Liputan Jatim Bersatu

Jelang Tahun Baru 2026, Polres Indramayu Jajaran Polda Jabar Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat

Indramayu,– LiputanJatimBersatu,com. Sabaranews.com- Upaya menutup celah gangguan keamanan menjelang pergantian tahun berbagai upaya dilakukan Polres Indramayu dengan cara tegas. Sebanyak 21.560 (Dua puluh satu lima ratus enam puluh) botol minuman beralkohol (Mihol) dan minuman keras (Miras) hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) 2025, dihancurkan di Mapolres Indramayu, Rabu pagi (31/12/2025).

 

Pemusnahan ribuan botol miras itu menjadi bagian dari langkah menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, guna tetap aman dan kondusif ketika menyambut perayaan Tahun Baru 2026.

 

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil kerja Polres Indramayu bersama jajaran Polsek sepanjang tahun 2025.

 

“Ini merupakan hasil Operasi Pekat yang kami laksanakan secara berkelanjutan sejak Januari hingga Desember 2025,” kata AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

 

Dari operasi tersebut, lanjut Kapolres menegaskan, petugas berhasil mengamankan ribuan botol miras dari berbagai jenis, mulai dari minuman beralkohol pabrikan hingga miras tradisional seperti tuak dan ciu.

 

“Seluruh barang bukti dihancurkan dengan cara digilas menggunakan alat berat agar benar-benar hancur dan tidak bisa dimanfaatkan kembali,” tegasnya.

 

AKBP Mochamad Fajar Gemilang menuturkan, peredaran miras kerap menjadi pemicu berbagai gangguan kamtibmas, terutama pada momen libur akhir tahun yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat.

 

“Kami ingin masyarakat merayakan pergantian tahun dengan aman, tertib, dan nyaman. Peredaran miras harus ditekan karena berpotensi memicu tindak kriminal dan gangguan keamanan umum,” tutupnya.

(Didi saputra)

More To Explore

Fashion

RSIA Puri Bunda Pamekasan Disorot, SBPIJ Jatim Pertanyakan Sulitnya Akses Rekam Medis: “Apa yang Sebenarnya Sedang Ditutupi?”

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – Dugaan sulitnya akses rekam medis yang dialami keluarga pasien di RSIA Puri Bunda Pamekasan kini berubah menjadi sorotan serius publik. Di tengah tuntutan keterbukaan, pihak rumah sakit justru belum memberikan penjelasan resmi yang memadai. Kondisi tersebut memicu pertanyaan keras dari Ketua SBPIJ Jawa Timur, Imam Arifin. Menurut

Fashion

Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional

Jakarta, LiputanJatimBersatu.com – Bareskrim Polri melalui Tim Delegasi Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas sekaligus residivis yang memiliki peran sentral dalam jaringan narkotika internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama. Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026),