Liputan Jatim Bersatu

Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu: Pengingat Penting di Tengah Kemajuan Zaman

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, masyarakat sering kali menilai seseorang dari seberapa tinggi pendidikan dan seberapa luas pengetahuannya. Namun, ada satu hal yang kerap terlupakan, yakni adab atau akhlak dalam menjalani kehidupan.

Para ulama sejak dahulu telah mengingatkan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Sebab, ilmu yang tidak diiringi dengan adab dapat kehilangan makna dan bahkan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Ilmu seharusnya menjadi cahaya yang membimbing manusia menuju kebaikan, bukan alat untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain.

Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, Imam Arifin, turut menegaskan pentingnya adab dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, ilmu yang tinggi harus diiringi dengan sikap rendah hati dan akhlak yang baik.

“Adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Karena dengan adab, seseorang akan tahu bagaimana menggunakan ilmunya dengan benar. Ilmu tanpa adab bisa menimbulkan kesombongan, tetapi adab akan menjaga seseorang tetap rendah hati dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Imam Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kehidupan sosial, terutama bagi generasi muda, penting untuk menanamkan nilai-nilai adab sejak dini. Hal tersebut menjadi fondasi dalam membangun karakter yang kuat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam tradisi keilmuan, para ulama selalu mengajarkan bahwa sebelum seseorang mendalami ilmu yang luas, ia harus lebih dahulu mempelajari adab, seperti menghormati guru, menjaga tutur kata, serta menghargai sesama.

Dengan menempatkan adab sebagai pondasi utama, diharapkan ilmu yang dimiliki seseorang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi.

Karena pada akhirnya, ilmu dapat mengangkat derajat seseorang, namun adablah yang menjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Abd. Rasyid

More To Explore

Fashion

Kortastipidkor Geledah Bea Cukai Juanda, Usut Dugaan Suap Kasus Ponsel Ilegal Rp 235 Miliar

Sidoarjo, LiputanJatimBersatu.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri melakukan penggeledahan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, (24/06/2026). Tindakan ini merupakan langkah pengembangan dari kasus pengungkapan penyelundupan 76.756 unit ponsel ilegal asal Tiongkok milik PT TSL, yang

Fashion

Wujud Solidaritas dan Kepedulian Keluarga Besar FRIC, Sekjen DPP dan Ketua DPW Jabar Takziah ke Kediaman Ibunda Tercinta Sekwil DPW Jabar H. Ahmad Mustofa

BOGOR, LiputanJatimBersatu.com – Sebagai bentuk empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap keluarga besar organisasi, Sekretaris Jenderal DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Deden Hardening, bersama Ketua DPW FRIC Jawa Barat Hj. Widaningsih, mewakili Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman, menghadiri kegiatan takziah atas wafatnya almarhumah ibunda tercinta Sekretaris Wilayah (Sekwil)