikan bahwa bantuan harus dibawa langsung kepada masyarakat tanpa ada yang terabaikan.

 

“Kita pastikan setiap paket bantuan benar-benar sampai ke tangan warga. Semua posko, dapur umum, dan jalur distribusi berada dalam pengawasan penuh Polres Lhokseumawe,” tegas Kapolres.

 

Selain melakukan pengawalan, personel di lapangan juga membantu proses pendataan serta memastikan situasi tetap kondusif selama penyaluran berlangsung. Kehadiran Polres Lhokseumawe di berbagai titik dianggap sangat membantu masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak banjir.

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka