Liputan Jatim Bersatu

Polda Jatim Diminta Bertindak Tegas atas Dugaan Pungli Oknum PPA terhadap Anak di Bawah Umur di Kafe Cece

Polda Jatim, LiputanJatimBersatu.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret oknum Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, isu tersebut mencuat setelah adanya informasi bahwa anak di bawah umur yang diamankan di sebuah kafe kawasan Bypass Sidoarjo diduga menjadi korban permintaan sejumlah uang oleh oknum aparat.

Peristiwa itu disebut terjadi di Cafe Cece yang berada di jalur Bypass Sidoarjo pada 18 Februari 2026. Sejumlah pihak mempertanyakan prosedur penanganan terhadap anak yang diamankan, termasuk dugaan adanya permintaan uang yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Keluarga dari salah satu anak yang diamankan mengaku menerima panggilan telepon yang disebut berasal dari oknum PPA di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Dalam percakapan tersebut, oknum diduga menanyakan apakah “juragannya punya kenalan wartawan”.

“Anak saya ditelepon oleh oknum polisi PPA Polda Jatim, ditanya apakah juragannya punya kenalan wartawan. Anak saya menjawab tidak,” ujar sumber yang menirukan keterangan keluarganya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Direktorat PPA dan PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum memberikan jawaban singkat.

“Kami cek ya pak,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.

Pengakuan ini memicu reaksi masyarakat yang mendesak agar Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) di lingkungan Polda Jawa Timur segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Terlebih, penanganan perkara yang melibatkan anak di bawah umur seharusnya mengedepankan pendekatan perlindungan, pembinaan, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak anak, bukan justru menimbulkan dugaan pelanggaran etik maupun penyalahgunaan kewenangan.

Apabila benar terjadi pungutan liar, tindakan tersebut bukan hanya melanggar kode etik profesi Polri, tetapi juga berpotensi mencederai prinsip perlindungan anak yang diatur dalam perundang-undangan.

Sementara itu, Imam Arifin, Ketua Fast Respon Indonesia Center DPW Jatim, menilai bahwa jika dugaan ini terbukti, Propam wajib memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku demi menjaga marwah institusi.

Menurutnya, langkah cepat, terbuka, dan profesional dari internal kepolisian diharapkan mampu meredam spekulasi serta memastikan bahwa setiap anggota bertindak sesuai koridor hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai klarifikasi atas dugaan tersebut.

Bersambung

More To Explore

Fashion

Hiswana Migas Jatim Tegaskan Dukungan Penuh Kebijakan Pemerintah, Distribusi LPG Tetap Terkendali

SURABAYA – Liputanjatimbersatu.com. Menanggapi isu kenaikan harga BBM dan LPG di tengah dinamika global, Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur, Tri Prakoso, menegaskan bahwa distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan dengan pengawasan ketat, meskipun dalam beberapa hari terakhir terjadi penyesuaian pasokan.   Tri menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu distribusi dari

Fashion

Kerja dengan Iman, Melayani dengan Kasih”: Pesan Kuat Kadiv Humas Polri untuk Pengabdian Tulus kepada Masyarakat

Jakarta, 23 April 2026 — Liputanjatimbersatu.com. Semangat pengabdian yang berlandaskan nilai spiritual dan kemanusiaan kembali ditegaskan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Edizzon Isir. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan pesan mendalam yang menjadi refleksi sekaligus pedoman bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas.   “Kerja dengan iman, melayani dengan kasih dan