Gresik, liputanJatimBersatu.com– Dugaan pencurian kabel jaringan telekomunikasi kembali terjadi di Kabupaten Gresik. Kali ini, kabel yang berada di dalam tanah di Jalan Usman Sadar, kawasan Karangpoh, Pemuteran, diduga digali kemudian ditarik menggunakan sebuah truk.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu (3/10/2026) dini hari, saat kondisi di sekitar lokasi masih sepi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kabel jaringan yang berada di bawah tanah diduga terlebih dahulu dikeluarkan dengan cara menggali jalurnya. Setelah kabel terlihat, kendaraan diduga digunakan untuk menarik kabel hingga terlepas dari jalur pemasangannya.
“Kabel tersebut tertanam sudah puluhan tahun. Caranya dengan digali lalu ditarik menggunakan truk. Selain itu, ada dugaan sejumlah oknum media lokal yang memback-up,” ujar PW kepada media Liputan Jatim Bersatu, Senin (5/10/2026).
Pernyataan mengenai dugaan keterlibatan atau adanya pihak yang disebut memberikan perlindungan tersebut masih sebatas keterangan narasumber dan belum terverifikasi secara independen.
Dugaan pencurian ini menjadi perhatian karena kabel yang berada di lokasi tidak berada di tempat terbuka, melainkan diduga harus terlebih dahulu dikeluarkan dari dalam tanah sebelum dapat dipindahkan.
Meski demikian, kronologi lengkap kejadian hingga kini belum diketahui. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah orang yang diduga terlibat, jenis kendaraan yang digunakan, maupun bagaimana kabel tersebut akhirnya dapat ditarik dari jalur pemasangannya.
Panjang kabel yang diduga hilang atau mengalami kerusakan juga belum diketahui. Demikian pula dengan nilai kerugian yang ditimbulkan.
Pihak PT Telkom perlu melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kondisi jaringan di lokasi, termasuk memastikan apakah terjadi kehilangan kabel, kerusakan jaringan, maupun gangguan terhadap jalur telekomunikasi.
Apabila terdapat kerusakan jaringan, dampaknya berpotensi dirasakan oleh pengguna layanan di sekitar wilayah terdampak. Karena itu, pemeriksaan dan pemulihan jaringan menjadi penting untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan.
Dugaan kejadian tersebut juga menyoroti aspek keamanan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang berada di ruang publik. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas komunikasi masyarakat sehingga keberadaannya perlu mendapatkan perhatian dan pengamanan.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah dugaan kejadian tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.
Identitas pihak yang diduga terlibat juga belum diketahui. Dengan demikian, belum dapat dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas dugaan kehilangan maupun kerusakan kabel tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, AKBP Rhamadan Nasution belum memberikan keterangan terkait dugaan pencurian kabel tersebut maupun mengenai kemungkinan adanya laporan yang telah diterima pihak kepolisian.
Masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar Jalan Usman Sadar diharapkan dapat menyampaikan informasi kepada pihak berwenang. Keterangan dari masyarakat dapat membantu proses pengecekan dan penyelidikan apabila perkara tersebut telah dilaporkan secara resmi.
Hingga terdapat keterangan resmi dari PT Telkom maupun pihak kepolisian, dugaan pencurian kabel di Jalan Usman Sadar, Gresik, masih merupakan informasi awal yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.
[Redaksi]

