Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di sepanjang Jalan Demak, Surabaya, kembali menuai keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan. Padatnya arus kendaraan, terutama truk kontainer yang keluar masuk kawasan pelabuhan dan pergudangan, menyebabkan antrean panjang yang berdampak pada aktivitas warga maupun distribusi logistik.
Meski petugas lalu lintas kerap terlihat melakukan pengaturan di sejumlah titik, kondisi kemacetan dinilai masih belum teratasi secara maksimal. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Jalan Demak merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan industri dan akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Tingginya volume kendaraan berat yang melintas setiap hari menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lalu lintas. Namun demikian, masyarakat berharap adanya solusi yang lebih konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar pengaturan arus lalu lintas yang bersifat sementara.
Sejumlah pengguna jalan mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama akibat kemacetan yang terjadi pada jam-jam tertentu. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat terhambatnya distribusi barang dan jasa.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp Messenger terkait langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi kemacetan di Jalan Demak, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Imam Saifudin, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan substantif atas pertanyaan yang diajukan media.
Belum adanya respons dari pihak berwenang semakin memunculkan harapan masyarakat agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.
Mengingat Jalan Demak merupakan salah satu urat nadi transportasi menuju pelabuhan, penyelesaian persoalan kemacetan menjadi kebutuhan mendesak yang menuntut langkah nyata dan terukur dari seluruh pemangku kepentingan terkait.

