Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Polda Jabar Matangkan Kesiapan Ops Ketupat Lodaya 2026, Kapolda: Operasi Pelayanan Negara untuk Masyarakat

Jabar – Liputanjatimbersatu.com. Polda Jawa Barat mematangkan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi kepolisian terpusat tersebut akan digelar selama 13 hari dengan melibatkan puluhan ribu personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.

 

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan arus mudik, tetapi juga bagian dari pelayanan negara kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga setelah Idul Fitri.

 

“Ops Ketupat bukan hanya operasi kepolisian, tetapi operasi pelayanan negara secara terpadu. Tujuannya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Rudi dalam rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026., Selasa (10/3/2026)

 

Dalam operasi tersebut, Polda Jabar mengerahkan total 26.692 personel, terdiri dari 15.097 personel Polri, serta 11.595 personel TNI dan instansi terkait yang akan disebar di berbagai wilayah Jawa Barat.

 

Selain itu, aparat juga menyiapkan 332 pos pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari 227 Pos Pengamanan, 79 Pos Pelayanan, dan 26 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi, pengamanan kawasan keramaian, serta pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

 

Kapolda Jabar menegaskan bahwa pendekatan operasi tahun ini tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga manajemen risiko dan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Pengamanan tidak hanya pada orang yang bergerak, tetapi juga pada rumah dan harta benda yang ditinggalkan saat mudik. Karena itu patroli di kawasan permukiman juga akan diperkuat,” katanya.

 

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, Jawa Barat diperkirakan menjadi provinsi asal pergerakan pemudik terbesar secara nasional, dengan potensi mobilitas mencapai sekitar 30,97 juta orang.

 

Karena itu, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik mobilitas tinggi seperti rest area, terminal, stasiun, bandara, jalur tol, serta jalur arteri utama yang menjadi jalur pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

 

Kapolda Jabar menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Keberhasilan operasi bukan hanya terlihat di jalan, tetapi juga terasa ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan dilayani dengan cepat oleh petugas,” ujar Rudi.

 

Melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta sinergi lintas sektor, Polda Jabar berharap rangkaian perayaan Idul Fitri di wilayah Jawa Barat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

 

Bandung, 10 Maret 2026

 

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

More To Explore

Fashion

Polisi Bersama Masyarakat: Polresta Tuban Bareng Mahasiswa Perkuat Sinergi Kamtibmas

TUBAN, LiputanJatimBersatu.com– Komitmen untuk mewujudkan pelayanan prima terus digelorakan kepolisian termasuk Polresta Tuban jajaran Polda Jatim. Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., menggelar dialog terbuka bersama elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek) di Kangen Kopi, Kecamatan Tuban, Senin (19/10/2026) malam. Langkah

Fashion

Polres Gresik Ungkap Jaringan Sabu di Menganti, Tersangka Pengedar dan 31,811 Gram Sabu Diamankan

GRESIK, LiputanJatimBersatu.com– Satresnarkoba Polres Gresik Polda Jatim berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Dari operasi tersebut, Polisi mengamankan 12 orang dan menyita puluhan paket sabu dengan total berat bersih mencapai 31,811 gram. Jaringan ini terungkap berkat laporan masyarakat yang masuk melalui “Cak Rama”,