Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Diduga Penanganan Lambat Kasus Penganiayaan di Polres Gresik, Korban Keluhkan Ketidakpastian

 

Gresik – LiputanJatimBersatu.com. Penanganan perkara dugaan penganiayaan terhadap inisial A, oleh Polres Gresik menuai sorotan tajam. Korban meluapkan kekecewaannya atas dugaan lambatnya proses hukum yang dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan, meski laporan telah dilayangkan sejak Desember 2024.

 

Laporan Polisi Nomor: LP/B/378/XII/2024/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 23 Desember 2024 menyebutkan A, sebagai pelapor dalam dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP. Surat Perintah Penyidikan juga telah terbit pada 7 Januari 2025.

 

Namun hingga pertengahan Mei 2025, belum ada penetapan tersangka. Padahal, menurut A, dua saksi kunci dari pihak RSUD Ibnu Sina masing-masing berinisial FC dan Gd, selaku petugas keamanan RS Ibnu Sina telah dimintai keterangan hingga tiga kali.

 

“Kenapa keluhan saya tidak ditanggapi oleh Polres? Seakan-akan keluhan masyarakat itu tidak ditanggapi. Ya ditanggapi, tapi sebatas itu saja. Kalau saya diam, pihak Polres juga diam. Penyidiknya juga diam,” keluh A, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

 

Saat dikonfirmasi, penyidik unit PPA Polres Gresik, M Faris Bagus P, memberikan keterangan berbeda. Ia menyebut perkara telah digelar dan masih membutuhkan tambahan saksi selain korban.

 

“Untuk tahap penyidikan, harus ada saksi lain yang mengetahui kejadian tersebut. Saksi minimal dua sampai tiga orang. Kami juga sudah mengirimkan dua kali surat pemanggilan kepada terlapor, namun yang bersangkutan tidak datang,” jelas Faris.

 

Lebih lanjut, Faris mengungkapkan bahwa sebelumnya perkara ini ditangani oleh penyidik Setyana, namun kini dialihkan kepadanya karena cuti hamil. Pemanggilan terhadap atasan A, di RSUD, menurutnya, juga telah dilakukan dua kali, namun tidak diindahkan.

 

“Kami akan kirimkan lagi surat pemanggilan ke RSUD untuk menghadirkan saksi tambahan,” ujarnya.

 

Korban pun juga menanyakan kepada Ketua LSM Triga Nusantara Indonesia ( TRINUSA ) menyayangkan belum adanya penetapan tersangka meski perkara sudah bergulir cukup lama pak.

 

“Kalau bisa, pelakunya itu segera ditangkap. Biar ada efek jera, soalnya tersangkang sering mengintai aku” tegas A.

 

Hingga kini, pihak korban berharap agar proses hukum berjalan transparan dan tidak berlarut-larut, demi tegaknya keadilan dan perlindungan terhadap korban kekerasan. (Red)

More To Explore

Fashion

Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045

*MEDAN* — Masa depan Indonesia 2045 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Pesan strategis itu menjadi benang merah kuliah umum Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan

Fashion

Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal

JAKARTA — Liputanjatimbersatu.com. Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).   Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan