Liputan Jatim Bersatu

Soroti Kompleksitas Masalah Nasional, Ketum FRIC H. Dian Surahman Desak Sinergi Lintas Sektor dan Loyalitas Profesional

JAKARTA — Liputanjatimbersatu.com.  07/06/2026 – Di tengah situasi nasional yang dinamis, Pemerintah Indonesia saat ini dihadapkan pada lingkaran permasalahan yang kian kompleks , Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, angkat bicara dan menyoroti tiga tantangan utama yang dinilai menjadi akar sengkarut persoalan bangsa saat ini.

 

Menurut Dian, kompleksitas masalah nasional yang dihadapi pemerintah berakar pada tiga isu krusial:

 

* Kesenjangan ekonomi dan penegakan hukum.

* Dinamika pengelolaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

* Polarisasi sosial-politik yang kian tajam.

 

“Ketiga isu ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan menciptakan tantangan berlapis bagi pemerintah, Menghadapinya tidak bisa sendirian, menuntut adanya kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang kuat,” ujar H. Dian Surahman dalam keterangannya , Instruksi Tegas kepada Anggota FRIC Se-Indonesia.

 

Melihat rumitnya situasi domestik, Ketum FRIC menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran anggota FRIC di seluruh Indonesia, Ia meminta agar seluruh kader tidak menjadi bagian dari masalah, melainkan menjadi solusi yang membawa manfaat nyata bagi lingkungan masyarakat dan negara.

 

Namun, di tengah derasnya arus informasi dan konflik kepentingan, Dian mengingatkan anggotanya untuk tidak gegabah. “Sesuai dengan visi dan misi organisasi, saya meminta seluruh anggota untuk lebih bijak, cerdas, dan selektif dalam menyikapi setiap permasalahan yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.

 

Komitmen Bermitra dan Loyalitas Profesional Terhadap Polri Lebih lanjut, H. Dian Surahman menekankan pentingnya membangun kemitraan yang profesional dengan semua unsur elemen bangsa, Sebagai organisasi yang bergerak di bidang media dan kontrol sosial, FRIC berkomitmen penuh untuk menjalankan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, salah satunya adalah menjaga loyalitas kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

 

Meski demikian, loyalitas tersebut ditegaskan harus berjalan di atas koridor profesionalisme, dengan mengedepankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta kinerja yang terukur. “Bermitra dan bersinergi secara profesional dengan semua unsur elemen manapun, khususnya yang tertuang dalam AD/ART yaitu loyal kepada Polri.

 

Tupoksi dan kinerja harus dikedepankan demi terciptanya keselarasan antara organisasi media dengan semua unsur di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas H. Dian Surahman, Melalui langkah strategis ini, FRIC berharap dapat membantu pemerintah mengurai benang kusut stabilitas nasional, sekaligus memastikan bahwa pers dan ormas mampu menjadi pilar penyangga demokrasi yang sehat dan kondusif.

More To Explore

Fashion

Dugaan Tangkap Lepas 14 Mahasiswa dalam Kasus Judi Online, Pejabat Siber Polda Jatim Bungkam 

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Dugaan praktik tangkap lepas dalam penanganan perkara judi online kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, informasi yang dihimpun oleh LiputanJatimBersatu.com. Menyebut adanya penangkapan terhadap 14 mahasiswa di sebuah apartemen pada 17 Mei 2026 yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber,

Fashion

Dugaan Tangkap Lepas Kasus Narkoba di Kediri Kabupaten, Informasi Setoran Rp30 Juta Jadi Sorotan

Kediri – Dugaan praktik tangkap lepas dalam penanganan perkara narkotika kembali menjadi perhatian publik. Informasi yang dihimpun media menyebutkan adanya dugaan pelepasan seorang terduga pelaku narkoba setelah keluarga yang bersangkutan diduga menyerahkan sejumlah uang kepada oknum aparat. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, peristiwa tersebut disebut terjadi pada 9 Mei