SURABAYA, llLiputanJatimBersatu.com – Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk mempertegas perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan (Kasat) Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng), Henky Giantoro, yang menyatakan bahwa Rutan Medaeng harus menjadi kawasan yang benar-benar bersih dari narkoba.
Menurut Henky, narkoba merupakan musuh bersama yang merusak masa depan, menghancurkan keluarga, dan mengancam generasi bangsa. Karena itu, seluruh jajaran pengamanan Rutan Medaeng berkomitmen menjaga integritas serta memastikan tidak ada celah bagi masuknya maupun beredarnya narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Rutan bukan tempat untuk melanjutkan praktik penyalahgunaan narkoba. Justru di sinilah warga binaan harus memulai perubahan. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Rutan Medaeng,” tegas Henky.
Ia menjelaskan bahwa warga binaan yang tersandung perkara narkotika harus memanfaatkan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan. Pembinaan yang diberikan bukan sekadar menjalani masa hukuman, tetapi menjadi proses memperbaiki diri agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
“Kami ingin setiap warga binaan keluar dari Rutan bukan hanya telah selesai menjalani pidananya, tetapi juga benar-benar bebas dari ketergantungan narkoba, memiliki semangat baru, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarganya,” ujarnya.
Henky menambahkan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter warga binaan agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun tindak pidana lainnya.
Momentum Hari Anti Narkoba Internasional, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Menurutnya, menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari narkoba merupakan bagian penting dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika secara nasional.
“Say No to Drugs bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Rutan Medaeng harus menjadi tempat pembinaan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari narkoba. Dengan begitu, warga binaan memiliki kesempatan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan membawa kebahagiaan bagi keluarganya,” pungkas Henky.
Anugrah

