Liputan Jatim Bersatu

Presiden Prabowo: Polri Jadi Pilar Strategis Penggerak Program Makan Bergizi Gratis dan Pembangunan Nasional

JAKARTA, 8 Juli 2026 – Liputanjatimbersatu.com. Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung keberhasilan berbagai program prioritas pemerintah.

 

Dengan jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa dan wilayah perbatasan, Polri dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam memastikan program-program nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

 

Presiden Prabowo menyampaikan, keberadaan personel Polri di seluruh pelosok Tanah Air merupakan modal besar bagi negara untuk mempercepat pelaksanaan berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

 

“Polri memiliki kekuatan organisasi yang hadir sampai ke desa-desa dan daerah perbatasan. Kehadiran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta berbagai program strategis pemerintah,” tegas Presiden Prabowo.

 

Menurut Kepala Negara, keberhasilan program nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan pengawalan dan sinergi seluruh institusi negara.

 

Dalam konteks tersebut, Polri dinilai mampu menjalankan fungsi yang lebih luas, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengawal implementasi program pembangunan agar berlangsung aman, tertib, transparan, dan tepat sasaran.

 

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat.

 

Presiden menilai, dukungan Polri di lapangan akan memperkuat efektivitas distribusi, pengawasan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis, Polri juga berperan aktif dalam mengawal berbagai program nasional lainnya, mulai dari ketahanan pangan, stabilitas keamanan, perlindungan masyarakat, hingga menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, Polri, TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

 

Dengan semangat transformasi menuju Polri yang Presisi, institusi kepolisian diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.

 

Pernyataan Presiden tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya menjadi penjaga stabilitas keamanan nasional, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak keberhasilan program-program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas.

 

(Humas)

More To Explore

Fashion

REKONSTRUKSI 43 ADEGAN HUBUNGAN CINTA TERLARANG, Polres Kuningan Perjelas Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Taman Kota

KUNINGAN, LiputanJatimBersatu.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kawasan Taman Kota Kuningan. Rekonstruksi yang memperagakan 43 adegan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Kegiatan rekonstruksi berlangsung

Fashion

Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik, Akpol Perkuat Scientific Policing

Semarang, 6 Juli 2026 – Liputanjatimbersatu.com. Akademi Kepolisian (Akpol) memasuki babak baru modernisasi pendidikan kepolisian melalui peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik. Kedua fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan Polri untuk membentuk perwira yang mampu mengambil keputusan secara ilmiah, berbasis data, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjawab