Sampang, LiputanJatimBersatu.com -Visitasi akreditasi di MTs Darul Iman, Desa Bunten Timur, Ketapang, Sampang, berlangsung lancar, tertib dan kondusif.
Visitasi ini menjadi momentum penting bagi madrasah pelosok Madura untuk mengevaluasi mutu pendidikan di tengah keterbatasan.
Visitasi dipimpin dua asesor BAN-PDM Jawa Timur, Zahrotun Na’imah, S.Pd dan Masykurotus Syarifah, M.MPd., M.H.I. Penilaian dilakukan intensif melalui observasi langsung, wawancara, dan peninjauan pembelajaran.
Rangkaian kegiatan diawali doa bersama yang dipimpin Ketua Yayasan Darul Iman Al-Hakami, KH. Hakam Ali. Dilanjutkan sambutan Pengawas MTs, Miftahul Hidayat, dan Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E.
Dalam arahannya, asesor mengapresiasi semangat lembaga yang tetap menjalankan amanah mencerdaskan anak bangsa meski berada di pelosok dengan segala keterbatasan.
Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E., menegaskan perjuangan pendidikan di madrasahnya tidak mudah. Keterbatasan finansial, infrastruktur, hingga akses jalan rusak dan berbatu menjadi tantangan harian.
“Kondisi itu menyulitkan mobilitas guru dari luar wilayah. Tidak sedikit yang hanya bertahan satu tahun,” ungkap pihak madrasah dalam pemaparannya.
Namun komitmen tetap dijaga. Pendidikan dinilai sebagai amanah yang harus terus diperjuangkan demi masa depan anak-anak Desa Bunten Timur.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pelosok,” demikian inti penjelasan pihak madrasah.
Setelah pembukaan, asesor melakukan observasi praktik pembelajaran di kelas dan wawancara dengan yayasan, komite, guru, operator, hingga wali murid.
Kehadiran KH. Hakam Ali yang sudah lanjut usia namun mengikuti acara hingga tuntas menjadi sorotan. Asesor menilai kehadiran itu bukti kuat sinergi yayasan dan madrasah dalam menjaga mutu pendidikan pelosok yang butuh perhatian bersama.
(P.Sahril)

