Sampang – LiputanJatimBersatu,com. menyikapi dengan adanya oknum anggota Polres Sampang yang terlibat dalam kasus pemerasan terhadap mafia BBM ilegal bersubsidi kini mendapatkan tanggapan keras dari Kapolres atas berita Viral di media online.
Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan bahwa anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut akan segera di lanjuti untuk memberikan sangsi harus di terimanya yaitu. di copot.
“Saya pastikan proses pencopotan jabatan segera di laksanakan secepatnya. Kini oknum tersebut dalam pemeriksaan.” Tegas Hartono. Selasa (06/05).
Lanjut Hartono juga menegaskan bahwa selama ini dirinya sering menyampaikan ke anggota untuk melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ada sebagai insan Polri.
“Sebagai mana polisi bagian pelindung, pengayom, melayani masyarakat dan penegakan hukum,” Katanya.
Tak hanya itu, anggota diminta untuk laksanakan tugas secara humanis simpatis, jangan sakiti hati rakyat. setiap apel , rapat anev tiap 2 minggu sekali selalu di sampaikan.
“saya tidak pernah memerintahkan anggota untuk menyimpang dalam melaksanakan tugas apa lagi memeras masyarakat.” Ujar Hartono.
Seperti berita yang dikutip Dikutip Sorotan.co.id, bahwa oknum Kanit Idik III Satreskrim Polres Sampang, Madura, Jawa Timur Ipda Dedy Dely Rasidie diduga elah menerima upeti dari mafia solar sebesar 35 dan 27 juta rupiah dengan cara di Transfer di rekening BCA. Pada 02 Maret 2025.
Salin menerima uang dari mafia solar, Dedy Dely juga di kabarkan berdalih bahwa uang transfer yang dikirim oleh pengelola BBM itu termasuk atensi bulanan.
Ahmadi Aktivis Jatim juga menuangkan melalui media ini bahwa Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Sampang sudah tercatat merah dengan perbuatannya dan mencoreng insitusi Polri.
“Oknum Kanit seperti ini sudah tidak layak untuk dipertahankan dan pantas di PTDH,” ujar aktivis Jatim, Ahmadi.
Sedangkan di berita Mitrapolisi.com, juga menyudutkan Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Sampang yang katanya telah meminta uang terhadap seorang pengusaha BBM ilegal bersubsidi.
Dengan banyaknya berita yang sudah viral dan menyudutkan satu sama lain tersebut. Warga meminta polda jatim segera menindak tegas dan memproses keduanya supaya kasus mafia BBM dan terima upeti bisa selesai.
Seperti halnya yang disampaikan warga jaringan mafia ini dipimpin oleh seorang berinisial Soleh dari Kabupaten Sumenep.
Ia disebut-sebut sebagai operator utama pengiriman solar subsidi ilegal antar kabupaten, dengan rute terstruktur dari Sumenep menuju Bangkalan—melintasi Pamekasan dan Sampang—menggunakan mobil pick up bernopol M 8239 ND.
Diketahui gudang penimbunan yang menjadi tujuan akhir solar subsidi ini berada tak jauh dari Mapolsek Tanah Merah, lokasi yang seharusnya steril dari praktik ilegal justru menjadi zona nyaman bagi mafia BBM. Video aktivitas bongkar muat di lokasi itu telah beredar dan dikonfirmasi oleh warga.
“Kalau bukan karena keberanian warga, praktik ini akan terus berjalan, mafia sekarang sudah tidak takut, mereka seolah bilang, kami bisa beli hukum, bisa balikkan fakta,” ujar Muhammad Holel, salah satu pelapor aktivitas ini.
Anugrah

