Liputan Jatim Bersatu

Fast Respon Indonesia Center Dipercaya Untuk Mendukung Dan Monitor Kinerja Polri 

Jakarta – LiputanJatimBersatu,com.

Fast Respon Indonesia Center merupakan wadah organisasi Perkumpulan Wartawan terbentuk guna mendukung dan monitor kinerja Polri se Nusantara .

 

Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menyampaikan ” FRIC terbentuk untuk mendukung kinerja Polri dan monitoring seluruh Nusantara kinerja Polri yang disampaikan melalui pemberitaan langsung kepada petinggi Polri

 

FRIC Selaku Monitoring dan kontrol sosial terhadap kinerja Polri telah diakui oleh Mabes Polri , apabila ada oknum Polri yang merusak citra Polri segera lapor saya agar kita sampaikan kepada Kapolri .

Jangan ada perilaku oknum yang merusak citra dan Marwah Polri (14/12)

 

Kepada seluruh Ketua wilayah dan pengurus untuk mendukung dan memonitor tiap wilayah kinerja Polri , sesuai Atensi Jenderal untuk jalin sinergi bahwa FRIC wadah Yang diakui oleh Mabes Polri ,dan hanya yang solid boleh bergabung di FRIC dan ratusan Media dan jurnalis tergabung , tujuan kita adalah bagaimana Polri semakin Presisi , dipercaya masyarakat. dan berperan menciptakan situasi aman dan kondusif “tegas Dian

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka