Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Negara Salah Prioritas: Rakyat Kecil Dikorbankan, Seragam Advokat Dipikirkan!

Surabaya, — Liputanjatimbersatu.com. Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.* melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan negara yang dinilai jauh dari rasa Keadilan Publik, dengan menyoroti wacana Penyeragaman Advokat di Tengah Realitas Penegakan Hukum yang masih menyisakan ketimpangan Akut.

 

_“Ini ironi. Ketika rakyat kecil berteriak mencari Keadilan, negara justru sibuk mengurus seragam._ *Ini bukan Prioritas—ini pengabaian!”*

 

Hukum Jadi Alat Tekanan?

Rikha menegaskan bahwa persoalan utama Bangsa hari ini bukan soal simbol Profesi, melainkan ketimpangan Penegakan Hukum yang Nyata terjadi di lapangan.

 

_“Jika Hukum bisa dengan mudah Berbalik Arah dan menjadikan Korban sebagai Tersangka, maka Hukum sedang Kehilangan Jati Dirinya.”_

 

Kasus Nyata: Terjadi di Polsek Sidoarjo Kota, Korban Diproses, Pelaku Dipertanyakan

Kasus seorang Buruh Wanita, Pekerja kecil yang diduga menjadi korban Penganiayaan namun justru diproses sebagai Tersangka menjadi bukti Nyata bahwa:

1. *Sistem belum berpihak pada yang Lemah*

2. Proses Hukum berpotensi tidak Objektif

3. Ada indikasi penyimpangan dalam Praktek Penegakan Hukum

_“Bagaimana mungkin seseorang yang mencari Perlindungan justru berujung pada Kriminalisasi?_ Ini bukan sekadar Kesalahan—ini Kegagalan Sistem!”

 

Kritik Terbuka: Negara Harus Berbenah

Rikha Permatasari secara terbuka menegaskan:

*“Negara tidak boleh Abai.* _Jangan sampai hukum hanya tajam kepada rakyat Kecil, namun melemah ketika berhadapan dengan Kekuasaan.”_

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan:

1. Kepercayaan Publik akan Runtuh;

2. Hukum kehilangan legitimasi moral

3. Rasa keadilan masyarakat akan terkikis;

 

Seruan Keras: *Hentikan Kebijakan Tidak Prioritas*

 

_Hentikan Pemborosan Anggaran pada hal yang tidak menyentuh_

 

_Kebutuhan RAKYAT Fokus pada Pembenahan Sistem Hukum yang adil dan Transparan_

 

_Perkuat Perlindungan terhadap Korban, bukan malah mengkriminalisasi_

 

_“Rakyat tidak butuh Seragam. Rakyat butuh KEADILAN.”_

 

_“Jika Negara lebih peduli pada Tampilan daripada KEADILAN, maka yang HANCUR bukan hanya Sistem Hukum—tetapi Kepercayaan RAKYAT itu sendiri.”_

 

_“Dan ketika kepercayaan Runtuh, HUKUM tidak lagi dihormati—melainkan ditakuti.”_ ⚖️🔥

More To Explore

Fashion

Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom di Balik Perbaikan Gorong-Gorong Moro Krembangan, Respons Layanan 110 Dipertanyakan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com- Dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia di balik pekerjaan perbaikan gorong-gorong di sepanjang kawasan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, menjadi sorotan. Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa dini hari (20/10/2026) tersebut memunculkan pertanyaan mengenai respons aparat kepolisian setelah adanya informasi pelaporan melalui layanan darurat 110. Berdasarkan informasi

Fashion

Doa Kebangsaan Peringati Dua Tahun Prabowo–Gibran, Polrestabes Surabaya Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com— Doa dan zikir bersama mewarnai peringatan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan berlangsung digelar di Polrestabes Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (20/10/2026) malam. Sekitar 300 orang menghadiri kegiatan tersebut. Hadir di antaranya Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Kapolres Pelabuhan